<![CDATA[Karimun Tourism - Official Site - BLOG]]>Sat, 06 Jun 2020 04:10:54 +0700Weebly<![CDATA[Kemenparekraf Siapkan Strategi Atasi Dampak Penurunan Wisatawan]]>Mon, 01 Jun 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-siapkan-strategi-atasi-dampak-penurunan-wisatawan
Jakarta, 2 Juni 2020 - Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah memprediksi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi juga di negara lain.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/6/2020) menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah dan strategi untuk mengantisipasi penurunan wisman dengan menyiapkan protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata yang telah disusun. Protokol itu untuk nantinya akan diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap untuk kembali menerima wisatawan.

“Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kita akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan nusantara. Untuk itu semua harus dipersiapkan dulu sebelum kembali menyambut wisatawan. Tentunya dengan melihat kesiapan masing-masing daerah. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya paling siap untuk menerima wisatawan dan memulai penerapan protokol ini,” kata Ari Juliano Gema.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 sebesar 160.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Maret 2020 berarti jumlah wisman menurun sebesar 66,02 persen (mom). Adapun jika dibandingkan juga dengan posisi saat ini dengan periode yang sama di tahun 2019, maka angka tersebut menurun hingga 87,44 persen (yoy) atau 1,27 juta orang.

Pada periode tersebut jumlah kunjungan wisman didominasi oleh wisman asal Timor Leste yang tercatat berkunjung sebanyak 83 ribu pada April. Angka tersebut mencapai 52,2 persen dari total wisman. Sedangkan,sisanya berasal dari Malaysia sebanyak 62 ribu atau 39 persen, Singapura 2 ribu atau 1,3 persen, dan lainnya 12 ribu kunjungan atau 7,5 persen.

Angka tersebut, kata Ari Juliano, sudah diperkirakan mengingat langkah-langkah pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran COVID-19.

“Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar di sarana publik yang bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan di sektor pariwisata. Sehingga saat dibuka kembali, wisatawan akan merasa nyaman datang ke tanah air,” ujarnya.

Protokol tersebut, lanjut Ari Juliano, akan seiring dan beradaptasi dengan tatanan hidup baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, serta tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu diharapkan kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemenparekraf/Baparekraf, sedang menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air. Yang tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Ke depan, Kemenkarekraf fokus untuk menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan pada tingkat pendapatan devisa ketimbang mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism seiring dengan berubahnya tren pariwisata global.
]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf]]>Sat, 30 May 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-pastikan-protokol-normal-baru-jadi-acuan-pelaku-parekraf
Jakarta, 31 Mei 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam menjalankan usahanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya, Minggu, (31/5/2020) menjelaskan, Kemenparekraf akan memastikan para pelaku parekraf siap untuk menyambut era new normal dengan menerapkan protokol yang berfokus pada  aspek program Bersih, Sehat, Aman.

Protokol ini diharapkan akan meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata, sekaligus peningkatan inovasi digital untuk memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dapat bangkit dan bersaing di pasar global.  

“Khusus sektor pariwisata, penerapan protokol normal baru tersebut bertujuan agar wisatawan dapat tetap berkunjung dengan tenang dan nyaman karena fasilitas pariwisata kini sudah semakin disempurnakan dengan standar Bersih, Sehat, Aman yang terverifikasi,” katanya.

Protokol tersebut nantinya akan menjadi standar dan kultur baru di sektor parekraf. Mulai dari kedatangan di bandara, pengawasan di pintu masuk utama kawasan, penerimaan tamu, pengawasan aktivitas wisatawan, hingga menyediakan fasilitas kesehatan bagi wisatawan.

Ari menjelaskan, protokol kesehatan ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi, publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah.

"Ke depan, sesuai arahan Presiden, setiap pemerintah daerah tetap harus memperhatikan betul kondisi R0 dan Rt, atau laju penyebaran COVID-19 di daerahnya dalam mempersiapkan pembukaan destinasi pariwisata, sehingga penerapan protokol kesehatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Ajak Pemda Aktif Selamatkan Industri Parekraf dari Dampak COVID-19]]>Fri, 03 Apr 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-ajak-pemda-aktif-selamatkan-industri-parekraf-dari-dampak-covid-19
Jakarta, 3 April 2020 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sedang terus memastikan pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak wabah COVID-19.  

Wishnutama dalam Surat Edaran Nomor 2/2020 tentang lanjutan pencegahan dan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (COVlD-19) mengimbau dinas yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkonsultasi dan melaporkan perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVlD-19 di wilayah kewenangan masing-masing secara berkala.

“Laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVlD-19 di daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) serta membuka mediasi dan layanan pengaduan masyarakat atau call center di level daerah," kata Wishnutama.

Selain itu, ujar Wishnutama, dinas juga dapat melaporkan kepada Kemenparekraf/Baparekraf melalui Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan (contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email info@kemenparekraf.go.id).

Surat edaran tersebut juga terkait dengan mulai diaktifkannya Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan dinas adalah mengadakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berjalannya bisnis yang baik dan sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan tersebut disampaikan melalui media sosial, media cetak, radio, dan pengiriman pesan massal melalui whatsapp group di masing-masing daerah.

Selain itu juga melakukan upaya-upaya untuk mendukung keberlangsungan industri seperti pembelian katering dari hotel-hotel dan restoran yang terdampak akibat sepinya wisatawan untuk disalurkan kepada keluarga yang Work From Home (WFH), keluarga kurang mampu, dokter dan perawat di rumah sakit. Juga melakukan upaya-upaya pencegahan supaya perusahaan/industri tidak melakukan PHK kepada pekerja, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Dinas-dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga diimbau melakukan upaya-upaya untuk dapat memberikan dukungan dan kompensasi berupa bahan makanan pokok kepada para pekerja informal yang terkait langsung dengan destinasi wisata yang ditutup di wilayah kewenangannya.

Wishnutama mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jeraring kreatif di berbagai daerah, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

Kemenparekraf saat ini sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.  

“Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” kata Wishnutama.

Sebelumnya dalam upaya menangani dampak COVID-19 bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif Menparekraf mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi yang merupakan pengintregasian dari Manajemen Krisisis Kepariwisataan (MKK) yang selama ini pernah dilaksanakan oleh Kemenparekraf.  

Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah serta membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

Bersama pemda, Pusat Krisis Terintegrasi tersebut akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
]]>
<![CDATA[RAPAT KOORDINASI PEMANFAATAN ASET PARIWISATA DAERAH]]>Tue, 14 Jan 2020 06:14:47 GMThttp://karimuntourism.com/news/rapat-koordinasi-pemanfaatan-aset-pariwisata-daerah
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi Pemanfaatan Aset Pariwisata Daerah bersama lembaga terkait di ruang rapat Gedung Sugie, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (13/1/2020).
                           
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta dihadiri oleh OPD terkait yaitu antara lain : BPKAD, BAPENDA, Inspektorat, PMD, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Camat Meral Barat, Kepala Desa Pangke Barat dan BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.

Dalam rapat membahas tentang Pemanfaatan Aset Daerah, khususnya aset pariwisata yang ada di Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, yaitu antara lain: 15 unit gazebo, 1 unit panggung kesenian dan 1 unit mushola. Sedangkan 16 unit homestay diketahui belum dilakukan serah terima aset dari Dinas PU/PR kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sehingga terlebih dahulu akan ditelusuri status bangunan tersebut.
 
BPKAD yang diwakili oleh Agus mengatakan bahwa sesuai dengan PERMENDAGRI Nomor 19 Tahun 2016 disebutkan bahwa penyerahan aset dapat dilakukan dengan cara Pinjam Pakai dan/atau Hibah. Namun, konsep Pinjam Pakai hanya dapat dilakukan oleh antar OPD di pemerintahan. Sehingga pihak BPKAD menyarankan agar dapat dilakukan Hibah sepenuhnya (tanah dan bangunan) kepada Desa Pangke Barat.

PMD yang diwakili oleh Ery Novaljadinata mengatakan bahwa pada prinsipnya PMD mendukung dan menginginkan agar pengelolaan wisata di Pantai Pelawan dapat dilakukan oleh masyarakat seutuhnya (dalam hal ini BUMDES).

Inspektorat Daerah yang dihadiri langsung oleh Kepala Inspektorat, Dedi Hardiman mengatakan jika memang nantinya aset di Pantai Pelawan akan dihibahkan kepada desa, maka sedari dini harus diarahkan pada persiapan-persiapan administrasi seperti inventarisasi nominal aset yang akan diserahkan karena diharapkan nantinya jika aset tersebut telah dihibahkan sepenuhnya maka Dana Desa dapat diarahkan kepada pada pembangunan fasilitas wisata di Pantai Pelawan.

Plt. Kepala Desa Pangke Barat yang didampingi oleh Pengurus BUMDES juga menyatakan bahwa pada hakikatnya siap menerima dan mengelola aset dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hanya saja meminta agar fasilitas wisata terutama homestay dapat terlebih dahulu diperbaiki sebelum diserahkan karena memang dalam kondisi rusak berat.

Pada diskusi tersebut juga dibahas tentang aturan pungutan tarif masuk dan parkir yang selama ini dilakukan oleh BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.Menanggapi aturan pungutan tarif masuk dan parkir tersebut, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Rismawar Dewi) pada diskusi yang berlangsung menyatakan bahwa pungutan tersebut sah-sah saja karena Desa Pangke Barat sudah memiliki Peraturan Desa nomor 1 Tahun 2018 mengenai Petunjuk Teknis Pungutan Desa dan Peraturan Desa nomor 3 Tahun 2018 tentang Pungutan Desa yang menjadi dasar hukum pungutan tersebut.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sensissiana) menyimpulkan: Akan mewacanakan hibah aset daerah di Pantai Pelawan kepada desa pada tahun 2021 karena pada tahun 2020 masih akan ada pekerjaan DAK Fisik berupa pembangunan toilet/kamar bilas, menara pandang dan souvenir shop dan mempersiapkan segala yang berkaitan dengan administasi penghibahan dalam waktu satu tahun ini.
]]>
<![CDATA[SILATURAHMI BERSAMA PELAKU USAHA PARIWISATA]]>Wed, 08 Jan 2020 02:42:55 GMThttp://karimuntourism.com/news/silaturahmi-bersama-pelaku-usaha-pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana., M.Si bersilaturahmi bersama pelaku pariwisata di Kabupaten Karimun, khususnya dari PHRI Karimun (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) dan perwakilan Biro Perjalanan, di ruang rapat Gedung Sugie Kab. Karimun, Selasa 7 Januari 2020. Dalam pertemuan kali ini, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan juga memaparkan laju kunjungan Wisman (Wisatawan Mancanegara) dalam 10 tahun terakhir. "Memang terjadi penurunan Wisman setiap tahunnya, karena itu dalam pertemuan kali ini, kami mengharapkan saran, masukan dan pendapat dari para pelaku usaha pariwisata," ujar Kadis.

​Ketua PHRI Karimun Bapak Khaidir, menyampaikan rasa terima kasihnya telah di undang dalam pertemuan ini. Ia menyoroti pintu masuk Wisman di Karimun. "Kondisi pelabuhan perlu dibenahi. Karena ini menjadi pintu gerbang masuknya Wisman." Begitu juga dengan fasilitas penunjang pariwisata yang ada di Karimun.

Di dalam dunia pariwisata, ada 3 unsur yang menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika menentukan tujuan wisata. Pertama, Atraksi. Berhubungan dengan daya tarik utama dari sebuah destinasi wisata. Meliputi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan atau dilakukan, sehingga mampu memberikan kesan pengalaman kepada wisatawan. Baik berupa daya tarik alam, budaya maupun hasil kreativitas masyarakatnya. Kedua, Amenitas. Fasilitas pendukung dari sebuah destinasi. Mulai dari fasilitas dasar seperti toilet, tempat ibadah, tempat parkir, tempat istirahat dan tempat makan. Selain itu, keberadaan hotel atau penginapan, restoran atau tempat kuliner, tempat beli oleh-oleh dan lainnya. Keberadaan amenitas ini juga akan memengaruhi lama tinggal wisatawan. Ketiga Aksesibilitas. Beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan. Akses ini meliputi akses informasi dan akses transportasi. Akses informasi bisa berupa informasi tentang daya tarik sebuah destinasi wisata, fasilitas dan akomodasi yang dimiliki, informasi perjalanan, serta ragam informasi lainnya. Akses transportasi bisa berupa ketersediaan transportasi umum seperti pesawat, kapal, bus atau transportasi lain yang memudahkan dalam menjangkau destinasi wisata. Ketersediaan jalan yang baik, papan penunjuk arah dan jauh atau dekatnya jarak tempuh akan berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.

​Selanjutnya, pertemuan ini akan menjadi awal dari membenahi pariwisata di Karimun. Kadis Pariwisata & Kebudayaan juga akan melakukan pertemuan dengan instansi lain untuk pengembangan pariwisata Karimun. "Perlu adanya sinergi antara instansi terkait dalam memajukan pariwisata. Untuk itu, saya akan bertemu dengan beberapa instansi yang terkait," cetus Kadis.     
]]>
<![CDATA[WARGA ANTUSIAS IKUTI PESTA RAKYAT 2019 DI COASTAL AREA]]>Mon, 19 Aug 2019 04:09:13 GMThttp://karimuntourism.com/news/warga-antusias-ikuti-pesta-rakyat-2019-di-coastal-area

​Karimun - Warga Tanjung Balai Karimun antusias mengikuti perlombaan permainan tradisional yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun, Minggu 18 Agustus 2019 siang.
Begitu pula dengan yang menyaksikan. Meskipun panas terik menyengat, warga berduyun-duyun mendatangi tempat perlombaan, yakni di lapangan tanah merah depan panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun.

Adapun permainan tradisional yang dilombakan terbuka untuk umum, yaitu lomba panjat pohon pinang sebanyak 17 batang, bakiak, balap karung dan tarik tali tambang. 

Berbagai hadiah-hadiah menarik telah disiapkan oleh panitia disetiap lomba. 
Perlombaan permainan tradisional ini dibuka oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. 

Turut hadir dalam pembukaan diantara Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie, Pimpinan Bank Ria Kepri, dari Kejari Karimun serta kepolisian.

"Ini pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74. Tujuannya memberikan hiburan kepada masyarakat serta menumbuhkembangkan rasa solidaritas untuk mencintai NKRI," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri dalam laporannya.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengharapkan berbagai perlombaan tersebut dapat dinikmati dan dirasai masyarakat.

Selain itu, dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan anatara masyarakat dengan pemerintah daerah, maupun di kalangan masyarakat.

"Melalui pesta rakyat ini tertanamnya rasa cinta tanah, cinta sesama insan," pinta Anwar Hasyim.
Untuk diketahui, pesta rakyat tersebut merupakan rangkaian kegiatan penutup atau terakhir Pemkab Karimun dalam memeriahkan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019. 
Penulis: Kartino
]]>
<![CDATA[disparbud karimun gelar pesta rakyat]]>Mon, 12 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/disparbud-karimun-gelar-pesta-rakyat
KARIMUN (HK)-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar sejumlah hajatan besar untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia ke 74 di lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, 18 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIB mendatang. Hajatan itu dikemas dalam bentuk “Pesta Rakyat”.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Zamri melalui Kepala Bidang Promosi, Getiomen di ruang kerjanya, Selasa, (13/8/2019) mengatakan, ada empat jenis hiburan rakyat yang akan dilaksanakan pada hajatan besar itu, diantaranya panjat pinang, lomba bakiak, lomba balapan karung dan lomba tarik tambang.
“Untuk lomba panjat pinang, pesertanya umum yang terdiri dari 5 orang putra, lomba tarik tambang khusus bagi ibu-ibu (satu tim terdiri dari 5 orang). Sedangkan, lomba bakiak diperuntukkan bagi remaja maupun anak-anak (satu tim 3 orang). Sementara, untuk balapan karung khusus bagi anak-anak,” ungkap pria yang akrab disapa Getty ini.
Kata Getty, “Pesta Rakyat” kemerdekaan RI ke-74 tersebut akan dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang didampingi Wabup AnwarHasyim dan Sekda M Firmansyah. Jumlah peserta dari masing-masing lomba tidak dibatasi. Pendaftaran bagi peserta akan dilakukan satu jam sebelum hajatan dimulai.
“Sampai saat ini, atensi masyarakat sudah cukup tinggi. Selama ini, masyarakat Karimun sudah tahu adanya hiburan rakyat yang dilaksanakan setiap memperingati 17 Agustus. Karena, kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan iven tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Karimun,” ujarnya.
Dikatakan, khusus untuk lomba panjat pinang, jika selama ini pinang yang akan didirikan itu sebanyak 8 batang, maka untuk perayaan agustusan tahun 2019 ini, pinang yang akan didirikan sebagai ajang lomba itu sebanyak 17 batang. Makanya, panitia memilih acara itu dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus, biar waktunya lebih panjang.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya, lomba panjat pinang hanya ada 8 pinang yang kita dirikan. Makanya, kegiatan itu bisa dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Namun, karena pada tahun ini, pinang yang akan kita dirikan itu sebanyak 17 pinang, maka lomba dibuat pada tanggal 18 Agustus, agar waktu permainnya lebih lama,” jelasnya.
Getty menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar mendatangi lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun untuk memeriahkan “Pesta Rakyat” HUT kemerdekaan RI ke 74. Selain empat lomba tersebut, rencananya pihak panitia akan mengadakan lomba hiburan lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar beramai-ramai datang ke lapangan tanah merah Coastal Area. Mari kita meriahkan acara agustusan yang tiap tahun kita laksanakan ini. Bukan hanya sekedar menjadi penonton, kalau dapat warga langsung berpartisipasi menjadi peserta lomba,” pungkasnya. (ham)
]]>
<![CDATA[Dua Piala Persembahan Angsana Dance dari Parade Tari Nusantara 2019]]>Sun, 11 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/dua-piala-persembahan-angsana-dance-dari-parade-tari-nusantara-2019
RiauKepri.com, JAKARTA — Perwakilan Provinsi Kepri dalam Parade Tari Nusantara ke-38 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 9-10 Agustus 2019, tampil cukup membanggakan. Sanggar Angsana Dance dari Karimun mempersembahkan dua piala untuk dua kategori, yakni juara II penata musik terbaik dan penyaji unggulan non rangking.
Dalam ajang kompetisi tari tingkat nasional ini, Angsana mengangkat tarian legenda Moyang Seraga dari Pulau Buru, Karimun. Bertindak sebagai penata tari Sinta Trilia Rossa, penata musik Loni Jaya Putra, dan penata rias, werta busana Tito Aldila dan Dedi Hermansyah.
“Angsana tampil bagus. Luar biasa rasanya Moyang Seraga tampil dalam tarian lomba tari tingkat nasional,” kata Kasi Kesenian Dinas Kebudayaan Kepri, Irwanto.
Kategori penata musik, juara I diraih Riau, disusul Kepri, juara III DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Kategori penata tari juara I diraih Riau, disusul Kalbar, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Sementara, penata rias dimenangkan Kalbar, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Angsana Dance mewakili Provinsi Kepri setelah tampil yang terbaik dalam Parade Tari Tingkat Provinsi Kepri 21019. Dalam parade tari provinsi, Angsana juga membawakan tarian yang diangkat dalam Legenda Moyang Seraga.
Parade Tari Nusantara merupakan puncak kegiatan parade tari setiap kabupaten dan kota yang telah terpilih dari kompetisi tari di setiap provinsinya. Kegiatan ini diikuti 22 provinsi yang ada di Indonesia.
“Parade Tari Nusantara merupakan wahan pelestarian dan pengembangan budaya. Diantaranya telah
menggulirkan 10 program berskala nasional dalam bentuk agenda pergelaran kompetisi/festival/parade/
tingkat nasional antar provinsi,” kata Irwanto.
Kegiatan ini merupakan ajang penganugrahan atas karya seni hasil kreativitas anak bangsa, yang akan terukir dalam sebuah maha karya seni, sebagai wujud cipta rasa dan karsa, serta apreasiasi bagi pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia.
Tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan karya-karya seni kreatif dan inovatif dalam bidang seni budaya dari anakanak bangsa seluruh pelosok Indonesia dengan dukungan potensi langsung dari daerahnya.(RK/R)
]]>
<![CDATA[pelangi budaya nusantara berlangsung meriah]]>Sun, 04 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pelangi-budaya-nusantara-berlangsung-meriah
Karimun, beritakarimun.com – Festival Tari bertaraf Internasional yang diselenggarakan di panggung Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berlangsung meriah.
Ribuan mata menyaksikan penampilan para kontestan ‘Pelangi Budaya Nusantara’ yang diselenggarakan, Sabtu (3/8/2019) malam.
Para peserta yang ikut ambil bagian tidak hanya dari dalam negeri, namun diketahui dari luar negeri yakni Singapura dan Malaysia.
Dalam festival tersebut Provinsi Nangroe Aceh mengirim dua sanggar terbaik yakni sanggar SMA N 1 Matangkuli dan sanggar Bungong Kapula. Keduanya menampilkan tari khas Aceh yakni tari Ratoe Jaroh dan tari Seudati.
Tidak kalah dengan Provinsi Nangroe Aceh, Provinsi Bengkulu yang disajikan oleh sanggar Muaro Rafflesia menampilkan tari Pangkek Basoja diiringi musik Tepikek Mangkoyo Terikek. Penampilan dari Bengkulu ini disambut antusias penonton yang hadir.

Tidak mau ketinggalan, Penampilan dari tuan rumah Kabupaten Karimun yang disajikan tarian Semarak Berzapin oleh sanggar Mawar Tanjung juga mendapatkan sambutan antusias oleh ribuan mata yang hadir.
Selanjutnya penampilan dari kota Batam yang menghadirkan persembahan Tari Merak yang berasal dari sanggar Wan Sendari juga memukau penonton.
Keriuhan festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ kian terasa ketika Sanggar Mutiara Minang dari Kota Padang, Sumatera Barat menampilkan tari Limo Sapuyuang.
Persembahan dari Sanggar Angsana Dance dan Pelangi Budaya Studio juga tidak kalah menarik untuk disaksikan masyarakat. Tampilan mereka mendapat tepukan hangat dari masyarakat.
Sementara dari negara tetangga Malaysia penampilan empat sanggar yang terdiri dari sanggar seri cahaya temenggong dengan menampilkan tari zapin, Sanggar D’seri Daksina Citra Lestari menampilkan tari Siwang, sanggar Mejelis Kebudayaan Jelebu menampilkan tari Samrah dan Sanggar Suluh Tingkah Kesuma menampilkan Tari Menyak.
Negara Singapura dalam ‘Pelangi Budaya Nusantara’ menurunkan satu sanggar yang menampilkan tari ‘Satu Jiwa’ yang diketahui menceritakan tentang berbagai jenis keragaman adat istiadat dari berbagai etnis di negara berlambang Singa itu, namun tetap dapat menunjukan jati dirinya sebagai seorang Melayu.

Festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ 2019 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim.
Dalam sambutannya, Anwar Hasyim mengatakan kegiatan yang sangat bermanfaat kepada Kabupaten Karimun ini diharapkan kedepannya untuk dikemas lebih baik lagi.
Selain itu, Anwar juga berpesan kepada kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun agar tahun depan di buat lebih ramai dan lebih baik dari saat ini.
Sementara itu, Manager Pelangi Budaya Studio, Fenni Rahayu mengatakan untuk konsep mengadakan kegiatan ini tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Semula kegiatan ini hanya untuk daerah saja namun dikarenakan banyaknya permintaan dan akhirnya dilakukan pergelaran kedaerahan bertaraf International.
“Konsepnya tidak begitu lama, kegiatan ini dulunya hanya bergelar daerah tapi kita bikin seperti bertaraf international dan disitulah mereka bisa menuangkan budaya budaya yang ada di daerah mereka masing-masing,”ujar Fenni.
]]>
<![CDATA[angsana dance wakili kepri di parade tari nusantara 2019]]>Fri, 26 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-wakili-kepri-di-parade-tari-nusantara-2019
Sanggar Angsana Dance Kabupaten Karimun menjadi jawara Parade Tari Daerah Kepri 2019 di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Sabtu (27/7) lalu. Angsana Dance akan mewakili Kepri dalam Parade Tari Nusantara TMII di Jakarta akan digelar pada tanggal 9-10 Agustus 2019 mendatang.

Angsana Dance tampil sebagai penyaji terbaik pertama dengan judul tari Legenda Moyang Seraga. Tak hanya sebagai penyaji terbaik, sanggar yang sudah sering mewakili Kepri dan Indonesia dalam berbagai lomba ini juga berjaya pada kategori lain. Penata tari terbaik koreografer diraih Sinta Trilia Rossa dan penata musik terbaik, Loni Jaya Putra.

Tarian yang ditampilkan Angsana Dance ini terinspirasi dari legenda Moyang Seraga yang makamnya ada di Pulau Buru, Karimun. Ceritanya, seorang Raja yang sedang berburu di Hutan Belantara tiada penduduknya . Terkejut Baginda Raja tak menyangka mahluk apa yang di temui nya ? Setelah Balong ( Bulu ) ditubuhnya dicukur , ternyata dialah yang bernama Jum’at seorang suami yang pergi berburu demi sang istri yang tengah hamil menginginkan Rusa Putih .

Tekadnya bulat , tidak akan pulang sebelum mendapatkan keinginan sang istri .Tanpa di sadari hingga bertahun tahun lamanya tubuh Jum”at tumbuh Balong ( bulu ) yang panjang dan mambatu di makan usia . Raja memerintahkan untuk menguburkan jasadnya di Hutan tersebut , dari sini lah tersebar berita dia lah manusia pertama di pulau yang dikenal dengan Pulau Buru . Saat ini makam Moyang Segara menjadi destinasi objek wisata religi di Kabupaten Karimun.

Parade Tari Daerah 2019 Kepri diikuti 11 sanggar dari enam kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Anambas yang tak mengirimkan perwakilan. Dan Kabupaten Natuna hanya kirimkan satu kelompok tari. Sedangkan lima kabupaten/kota lain bertanding dengan dua grup tari.
]]>
<![CDATA[angsana dance juara parade tari daerah 2019]]>Fri, 05 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-juara-parade-tari-daerah-2019
​TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar Parade Tari Daerah tahun 2019.

Sebanyak tujuh sanggar budaya menjadi peserta pada perlombaan yang digelar di Panggung Rakyat Puteri Kemuning Costal Area, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu (6/7/2019) malam.

Sanggar-sanggar tersebut adalah Angsana Dance, Sanggar Dara Tanjungbatu, Sanggar Pucuk Rebung, Sanggar Sri Ungar, Perkumpulan Seni Senandung Budaya, Sanggar Mawar Tanjungbatu dan Sanggar Saujana.

Masing-masing sanggar menampilkan tarian kolosal yang memiliki makna filosofi sejarah kebudayaan melayu di Karimun. Tarian harus sesuai dengan tema yang diusung, yaknk "Legenda Objek wisata di Kabupaten Karimun".

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud pelestarian budaya lokal Karimun. Tujuannya meningkatkan wisatawan ke Karimun.

"Ini umtuk ajang silaturahmi antara pekerja seni khususnya seni budaya melayu. Lebih dari itu juga untuk meningkatkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Zamri.

Zamri menyebutkan pemenang dalam perlombaan akan di utus sebagai perwakilan Kabupaten Karimun untuk mengikuti perlombaan tingkat Provinsi Kepri.

"Pemenang akan menjadi utusan Kabupaten untuk mengikuti even di tingkat provinsi pada Bulan Juli 2019 di Kabupaten Bintan," ujarnya.

Keluar sebagai juara pertama pada perlombaan ini Sanggar Angsana Dance, juara kedua diraih oleh Sanggar Mawar Tanjoeng dan Sanggar Pucuk Rebung keluar sebagai juara ketiga. (ayf)


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Sanggar Anjang Sana Menangkan Parade Tari di Karimun, Tampilkan Tarian Kolosal Filosofi Sejarah, https://batam.tribunnews.com/2019/07/07/sanggar-anjang-sana-menangkan-parade-tari-di-karimun-tampilkan-tarian-kolosal-filosofi-sejarah.
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Eko Setiawan
]]>
<![CDATA[Usai Festival Barongsai 2019, Karimun Bakal Dimeriahkan Lampu Colok]]>Fri, 03 May 2019 03:35:50 GMThttp://karimuntourism.com/news/usai-festival-barongsai-2019-karimun-bakal-dimeriahkan-lampu-colok
​TANJUNG BALAI KARIMUN – Kemeriahan Tanjung Balai Karimun sebagai destinasi wisata berlanjut. Usai penyelenggaraan Festival Barongsai 2019, Karimun siap merilis Lomba Lampu Colok 2019. Event ini kental warna tradisional masyarakat Karimun.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjung Balai Karimun Zamri mengungkapkan, Karimun akan terus memberikan atraksi untuk wisatawan.
 
“Karimun akan terus memanjakan wisatawan. Kita akan berusaha menjadi destinasi terbaik. Kami punya banyak event. Penyelenggaraan Festival Barongsai sudah selesai dan sukses. Namun, kami sudah siapkan event lanjutan. Jadi, wisatawan tetap mendapat banyak experience terbaik. Tetap berkunjung ke Karimun dan nikmati eksotisnya,” ungkap Zamri, Jumat (3/5).
 
Salah satu event yang akan digelar adalah Lomba Lampu Colok 2019. Lomba ini digelar untuk memeriahkan suasana Ramadan di wilayah Karimun. Lampu Colok di Karimun kental dengan nuansa tradisional. Sebab, masih memakai lampu sumbu dengan bahan bakar minyak tanah. Festival tahun ini pun menjadi episode 5 Lomba Lampu Colok Karimun.
 
“Karimun menjadi destinasi luar biasa. Keberagaman budayanya tinggi dan semua saling menguatkan. Lomba Lampu Colok 2019 tentu menjadi experience terbaik. Secara konten, Lampu Colok ini sangat artistik apalagi Karimun mempertahankan tradisi dengan penggunaan lampu minyak,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.
 
Lampu Colok ini biasanya mengadopsi obyek yang berbau Islami. Rangkanya berbentuk Masjid atau Gapura dengan ornau men Islam. Setiap sisi rangka lalu ditempatkan Lampu Colok atau Lampu Minyak. Lampu-lampu ini disusun sedemikian rupa untuk menegaskan karakter obyek yang dimaksud. Untuk 1 obyek bangunan, biasanya menggunakan ribuan Lampu Colok.
 
“Menggunakan Lampu Minyak tentu tidak mudah. Di sini membutuhkan kecermatan tinggi karena tingkat kerumitannya. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Lomba Lampu Colok 2019 di Karimun. Untuk itu, pastikan Karimun tetap menjadi destinasi utama Ramadan,” jelas Rizki lagi.
 
Penyelenggaraan Lomba Lampu Colok 2019 dijamin lebih meriah. Sebab, venuenya berada di Karimun dan Kundur. Total melibatkan 7 kecamatan. Rinciannya, ada 4 kecamatan di Kundur dan 3 kecamatan Karimun. Proses penilainnya akan dimulai dimulai 27 Ramadan 1439 H. 

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, tahun ini event digelar lebih meriah.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 diikuti lebih banyak peserta, apalagi kini Kundur dilibatkan. Kemeriahannya pasti lebih terasa. Suasana Ramadan di Karimun selalu meriah dengan beragam event. Karimun tetap menjadi destinasi menarik. Apalagi, lomba digelar dengan konsep unik,” kata Dessy.
 
Beberapa regulasi perlombaan diterapkan. Lomba Lampu Colok 2019 harus dibangun gapura dengan arsitektur Islami indah. Tinggi pintu gapura minimal 4 meter. Posisinya tidak menutup drainase dan badan jalan. Lebih lanjut, penempatannya jauh dari instalasi listrik umum. Proses penilaiannya dimulai 27 Ramadan selama 3 hari penuh. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085213827262.
 
“Regulasi perlombaan intinya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Agenda ini tentu akan semakin menghidupkan pariwisata Karimun. Kami optimistis, event unik seperti itu juga akan mendatangkan banyak wisatawan,” papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.
 
Apresiasi besar pun disiapkan bagi pemenang lomba. Total hadiahnya sekitar Rp37 Juta. Pemenang akan mendapatkan hadiah Rp10 Juta, lalu posisi runner up diganjar uang Rp8 Juta. Posisi 3 memperoleh uang Rp6 Juta. Sebaran hadiah semakin merata karena posisi 4 dihadiahi Rp4 Juta, lalu Rp3 Juta bagi urutan ke-5. Lalu, posisi 6 mendapatkan Rp2 Juta. Khusus strip 7 hingga 10 masing-masing dihadiahi Rp1 Juta.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 Karimun merupakan atraksi luar biasa. Kontennya sangat unik dan menarik. Event ini menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Karimun. Apalagi, Karimun memiliki aksesibilitas dan amenitas yang luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)
]]>
<![CDATA[Kalahkan Malaysia-Singapura, Tim Karimun Juara 1 Dan 2 Festival Barongsai 2019]]>Sat, 27 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kalahkan-malaysia-singapura-tim-karimun-juara-1-dan-2-festival-barongsai-2019
Karimun - Festival Barongsai yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri tahun 2019, di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Kabupaten Karimun selama dua hari selesai digelar, Sabtu (27/4/2019) malam.

Event masuk sebagai kalendar tahunan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) tersebut diikuti sebanyak 14 tim. Selain se-Provinsi Kepri, juga ada tim dari negara Malaysia dan Singapura yang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut.

Meskipun tampil dibawah angin kencang dan gerimis, 2 dari 3 tim tuan rumah (Kabupaten Karimun) mampu mengukir prestasi terbaik, yakni juara 1 dan juara 2.

Tim tuan rumah yang keluar sebagai juara 1 dengan membawa pulang hadiah berupa uang sebesar Rp 25 juta ditambah piala adalah Hoa Sen dari Kecamatan Meral. Tim menampilkan aksi dengan tema ‘Singa Mencari Chai Chin di Sungai’ ini memperoleh poin 8,80. 

Kemudian juara 2 tim Kuangnan Bima Satya. Tim dari Tanjung Batu Kundur menampilkan aksi dengan tema ‘Menelusuri Halaman Rumah yang Misterius’ tanpa ada pemotongan nilai. Poin yang diperolehnya 8,78 poin. Untuk uang pembinaan didapat Rp 20 juta ditambah piala.

Kemenangan yang diraih tim rumah tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

"Sejak awal bertanding di ruang terbuka tidak mudah. Sebab, ada faktor angin. Namun Mentalitas juara mereka memang kuat dan menyudahi pertunjukan dengan tanpa pemotongan nilai. Ini perlu kita berikan apresiasi," ujar Rizki.

Sementara itu juara 3 didapat tim Hoon Hong dengan menampilkan tema ‘Barongsai Mabok Anggur’ asal Singapura. Poin yang diperoleh tim ini 8,66 dan menerima uang pembinaan Rp 17 juta.
Kemudian juara harapan 1 mengumpulkan 8,65 poin tim Persatuan Kebudayaan dan Sukan Yan Wong dari Malaysia. Juara harapan 2 tim Thai Hing Nam Wah dengan skor 8,63. Juara harapan 3 tim Zhu Yun Gong asal Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar saat diwawancara wartawan merasa senang, Festival Barongsai tahun berlangung  sukses. Itu semua tidak terlepas adanya kerjasama Disparbud Karimun dan Kemenpar RI.
"Event berjalan lancar, lalu respon besar diperlihatkan publik. Secara keseluruhan kami puas. Tahun depan peserta festival yang tujuannya untuk mendongkrak wisman dari luar negeri diusahakan 20 tim. Karena FOBI menyampaikan banyak tim dari Hongkong, Taiwan dan Thailand yang berminat ikut," ucapnya.
]]>
<![CDATA[karimun dipilih sebagai tuan rumah festival barongsai 2019]]>Thu, 18 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/karimun-dipilih-sebagai-tuan-rumah-festival-barongsai
Karimun - Pemerintah Provinsi  Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menggelar event berskala internasional, yakni "Festival Barongsai" tahun 2019. Kembali, Pemprov Kepri memilih daerah berlandaskan 4 Azam  (Kabupaten Karimun) menjadi sebagai tuan rumah pelaksanaan festival tersebut. Tercatat sudah yang ketiga kalinya Kabupaten Karimun dipercaya sebagai tuan rumah.
Event berskala internasional itu akan dilaksanakan dari tanggal 26-27 April nanti di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Tanjung Balai Karimun.

"Karimun pintu masuk wisawatan mancanegara selain Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Disparbud Karimun awalnya yang mengadakan Festival Barongsai, Dispar Kepri bantu back up," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar menyampaikan alasan memilih Kabupaten Karimun sebagai tuan tumah festival tersebut saat dikonfirmasi kepriterkini.id, Jumat (19/4/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuan diadakan Festival Barongsai sebagai ajang mempromosikan daerah, daya tarik meningkat kunjungan wisatawan domestik dan juga mancanegara.
Tujuan lain sambungnya, pelestarian nilia-nilai budaya di Kepri serta mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pariwisata. Buralimar menyebutkan, festival Barongsai yang sudah menjadi agenda rutin (tahunan) Dispar Kepri tahun ini diikuti 
 
"Festival Barongsai tahun ini sebanyak 14 tim. Rinciannya 7 tim dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, 7 tim lagi dari Indonesia asal Kepri. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 12 tim," jelasnya. Buralimar menyakini, atraksi yang ditampilkan dari masing-masing tim atau peserta pada festival tersebut bakal memukau para penonton.

​"Atraksi barongsai sangat digemari wisatawan, sehingga yakin event ini pun bakal menarik banyak pelancong. Tahun ini, Kepri targetkan kunjungan wisatawan sebanyak 200 ribu orang. Target ini khusus pada festival Barongsai," katanya mengakhiri.
]]>
<![CDATA[PENYAMBUTAN WISATAWAN MANCANEGARA 2019]]>Wed, 02 Jan 2019 02:43:21 GMThttp://karimuntourism.com/news/penyambutan-wisatawan-mancanegara-2019
Riuh kompang menandai penyambutan wisatawan perdana dari Malaysia & Singapura ke Tanjung Balai Karimun dilaksanakan selasa pagi (1/1/2019). Sejumlah wisatawan disambut oleh pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun. Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim turut serta mengalungkan bunga kepada wisatawan yang pertama menginjakkan kaki di Kabupaten Karimun Bumi Berazam di Tahun 2019. Wisatawan lalu diberikan setangkai bunga telur dan acara diakhiri dengan pembagian Voucher Hotel bagi wisatawan yang beruntung.
]]>
<![CDATA[disparbud karimun gelar workshop tari & musik]]>Fri, 31 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/disparbud-karimun-gelar-workshop-tari-musik
gerbangkepri.co.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun Provinsi Kepri menggelar workshop tari dan musik di Hotel Balai View Tanjung Balai Karimun. 

Workhsop berlangsung selama tiga hari diikuti 7 sanggar dari Pulau Kundur, 2 sanggar dari Moro, sanggar-sanggar di Pulau Karimun besar serta utusan-utusan dari SLTP dan SLTA ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri, Jumat (31/8/2018).

Dalam kegiatan ini dihadirkan sebanyak tiga orang narasumber dari Pusat, Riau dan Karimun.
Kadisparbud Kabupaten Karimun mengatakan, tujuan workhsop untuk menggali dan mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai seni budaya, terutama seni tari dan musik khususnya seni budaya Melayu yang merupakan jati diri serta merupakan kekayaan intelektual bangsa.

Selain itu tujuan lainnya, sebagai ajang penyaluran ide dan bakat seni yang bernilai positif bagi pekerja seni musi serta tari di Kabupaten Karimun.

"Workshop setiap tahun dilaksanakan ini untuk silaturahmi antara sesama pekerja seni dan juga menimba ilmu, menyamakan persepsi dalam berksenian dan berbudaya juga meningkatkan SDM 
SDM dibidang seni dan tari," ungkapnya.

Zamri juga menyampaikan, Disparbud Karimun juga membantu sanggar-sanggar dibawah binaannya mendapatkan dana pembinaan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI).

"Tahun 2018 ini ada 5 sanggar yang mendapatkan dana pembinaan dari Kemenpar RI. Masing-masing sanggar senilai Rp 100 juta. Untuk tahun 2017 ada 3 sanggar menerima dana hibah tersebut," pungkasnya.
]]>
<![CDATA[apresiasi seni & budaya semarakkan hut ri 73]]>Sat, 18 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/apresiasi-seni-budaya-semarakkan-hu-ri-73
Silabuskepri.co.id, Karimun — Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 Tahun, Pemkab Karimun melalui Dinas Parawisata dan Budaya (Disparbud) bekerja sama dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menggelar kegiatan malam apresiasi seni & budaya, Sabtu (18/08/2018) Malam, di Panggung Putri Kemuning Coastal Area
Dalam kegiatan ini di ikuti oleh berbagai suku yang ada di Kabupaten Karimun dan tergabung dalam wadah FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) Salah satu diantaranya Suku Nias sumatera utara yang di motori oleh Paguyuban Masyarakat Nias Indonesia (PMNI) Karimun.
Dalam kesempatan itu, Suku Nias mempersembahkan “Tari Maena” Menurut sejarahnya, Tari Maena ini merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat suku Nias yang sudah ada sejak dahulu kala, dan sudah diwariskan secara turu-temurun hingga sekarang.
Sejak dulu tarian ini sering dilakukan sebagai bagian dari seremonial adat masyarakat suku Nias. Kebiasaan tersebut kemudiaan terus berlanjut dan masih sering dilakukan hingga sekarang.” Kata seorang pembawa acara
Soginoto Daeli selaku ketua PMNI Karimun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah Karimun dan FPK atas kesempatan yang diberikan utk menampilkan tarian budaya Suku Nias ditengah-tengah kemajemukkan yang ada di kabupaten Karimun.
“Terima kasih kepada Pemkab Karimun dan FPK yang memberi kesempatan kepada Masyarakat Suku Nias untuk menampilkan Budaya nya ditengah-tengah kemajemukkan walau dilihat dari segi kuantitas minoritas” Kata Daeli.
Dari pantauan silabuskepri co.id kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari 18-20 Agustus 2018. (James Nababan)
]]>
<![CDATA[LESTARIKAN BUDAYA LEWAT FESTIVAL REOG]]>Fri, 17 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/lestarikan-budaya-lewat-festival-reog
batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun menggelar Festival Reog di Coastal Area, Sabtu (18/8). Festival dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Festival ini diikuti tiga grup yakni Gembong Singo Mudo Bukit Tiung, Singo Bangkit Alur Jongkong, dan Singo Anom Junior Bukit Tiong.
”Festival digelar selain sebagai ajang menjalin tali silaturahmi antarbudaya reog, sekaligus untuk melestarikan kebudayaan nusantara yang ada di Karimun ini,” ujar Aunur Rafiq.
Apalagi Karimun yang berba­ta­s­an langsung dengan Malaysia dan Singapura, festival ter­se­but bisa menjadi daya tarik ters­endiri agar wisman manca ne­gara mau berkunjung ke Karimun. ”Kita patut bersyukur, Kabupaten Karimun memiliki banyak sekali kebudayaan dan kesenian. Semua hidup rukun berdampingan,” terangnya.
Pada festival reog kali ini, juara pertama diraih grup reog Gembong Singo Mudo Bukit Tiung Karimun, disusul Singo Bangkit Alur Jongkong Tebing, serta Singo Anom Junior Bukit Tiung. Untuk juara pertama berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, juara kedua Rp 7,5 juta, dan juara ketiga Rp 5 juta. (tri)
]]>
<![CDATA[hiburan rakyat dipusatkan di coastal area]]>Thu, 16 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/hiburan-rakyat-dipusatkan-di-coastal-area
Batampos.co.id – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menyelenggarakan berbagai kegiatan masyarakat di Coastal Area. Mulai perlombaan jong, panjat pinang, hingga balap karung.
Kegiatan dimulai dengan perlombaan jong di Pantai Pelawan oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Kamis (16/8). ”Kegiatan ini sebagai hiburan masyarakat sekaligus menyemarakan HUT ke-73 RI,” kata Kepala Dispar Kabupaten Karimun Zamri, kemarin.
Kegiatan tersebut, lanjut Zamri, juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan keber­samaan warga. ”Walaupun hadiahnya tidak besar, tapi rasa kebersamaan dan kekompakan dalam meraih hadiah itu yang menjadi seru,’’ tuturnya.
Selain lomba, Jumat (17/8) malam pihaknya juga akan menyelenggarakan festival reog di Coastal Area. Rentetan kegiatan ter­sebut selain meng-hibur diharapkan bisa mendong­krak ekonomi. Terutama para pedagang yang ber­jualan di area Coastal Area.
”Mudah-mudahan bi­sa mendongkrak wisatawan luar negeri. Sebab, ne­gara tetangga biasanya berkunjung ke Karimun,’’ ujarnya.
Pantauan di lapangan, kemeriahan hari kemerdekaan RI begitu terasa di Coastal Area. Ratusan bendera merah putih berkibar di sepanjang kawasan yang menjadi salah satu tempat wisata di Karimun tersebut.(tri)
]]>
<![CDATA[Ratusan Peserta Ikuti Lomba Jong Di Pantai Pelawan]]>Thu, 09 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/ratusan-peserta-ikuti-lomba-jong-di-pantai-pelawan
Karimun (Kepriterkini.co.id) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun Provinsi Kepri kembali menggelar lomba jong tahun 2018 ini. Kali ini lomba yang digelar di Pantai Pelawan berlangsung sekitar tiga hari sejak, Jumat (10/8/2018) diikuti lebih dari 300 peserta. Peserta yang mengikuti tidak hanya dari Kabupaten Karimun atau se-Provinsi Kepri, tapi sejumlah daerah di Provinsi Riau bahkan dan dari Malaysia juga ambil bagian dalam lomba tersebut.
Lomba ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim didampingi Kadisparbud Zamri. Wabup Karimun mengatakan, lomba jong ini sudah menjadi event tahun Pemkab Karimun yang melekat di Disparbud. Tujuannya sambung Wabup, salah satu giat-giat untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke daerah berlandaskan empat azam ini. 
"Perlombaan jong merupakan budaya Kabupaten Karimun yang perlu dipertahankan dan dilestarikan agar tidak mati pada generasi berikutnya," pinta Amwar Hasyim. Dalam perlombaan ini Disparbud telah menyediakan hadiah untuk peserta yang keluar sebagai juara. Hadiah dimaksud berupa uang dan piala.
]]>
<![CDATA[festival lampu colok, tradisi saat ramadhan]]>Sun, 27 May 2018 02:30:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/festival-lampu-colok-tradisi-saat-ramadhan
BATAMTODAY.COM, Karimun - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun kembali menggelar perlombaan Festival Lampu Colok tahun 2018, dengan total hadiah Rp37 juta.
Kabid Sejarah dan Cagar Budaya, Azmizar Firtarti, menjelaskan, untuk kriteria penilaian arsitektur bangunan gapura yang bernuansa Islami, harus terlihat keindahan dan kemeriahan lampu colok serta partisipasi masyarakat dalam ikut serta memeriahkan lampu colok tersebut.

"Untuk tinggi pintu gapura wajib minimal 4 meter, lebar gapura tidak mengenai drainase atau badan jalan dan tidak berada di area tegangan listrik. Dan untuk penilaian akan dimulai pada 27 Ramadhan 1439 H," kata Azmizar kepada BATAMTODAY.COM, Sabtu (26/5/2018).

Lebih jauh dikatakan, para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan bagi juara I Rp10 juta, juara II Rp8 juta, juara III Rp6 juta, juara IV Rp4 juta, juara V Rp3 juta, juara VI Rp2 juta, dan juara VII, VIII, IX, X masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Biasanya perlombaan ini hanya di wilayah Pulau Karimun besar saja, namun kali ini seperti Pulau Kundur juga ikut berpartisipasi memeriahkan semarak festival lampu colok tersebut.

"Untuk penilaian di Karimun pada 27 Ramadhan dan untuk di Pulau Kundur 28 Ramadhan. Dan juri dari Kemenag, Dinas PU Karimun, serta LAM," katanya.

Dia juga mengatakan, perlombaan ini merupakan suatu bentuk budaya yang telah ada sejak dulu, di samping  juga untuk mengingatkan bahwa dahulu belum ada listrik dan hanya menggunakan lampu colok.

"Setidaknya dengan adanya lampu colok ini memberikan peringatan kepada kita, dahulu listrik belum ada dan hanya menggunakan lampu colok," katanya.

Dia berharap dengan diselenggarakannya festival lampu colok ini, memberikan kegembiraan bagi masyarakat Karimun dan dapat dipertahankan sebagai tradisi yang sudah melekat di hati masyarakat Karimun itu.
]]>
<![CDATA[LOMBA MANCING BERHADIAH SEPEDA MOTOR]]>Mon, 26 Mar 2018 03:30:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/lomba-mancing-berhadiah-sepeda-motor

​Karimun (marwahkepri.com) – Lomba Mancing berhadiah 3 unit Sepedamotor dan uang tunai yang diselenggarakan masyarakat Desa Limau Kecamatan Ungar Kabupupaten Karimun, resmi ditutup Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Minggu (25/3/2017). Penutupan Lomba Mancing itu, turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kepri, DPRD Kabupaten Karimun, Kapolsek Kundur Kompol Wisnu dan sejumlah Kepala OPD Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.

Dalam sambutanya, Bupati menyampaikan apresiasi atas antusiasnya masyarakat yang mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang mengikuti lomba, berjumlah 568 orang. Dikatakan, lomba mancing itu, akan menjadi agenda tahunan yang dananya akan ditanggung oleh Pemkab Karimun melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun.
Disebutkan, selain agenda tahunan yang nantinya akan dilaksanakan, Pemerintah Daerah juga akan membenahi lokasi objek wisata Desa Batu Limau Kecamatan Ungar untuk lebih baik. Pembenagan, akan dimulai dengan penambahan fasilitas-fasilitas maupun sarana-sarana pendukung yang dibutuhkan oleh Pantai tersebyt. Sehingga kedepan, pantai Batu Limau Desa Limau Kecamatan Ungar itu, bisa menjadi salah satu icon dan objek wisata favorit di Kecamatan Ungar.

“Kita akan bangun batu miring pada bibir pantai. Sehingga akan tampak lebih rapi. Jembatan-jembatan yang dianggap perlu dan sebagai pendukung, juga akan dibangun dilokasi ini,” ungkapnya
Selain itu, sambung Rafiq, batu besar yang ada dilokasi wisata itu, akan dilakukan renovasi untuk dijadikan ikon dengan pembuatan tangga dan tulisan nama Pantai Desa Limau. Selanjutnya, melalui masyarakat yang berkunjung dan Dinas terkait, akan mempromosikan dan memviralkanya melalui media sosial kepada masyarakat luas.

Dengan hal itu, tambahnya, tentunya akan dapat menambah nilai dan daya tarik tersendiri untuk menarik para wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan  berkunjung ke lokasi wisata Pantai Batu Limau, Desa Limau Kecamatan Ungar Kabupten Karimun ini.
Adapun Juara I pada perlombaan itu, diraih oleh pemancing setempat, atas nama Jailani, dengan berat ikan (Ikan Pari) seberat 8.4 Kilogram. Juara II diraih Hasbullah, dengan berat ikan (Ikan Setunggang) 6.9 Kilogram dan Juara III diraih oleh Udi, berat ikan (Ikan Pari) 4,6 Kilogram. Hadiah para pemenang, diserahkan Bupati Karimun dan Anggota DPR, DPRD, Kapolsek dan Panitia Pelaksana.

Hadiah untuk Juara I, mendapatkan hadiah 1 unit Sepedamotor+uang tunai Rp 3 Juta, Juara II Sepedamotor+uang tunai Rp 2 Juta dan Juara III+uang tunai Rp 1 Juta. Sedangkan untuk Juara IV, mendapatkan hadiah Televisi, Juara 5&6 Joran Pancing, Juara 7&8 Kipas Angin dan juara 9&10, satu unit Handphone per pemenang.

Lomba pancing berhadiah 3 unit Sepedamotor dan Jutaan Rupaih uang tunai serta puluhan hadiah lainya itu, sudah digelar sebanyak 3 kali oleh masyarakat setempat dan disejalankan dengan Pesta Pantai Batu Limau Desa Limau Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun, Kepulauan Kepri. (mk/hasian)
]]>
<![CDATA[festival barongsai karimun, kembali digelar]]>Sat, 17 Mar 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/festival-barongsai-karimun-kembali-digelar
SPORTOURISM – Menikmati pertunjukan Barongsari tidak harus menunggu Imlek atau perayaan tertentu. Saat ini pun bisa. Kalau tidak percaya, datang saja Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), akhir pekan ini.

Pada 16-17 Maret, akan digelar Festival Barongsai 2018. Lokasinya ada di Panggung Rakyat Putri Kemuning, Coastal Area, Tanjung Balai Karimun.

“Kami memberikan suasana berbeda dari tahun pertama lalu. Festival tahun ini jelas akan dibuat lebih meriah. Yang tampil di sini adalah tim-tim terbaik,” ujar Kepala Seksi Atraksi Promosi dan Kerjasama Pariwisata Tanjung Balai Karimun Benny Yudistira, Rabu (14/3).

Festival Barongsai 2018 akan diikuti 12 tim. Dari jumlah itu, empat tim diantaranya berasal dari Malaysia dan Singapura. Malaysia menjadi delegasi terbesar dengan mengirimkan 3 tim. Sementara Singapura menurunkan 1 tim.

Sisanya dibagi merata untuk tim-tim asal Kepri. Tuan rumah Tanjung Balai Karimun dan Batam diberi 2 slot. Satu tim masing-masing diisi Tanjung Batu Kundur, Dabo Singkep Lingga, Tanjung Pinang, dan Uban.
“Karena alasan non teknis, undangan untuk tim dari Semarang dan Selat Panjang diubah. Kami ingin lebih mengoptimalkan tim dari Malaysia dan Singapura. Sebab, kami ingin mengoptimalkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman),” ujar Benny.

Dengan hadirnya tim mancanegara, Tanjung Balai Karimun sedikitnya akan mendatangkan 40 wisman. Asumsinya, setiap tim dari Singapura dan Malaysia ini membawa crew hingga 10 orang. Belum lagi potensi wisman lainnya. Berstatus sebagai crossborder, Tangjung Balai Karimun diuntungkan karakter wisatawan dua negara itu yang menyukai event budaya.

“Kami berusaha menghadirkan wisman sebanyak-banyaknya. Jumlah personil tim luar dioptimalkan. Kami harus mengejar target kunjungan wisman minimal 2% setiap tahun. Biasanya kalau event seperti ini relatif mudah mengundang wisatawan dari Malaysia atau Singapura. Jaraknya dekat dan murah,” kata Benny yang juga PPTK Kegiatan Festival Barongsai.

Menambah daya tarik festival, beragam hiburan disiapkan. Meski kental dengan nuansa Tionghoa, tapi space lebar tetap dibuka bagi budaya lokal.

Mengoptimalkan peran sanggar Pusat Latihan Seni Pelangi Budaya Karimun, Tari Persembahan pun akan disajikan. Menguatkan rasa milenial, live musik juga akan diberikan. Benny juga menerangkan, Festival Barongsai ingin memberi kesan bagi wisatawan.

“Kami ingin memberikan kesan bagi wisatawan, terutama mereka yang baru berkunjung. Ada banyak hiburan yang sudah disiapkan, apalagi Festival Barongsai ini rencananya digelar malam hari. Terkait dengan pelaksanaannya, nanti akan dibahas saat technical meeting,” ujarnya lagi.

Rencananya, technical meeting akan digelar Kamis (15/3) pukul 16.00 WIB. 12 Tim peserta akan dibagi menjadi dua grup. Hari pertama festival digelar Jumat (16/3) dan akan diikuti 5 tim. Sisa 7 tim lainnya akan bertanding di Sabtu (17/3).

Sebelum bersaing, tim-tim peserta diizinkan mencoba venue. Masing-masing tim diberi waktu 20 menit untuk menguji venue.

“Komposisi pembagian grup akan dilakukan saat technical meeting. Urutan komposisi tim yang akan uji venue juga menurut hasil drawing saat technical meeting. Nantinya tetap ada opening dan closing ceremony yang meriah. Pokoknya jangan sampai terlewatkan, sebab aksesnya mudah,” jelas Benny.

Posisi Tanjung Balai Karimun cukup strategis buat wisatawan dari Malaysia dan Singapura. Aksesibilitas menuju Tanjung Balai Karimun tidak sulit. Bagi wisatawan asal Malaysia, destinasi ini bisa ditempuh dari Pelabuhan Kukup dan Putri Harbour. Total ada 9 trip per hari kapal yang melayani rute ini.

Kalau dari Singapura ada 4 kali trip. Bila wisatawan dari Batam, maka setiap jamnya ada kapal yang melayani rute ini. Pulau Karimun juga terhubung dengan Pekanbaru, Dumai, dan Selat Panjang.

“Meskipun Festival Baringsai ini baru memasuki tahun ke dua, tapi potensinya sangat besar. Event pada tahun lalu meriah. Dengan berbagai inovasi pengemasan yang lebih baik, tahun ini pasti lebih. Selain itu aksesibilitas dan akomodasi di Karimun sangat bagus. Kulinernya banyak dan nikmat. Harganya juga sangat murah,” ungkap Ketua Pelaksana Calendar of Eevent 2018 Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti.

Selain atraksi dan aksesibilitas, aspek amenitas Tanjung Balai Karimun juga luar biasa. Mulai dari homestay hingga hotel berbintang tersedia. Jumlah mencapai 46. Soal harga, cukup ramah. Sebab harga Rp100 ribu hingga jutaan per malam tersedia banyak.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, konsep budaya sangat disukai oleh wisman.
“Festival Barongsai ini menjadi daya tarik lain pariwisata. Karimun sangat memenuhi aspek 3A karena levelnya sebenarnya dunia. Kami berharap Festival Barongsai ini sukses penyelenggaraan juga secara ekonomi. Dengan banyaknya wisman yang masuk, maka ekonomi masyarakat akan terbantu,” pungkas Menteri asal Banyuwangi tersebut. (*)

Gerbangkepri.co.id - Bintan Dragon dan Lion Atletik Associaton Tanjungpinang dengan perolehan nilai 8,51 kembali sebagai  juara Pertama Festival Barongsai Karimun untuk kedua kalinya di Kabupaten Karimun tahun 2018.

Grup barongsai tersebut, tercatat dua kali berturut-turut diposisi juara satu. Sementara juara kedua didapat grup Persaudaraan Barongsai Batam dengan nilai 8,38, juara ketiga diperoleh Zhu Yun Gong dengan nilai 8,38 kemudian juara keempat didapat oleh Hoon Hong Singapura dengan nilai 8,33.

Dalam festival diikuti sebanyak 12 grup ini selama dua malam bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun ini berhadiahkan uang pembinaan Rp 15 juta (juara 1), Rp 10 juta (juara II),  Rp 7,5 juta (juara III) dan Rp 3 juta (juara IV). Selain uang pembinaan juga diberikan piala.

Penyerahan hadiah kepada juara-juara festival barongsai tahun ini, diserahkan langsung oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Kadispar Provinsi Kepri, Buralimar.

"Festival tahun depan akan ditambah lagi hadiahnya (uang pembinaan) dan grup yang mengikuti juga harus lebih banyak, dalam mendorong sektor pariwisata di Kepri," ujar Nurdin diwawancara wartawan usai menyerahkan hadiah.

Dikatakan Nurdin juga, selain event internasional di sektor pariwisata juga di sektor matirim.
"Mungkin itu jet ski atau sampan layar akan dijadikan event internasional. Saat ini Kepri sudah menjadi nomor 3 tujuan wisman dibawah Bali dan Jakarta. Target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 2,2 sampai 2,5 juta jiwa," tutur Nurdin mengakhiri.

Sementara itu Kadispar Provinsi Kepri, Buralimar memyebutkan festival barongsai tahun depan akan mendatangkan peserta lebih banyak lagi, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Selain mendatangkan peserta lebih banyak lagi, juga akan menghadirkan artis terkenal dari Hongkong, yakni Jackie Chan," katanya.

Ia menyampaikan, festival barongsai dilaksanakan di Kabupaten Karimun untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah berlandaskan 4 Azam tersebut.
"Target kunjungan wisman ke Karimun tahun ini 100 ribu jiwa. Melalui festival tersebut kita bantu meningkatkan kunjungan wisman ke Karimun," pungkasnya.(red)
]]>
<![CDATA[KUNJUNGAN WISMAN KE KARIMUN MENURUN]]>Sun, 31 Dec 2017 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kunjungan-wisman-ke-karimun-menurunPicture
Penurunan jumlah kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal di Kabupaten Karimun akhir-akhir ini, ternyata menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perputaran roda perekonomian dengan tingkat pertumbuhan di tahun 2017 yang hanya mencapai 2,54% dibandingkan tahun 2016, sebanyak 6,70%  untuk Propinsi Kepulauan Riau.

Menurunnya jumlah wisatawan itu juga dipacu oleh tutupnya perusahaan galangan kapal PT. Saipem, yang memberhentikan pekerjanya hampir 13 ribu orang, pada tahun 2017, hal ini juga menjadi penyebab kurangnya orang asing yang datang di Kabupaten Karimun.

Hal itu disampaikan kepala Imigrasi kelas II Tanjung balai karimun, Ari Yuliansa, saat dijumpai di ruang kerjanya. Menurut Mas Ari, kunjungan wisatawan wna dan wni di 2016 dan 2017, terjadi penurunan yang  tajam, kemungkinan karena tutupnya beberapa perusahaan seperti PT. Saipem.

Dari data yang dikeluarkan pihak Imigrasi kelas II Tanjung Balai Karimun, jumlah wisman yang datang di karimun untuk tahun 2016 berjumlah 327, 073 orang sedangkan tahun 2017 hanya berjumlah 87.394 orang.

]]>
<![CDATA[WISMAN MENYERBU KARIMUN]]>Tue, 26 Dec 2017 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kunjungan-wisman-ke-karimun-menurun9774391Picture
KABUPATEN Karimun, Kepulauan Riau, saat libur Natal 2017 dan jelang Tahun Baru 2018 diserbu kunjungan pelancong atau wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura dan Malaysia.

​"Desember kunjungan wisman ke Karimun cukup banyak, diperkirakan akan terus bertambah," kata Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerja Sama Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Benny Yudishtira, di Tanjung Balai Karimun, Selasa (26/12).

Ramainya kunjungan wisatawan mancanegara ke Karimun karena liburan yang cukup panjang, dan letaknya strategis bagi pelancong Singapura dan Malaysia. "Letak Karimun yang sangat strategis dari sisi letak geografis dan jarak tempuh yang singkat," katanya.


Selain tujuan mengunjungi objek-objek wisata, menurut dia, sebagian besar wisatawan mancanegara mengunjungi rumah-rumah ibadah, berziarah, dan ada pula yang mengunjungi kerabat dekatnya.

"Karena histori Karimun itu sendiri, baik dari sejarah yang tertulis maupun hubungan emosional antara masyarakat kita dengan kedua negara ini," katanya.

Hubungan emosional tersebut, dikemukakannya, karena sebagian masyarakat Karimun memiliki kerabat dekat, bahkan sanak famili di salah Singapura ataupun Malaysia.

"Makanya, tak heran lagi kalau hampir seluruh masyarakat Karimun ini punya paspor, karena tujuannya untuk mengunjungi saudaranya," kata Benny.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Karimun selama Desember tahun lalu sebanyak 9.765 jiwa, catatnya. Dia optimistis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini melebihi angka tahun lalu, meskipun pihaknya tidak mengadakan acara wisata sama sekali.

"Harapan tentunya melebihi dari kunjungan pada tahun lalu," demikian Benny Yudishtira. (OL-2)

]]>