<![CDATA[Karimun Tourism - Official Site - BLOG]]>Tue, 10 Nov 2020 22:48:02 +0700Weebly<![CDATA[DUKUNGAN GERAKAN 5 JUTA MASKER DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PILKADA SEHAT 2020]]>Tue, 10 Nov 2020 12:35:28 GMThttp://karimuntourism.com/news/dukungan-gerakan-5-juta-masker-dalam-rangka-mewujudkan-pilkada-sehat-2020
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menunjukkan komitmennnya dalam rangka mendukung kegiatan 5 Juta masker yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam pendistribusian masker kepada masyarakat umum ini, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun memusatkan titik pendistribusian di objek wisata yang ada di pulau Karimun, yakni di Pantai Pelawan & Pantai Indah Pangke. 

Pada saat launching 5 juta masker, Selasa (10/11) di Batam, yang juga dihadir oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa launching 5 juta masker untuk masyarakat ini, terbesar hingga saat ini di Indonesia. Diharapkan, kegiatan itu dapat mendorong kesadaran dalam melindungi diri.

Pada kesempatan itu, Tito mengingatkan jika saat ini dunia tidak hanya krisis kesehatan. Namun sudah multidimensi. Dampak Covid-19 sudah mengganggu ekonomi dunia, termaksud Indonesia.
Sehingga setiap kepala daerah diminta menyelesaikan krisis multidimensi. Dan tidak cukup hanya fokus pada penanganan Covid-19. Karena itu, dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran, harus berorientasi pada stimulus ekonomi juga, serta untuk bantuan sosial.

“Itu harus dikoordinasikan ke DPRD. Alokasi juga, tidak hanya fokus pada covid,” ujar Tito mengingatkan.
Diakui, Kemendagri dan Kementeri Keuangan, merumuskan, relokasi dan refocussing anggaran. Sehingga, anggaran digunakan kepala daerah, untuk menyelesaikan krisis multi dimensi.

Disampaikan juga soal komitmen Bupati dan Wali Kota se Kepri, untuk penanganan Covid-19. Diantaranya, dengan penyediaan laboratorium PCR. Dimana, saat ini sudah diresmikan laboratorium di RS Ahmad Tabib Tanjungpinang. Kemudian satu alat untuk laboratorium dikirim ke Karimun.


#launching5jutamasker
#pilkadasehat2020
#pahlawankemanusiaan
]]>
<![CDATA[gerakan karimun bermasker di destinasi wisata]]>Tue, 10 Nov 2020 02:59:10 GMThttp://karimuntourism.com/news/gerakan-karimun-bermasker-di-destinasi-wisata
Gerakan Satu Juta Masker dilakukan dalam rangka mewujudkan Pilkada Sehat 2020 Se-Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Gebrak Masker Se-indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI dalam rangka menyukseskan Pilkada yang sehat di masa Pandemi Covid-19.

Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun dalam hal ini ikut mendukung dan berpartisipasi menyediakan masker serta mendistribusikan secara berkala dan langsung kepada masyarakat di Kabupaten Karimun khususnya di objek wisata yang  dilaksanakan di Pantai Pelawan, Pantai Indah, Pantai Ketam dan Kolam Tamara, Minggu (01/11/2020).
]]>
<![CDATA[pengukuhan kelompok sadar wisata kab. karimun]]>Wed, 21 Oct 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pengukuhan-kelompok-sadar-wisata-kab-karimun
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata di ruang rapat Mawar Merah, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Rabu (22/7/2020). Maksud dan tujuan dari pertemuan ini guna mengembangkan kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai motivator, penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pertemuan
 dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Camat Karimun, Camat Meral Barat, Camat Belat, Kepala Desa Pangke Barat, Kepala Desa Penarah, Kepala Desa Tebias, Ketua dan perwakilan pengurus POKDARWIS Limbung Naga, Tanjung Batu Putih, Tebias Eksplorasi dan Pelawan Bestari yang  menghasilkan beberapa poin pertemuan sebagai berikut :


Dikukuhkan 4 (empat) Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berkedudukan di Kecamatan Belat dan Kecamatan Meral Barat, dengan masing-masing rincian sebagai berikut:
a. Kelompok Sadar Wisata Limbung Naga, berkedudukan di Desa Penarah, Kec. Belat;
b. Kelompok Sadar Wisata Tanjung Batu Putih, berkedudukan di Desa Penarah, Kec. Belat;
c. 
Kelompok Sadar Wisata Tebias Eksplorasi, berkedudukan di Desa Tebias, Kec. Belat;
d. Kelompok Sadar Wisata Pelawan Bestari, berkedudukan di Desa Pangke Barat, Kec. Meral Barat.

Adapaun seharusnya Kelompok Sadar Wisata Pantai Lestari Island yang berkedudukan di Desa Tulang, Kec. Karimun juga ikut untuk dikukuhkan namun tidak dapat hadir sehingga pengukuhannya ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan sesuai arahan dari Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun.

]]>
<![CDATA[pengukuhan dewan kesenian karimun 2020 - 2024]]>Tue, 06 Oct 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pengukuhan-dewan-kesenian-karimun-2020-2024
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karimun Heri Andrianto melantik Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Karimun Periode 2020-2024 bertempat di Gedung Nasional, Rabu (7/10/2020).

Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memilki suku/etnis dan budaya yang begitu beragam sehingga memberikan warna yang begitu banyak pada aneka seni dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Karimun

“Besar harapan kami terhadap dewan kesenian ini, nantinya kedepannya bisa membantu mengangkat budaya Melayu kita.

Tapi, tentunya kami harapkan juga kepada pengurus dewan kesenian untuk tidak melupakan kesenian-kesenian dari suku daerah lainnya, kata Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto.
Heri Andrianto berharap dengan dilaksanakan pengukuhan ini mampu membawa dewan kesenian karimun ini kearah yang lebih baik.

Oleh karena itu, keberadaan dewan kesenian Kabupaten Karimun memiliki arti penting dan bermakna strategis sebagai wadah dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya kepada generasi penerus, ujarnya Pjs Karimun Heri Andrianto menambahkan.

Lebih lanjut, Ia menerangkan  bicara soal dewan kesenian berarti sudah merangkul semua jenis seni yang ada di Karimun.

Untuk itu, Ia berharap kepada ketua dewan kesenian terpilih harus bisa membina anak seni yang ada di Kabupaten Karimun agar mampu membawa seni Karimun dalam ajang perlombaan tingkat daerah, Nasional dan internasional,” ujarnya.


“Saya mengajak kepada kepengurusan dewan kesenian periode 2020-2024  untuk menjadikan Pelantikan Dewan Kesenian Kabupaten Karimun sebagai salah satu momentum terbaik dalam pembinaan seni budaya, yang dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Karimun sebagai rumah kita,” kata Pjs Bupati Karimun.

Sementara itu, ketua kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Karimun periode 2020-2024, WR .Adji mengatakan,langkah awal yang harus kita lakukan untuk memajukan dewan Kesenian ini adalah dengan melakukan pendataan kumpulan ank-anak seni di Kabupaten Karimun dengan memulai dari tari, foto, lukis dan lainnya untuk kita lakukan pembinaan kedepannya, tutupnya.(*)

Penulis  : James Nababan
Editor    : Lukman Hakim
]]>
<![CDATA[SILATURAHMI & PEMBINAAN BERSAMA SANGGAR SENI TARI SE-PULAU KARIMUN]]>Thu, 23 Jul 2020 02:27:23 GMThttp://karimuntourism.com/news/silaturahmi-pembinaan-bersama-sanggar-seni-tari-se-pulau-karimun
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun bersilaturahmi bersama 19 sanggar seni tari se-pulau Karimun di ruang rapat Gedung Sugie, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Rabu (22/7/2020). Maksud dan tujuan dari diselenggarakannya pertemuan ini guna menjalin silaturahim dengan pelaku-pelaku seni khususnya sanggar seni tari se - pulau Karimun, dalam rangka menjalin komunikasi dan kerjasama di bidang seni dan budaya khususnya seni tari. 

Pertemuan
 dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Seni & Budaya, Rizal Syah, S.S, Kepala Seksi Seni & Nilai Budaya, Mimi Kartika, S.Pd menghasilkan beberapa poin pertemuan sebagai berikut :

  1. Membentuk link atau group whatshapp Sanggar Tari se - Kabupaten Karimun dengan tujuan agar tidak terputus komunikasi terkait geliat seni budaya..
  2. Mengharapkan kedepan forum seperti ini tetap berjalan secara berkala.
  3. Himbauan tentang tertibnya administrasi dan izin (legalitas) sanggar.
  4. Agar terlaksananya komunikasi dan koordinasi antara sanggar tari dan Disparbud.
  5. Agar informasi merata kepada seluruh sanggar terkait event-event seni budaya.
  6. Agar sanggar-sanggar lebih produktif dalam mengekpresikan karya seni, khususnya di era pandemik covid - 19.
  7. Dimasa New Normal, aktivitas-aktivitas seni tetap mengacu pada protokol kesehatan.
  8. Menghimbau para sanggar untuk dapat tampil di festival seperti di panggung Pantai Pelawan, Coastal Area secara mandiri dalam upaya melestarikan budaya daerah.
]]>
<![CDATA[kemenparekraf mencanangkan gerakan b.i.s.a di kabupaten karimun]]>Sun, 19 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-mencanangkan-gerakan-bisa-di-kabupaten-karimun
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menggelar kegiatan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Kali ini kegiatan tersebut dilakukan di Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, Kabupaten Karimun,Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BISA yang telah digelar sebelumnya di sejumlah destinasi wisata Kepri.

Kegiatan melakukan aksi bersih-bersih di sekitar destinasi wisata ini diikuti 100 orang. Kemenparekraf/Baparekraf, juga mendedikasikan alat-alat kebersihan berupa wastafel, sapu ijuk, sapu lidi, bak sampah, cangkul, parang, kantong plastik, keranjang sampah, pembersih lantai, hand sanitizer, sikat toilet dan lainnya.

Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Guntur Sakti dalam acara yang berlangsung di Pantai Pelawan, Minggu (19/7), mengatakan, BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Hj. Sensissiana; Kepala Desa Pangke Barat, M.Thamrin; Camat Meral Barat, Markus Tarigan; Kapolsek Meral Barat, AKP Dodi Santosa Putra; Kasubbag Keuangan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dewi Suryani; dan Koptu Efin W.S. yang merupakan Babinsa Pangke Barat.

"Industri pariwisata Indonesia menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19, mulai dari penurunan kedatangan wisman, perlambatan perjalanan domestik dan bahkan mempengaruhi usaha UMKM dan gejolak di sektor lapangan pekerjaan. Kini sektor pariwisata pun harus siap memasuki fase adaptasi kebiasaan baru," kata Guntur Sakti melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/7).

Covid-19 mengubah perilaku wisatawan, di mana mereka akan lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan dalam melakukan perjalanan wisata. Karenanya seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa mengantisipasi sejak awal kebutuhan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Hal itu juga sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan ranking Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pada 2020. Hasil TTCI 2019, pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 dalam kategori Health and Hygiene, dan peringkat ke-80 dalam kategori Safety and Security dari 140 negara.

]]>
<![CDATA[pencanangan wisata tangguh Covid-19 kabupaten karimun]]>Fri, 17 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pencanangan-wisata-tangguh-covid-19-kabupaten-karimun
Humas - Bupati Karimun bpk Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si Berserta FKPD dan komunitas sepeda KCC bersepeda ke pantai pelawan dan sekaligus melaksanakan pencanangan wisata tangguh Covid-19. Sabtu (18/7)

Dalam sambutannya Bupati Karimun mengajak seluruh masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari terutama pada saat berada diluar rumah seperti mengunjungi destinasi wisata yang ada di karimun. Bupati Karimun mengapresiasi seluruh pihak yang terkait dalam mewujudkan desa pangke dan objek wisata pantai pelawan sebagai daerah tangguh Covid-19.

​Harapan nya kita semua sama-sama mendukung program ini dan para petugas yang ada di objek wisata pantai pelawan selalu bisa memantau setiap pengunjung yang datang agar selalu mentaati aturan protokol kesehatan sehingga kita bersama bisa memutus penyebaran pandemi Covid-19 ini.
]]>
<![CDATA[Dispar kepri Gelar Peningkatan kapasitas SDM pariwisata pasca pandemik]]>Tue, 14 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/dispar-kepri-gelar-peningkatan-kapasitas-sdm-pariwisata-pasca-pandemik



​Dinas Pariwisata Provinsi Kepri kembali melaksanakan kegiatan PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA PARIWISATA PROVINSI KEPRI pada hari selasa tanggal 14 Juli 2020 hingga 16 Juli 2020 bertempat di Hotel Aston Karimun, dengan peserta yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata, Anggota Himpunan Pramuwisata, Anggota Genpi dan Pengelola Homestay di Kabupaten Karimun.

"Kata sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Drs.Buralimar M.siPada periode Januari-Desember 2019, Kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 16,106,954 kunjungan, dimana Kepri tetap menduduki peringkat kedua terbesar di Indonesia. Persentase 3 besar kunjungan wisman Periode Januari-Desember 2019, diantaranya Bali (38,96%), Kepri (17,79%), Jakarta (15,24%) dan lainnya (28,01%).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar Mengatakan, Di Fase New Normal seperti saat ini, sumber daya pariwisata di Kepri harus perlu disiapkan secara matang dalam memahami standar protokol kesehatan. Para pelaku usaha jasa wisata perlu menyiapkan tiga hal dasar yang menjadi prioritas guna menunjang sektor pariwisata yakni perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Selain itu juga kesiapan pariwisata kepri dalam mempromosikan tempat wisatawan media sosial juga harus terus disinergikan guna menginformasikan ke wisatawan bahwa Kepri siap kembali membuka pintu pariwisata dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pada pelaksanaan kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan kembali eksistensi positif Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Karimun dengan penerapan secara maksimal standar protokol kesehatan. Ujarnya".

Secara kumulatif Januari - Desember 2019, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau mencapai 2,864,795 kunjungan atau naik 8,72 persen disbanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 2,635,004 kunjungan. Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada Periode Januari - Desember 2019 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase sebesar 48,52 persen, disusul Malaysia 10,57 persen, Tiongkok 10,00 persen, India 5,25 persen dan lainnya 25.65 persen.

Sebagai penyumbang wisman terbesar kedua di Indonesia, mengharuskan Kepri untuk dapat terus bersinergi dalam mempersiapkan berbagai sektor pendukung pariwisata, terutama Sumber Daya Manusia yang handal dan profesional agar terus mampu meningkatkan kontribusi dalam pengembangan kepariwisataan di Kepri.

Namun dengan munculnya Virus Covid-19 ini begitu mengancam kepariwisataan dunia, termasuk Indonesia, virus ini mulai memberikan dampak pada awal tahun 2020 dimana banyak wisatawan membatalkan rencana perjalanannya. Bagi industri pariwisata hal ini adalah pukulan yang sangat telak yang mengakibatkan banyak SDM Kepariwisataan dirumahkan hampir 90% karyawan yang sangat menggantungkan hidupnya kepada industri kepariwisataan. *aprizal

]]>
<![CDATA[KOORDINASI PERSIAPAN PEMBUATAN VIDEO PROFIL DESA TANGGUH COVID-19]]>Wed, 17 Jun 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/koordinasi-persiapan-pembuatan-video-profil-desa-tangguh-covid-19
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi tentang Rapat Koordinasi Persiapan Pembuatan Video Profil Desa Tangguh Covid-19 pada hari Rabu, 17 Juni 2020 di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun pukul 09:00-12:00 WIB. Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang didampingi oleh para Kepala Bidang serta dihadiri oleh Kapolsek Meral, Koramil Tebing, Dinas Kesehatan, Camat Meral Barat, Kepala Desa Pangke Barat, Pengawasan dan Pengurus BUMDesa Beruntung Desa Pangke Barat. Rapat membahas tentang Persiapan Desa Pangke Barat yang akan direncanakan menjadi percontohan Desa Tangguh Covid-19 di Kabupaten Karimun. Hal ini tidak terlepas dari potensi desa yaitu Pantai Pelawan yang merupakan destinasi pariwisata unggulan daerah Kabupaten Karimun.

Berdasarkan kesepakatan pada pertemuan tersebut, persiapan akan dimulai tanggal 19 Juni 2020 sampai dengan 03 Juli 2020 oleh Pemerintah Desa Pangke Barat dan BUMDesa Beruntung selaku pengelola destinasi wisata Pantai Pelawan. Dalam menyiapkan Destinasi Wisata Tangguh Covid-19 ini, ada beberapa persiapan yang mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 yang wajib dilakukan baik oleh Pengelola, Pelaku Usaha dan juga Pengunjung, antara lain :

  1. Pengelola wajib memasang spanduk atau papan himbauan terkait upaya pencegahan penularan Covid-19 di beberapa titik lokasi strategis sebagai langkah preventif dan media sosialisasi. Selain itu juga harus melaksanakan disinfeksi berkala terhadap sarana prasarana wisata, antara lain panggung rakyat, musholla, gazebo, toilet, warung, homestay, tempat duduk dan sarana lainnya yang berpotensi menjadi media penularan Covid-19 serta menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai dan mudah diakses oleh pengunjung;
  2. Pelaku Usaha wajib memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum bekerja di area Pantai Pelawan dan dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan higienitas serta menggunakan masker dan sarung tangan plastik saat berinteraksi, melayani dan menghidangkan makanan dan minuman kepada pengunjung;
  3. Pengunjung wajib memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan dan melaksanakan protokol kesehatan di destinasi wisata, antara lain Cek Suhu Tubuh di gerbang masuk utama Pantai Pelawan, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menghindari Kerumunan.
 
Selain aturan persiapan, juga disepakati aturan sanksi bagi pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata, antara lain :
  1. Bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker saat membeli tiket masuk maka akan diminta untuk pulang dan/atau membeli masker yang telah disediakan oleh pengelola objek wisata Pantai Pelawan;
  2. Bagi pengunjung yang memiliki suhu tubuh > 37,3ºc dan memiliki gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan/atau sesak nafas, maka akan diarahkan dan dibantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat;
  3. Bagi pengunjung yang tidak mengikuti aturan jaga jarak, maka akan diberlakukan sanksi sosial seperti membersihkan sampah dan membersihkan fasilitas wisata di Pantai Pelawan.
 
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si juga meminta kepada Puskesmas Meral Barat untuk dapat membuka pelayanan kesehatan pada hari Minggu di kawasan objek wisata Pantai Pelawan, di mana pada hari tersebut merupakan puncak kunjungan. Menurut keterangan pengelola Pantai Pelawan jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per minggunya.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta peserta rapat yang hadir juga berkomitmen untuk mewujudkan Destinasi Wisata Pantai Pelawan sebagai percontohan destinasi wisata tangguh Covid-19. Sehingga Pemerintah Desa Pangke Barat dan BUMDesa Beruntung diminta untuk mempersiapkan segala halnya dengan baik dan mengawasi jalannya persiapan SDM dan Sarana Prasarana di Pantai Pelawan menjelang dibukanya Objek Wisata Pantai Pelawan secara resmi oleh pemerintah pada tanggal 03 Juli 2020. Sehingga diminta kepada masyarakat Karimun yang akan mengunjungi Pantai Pelawan untuk dapat mematuhi aturan protokol kesehatan ini. Serta kepada pengelola untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti petugas kesehatan dan aparat keamanan demi menjaga kondusifitas dan upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Karimun.

]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Siapkan Strategi Atasi Dampak Penurunan Wisatawan]]>Mon, 01 Jun 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-siapkan-strategi-atasi-dampak-penurunan-wisatawan
Jakarta, 2 Juni 2020 - Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah memprediksi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi juga di negara lain.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/6/2020) menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah dan strategi untuk mengantisipasi penurunan wisman dengan menyiapkan protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata yang telah disusun. Protokol itu untuk nantinya akan diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap untuk kembali menerima wisatawan.

“Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kita akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan nusantara. Untuk itu semua harus dipersiapkan dulu sebelum kembali menyambut wisatawan. Tentunya dengan melihat kesiapan masing-masing daerah. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya paling siap untuk menerima wisatawan dan memulai penerapan protokol ini,” kata Ari Juliano Gema.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 sebesar 160.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Maret 2020 berarti jumlah wisman menurun sebesar 66,02 persen (mom). Adapun jika dibandingkan juga dengan posisi saat ini dengan periode yang sama di tahun 2019, maka angka tersebut menurun hingga 87,44 persen (yoy) atau 1,27 juta orang.

Pada periode tersebut jumlah kunjungan wisman didominasi oleh wisman asal Timor Leste yang tercatat berkunjung sebanyak 83 ribu pada April. Angka tersebut mencapai 52,2 persen dari total wisman. Sedangkan,sisanya berasal dari Malaysia sebanyak 62 ribu atau 39 persen, Singapura 2 ribu atau 1,3 persen, dan lainnya 12 ribu kunjungan atau 7,5 persen.

Angka tersebut, kata Ari Juliano, sudah diperkirakan mengingat langkah-langkah pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran COVID-19.

“Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar di sarana publik yang bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan di sektor pariwisata. Sehingga saat dibuka kembali, wisatawan akan merasa nyaman datang ke tanah air,” ujarnya.

Protokol tersebut, lanjut Ari Juliano, akan seiring dan beradaptasi dengan tatanan hidup baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, serta tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu diharapkan kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemenparekraf/Baparekraf, sedang menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air. Yang tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Ke depan, Kemenkarekraf fokus untuk menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan pada tingkat pendapatan devisa ketimbang mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism seiring dengan berubahnya tren pariwisata global.
]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf]]>Sat, 30 May 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-pastikan-protokol-normal-baru-jadi-acuan-pelaku-parekraf
Jakarta, 31 Mei 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam menjalankan usahanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya, Minggu, (31/5/2020) menjelaskan, Kemenparekraf akan memastikan para pelaku parekraf siap untuk menyambut era new normal dengan menerapkan protokol yang berfokus pada  aspek program Bersih, Sehat, Aman.

Protokol ini diharapkan akan meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata, sekaligus peningkatan inovasi digital untuk memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dapat bangkit dan bersaing di pasar global.  

“Khusus sektor pariwisata, penerapan protokol normal baru tersebut bertujuan agar wisatawan dapat tetap berkunjung dengan tenang dan nyaman karena fasilitas pariwisata kini sudah semakin disempurnakan dengan standar Bersih, Sehat, Aman yang terverifikasi,” katanya.

Protokol tersebut nantinya akan menjadi standar dan kultur baru di sektor parekraf. Mulai dari kedatangan di bandara, pengawasan di pintu masuk utama kawasan, penerimaan tamu, pengawasan aktivitas wisatawan, hingga menyediakan fasilitas kesehatan bagi wisatawan.

Ari menjelaskan, protokol kesehatan ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi, publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah.

"Ke depan, sesuai arahan Presiden, setiap pemerintah daerah tetap harus memperhatikan betul kondisi R0 dan Rt, atau laju penyebaran COVID-19 di daerahnya dalam mempersiapkan pembukaan destinasi pariwisata, sehingga penerapan protokol kesehatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Ajak Pemda Aktif Selamatkan Industri Parekraf dari Dampak COVID-19]]>Fri, 03 Apr 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-ajak-pemda-aktif-selamatkan-industri-parekraf-dari-dampak-covid-19
Jakarta, 3 April 2020 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sedang terus memastikan pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak wabah COVID-19.  

Wishnutama dalam Surat Edaran Nomor 2/2020 tentang lanjutan pencegahan dan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (COVlD-19) mengimbau dinas yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkonsultasi dan melaporkan perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVlD-19 di wilayah kewenangan masing-masing secara berkala.

“Laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVlD-19 di daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) serta membuka mediasi dan layanan pengaduan masyarakat atau call center di level daerah," kata Wishnutama.

Selain itu, ujar Wishnutama, dinas juga dapat melaporkan kepada Kemenparekraf/Baparekraf melalui Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan (contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email info@kemenparekraf.go.id).

Surat edaran tersebut juga terkait dengan mulai diaktifkannya Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan dinas adalah mengadakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berjalannya bisnis yang baik dan sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan tersebut disampaikan melalui media sosial, media cetak, radio, dan pengiriman pesan massal melalui whatsapp group di masing-masing daerah.

Selain itu juga melakukan upaya-upaya untuk mendukung keberlangsungan industri seperti pembelian katering dari hotel-hotel dan restoran yang terdampak akibat sepinya wisatawan untuk disalurkan kepada keluarga yang Work From Home (WFH), keluarga kurang mampu, dokter dan perawat di rumah sakit. Juga melakukan upaya-upaya pencegahan supaya perusahaan/industri tidak melakukan PHK kepada pekerja, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Dinas-dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga diimbau melakukan upaya-upaya untuk dapat memberikan dukungan dan kompensasi berupa bahan makanan pokok kepada para pekerja informal yang terkait langsung dengan destinasi wisata yang ditutup di wilayah kewenangannya.

Wishnutama mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jeraring kreatif di berbagai daerah, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

Kemenparekraf saat ini sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.  

“Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” kata Wishnutama.

Sebelumnya dalam upaya menangani dampak COVID-19 bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif Menparekraf mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi yang merupakan pengintregasian dari Manajemen Krisisis Kepariwisataan (MKK) yang selama ini pernah dilaksanakan oleh Kemenparekraf.  

Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah serta membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

Bersama pemda, Pusat Krisis Terintegrasi tersebut akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
]]>
<![CDATA[RAPAT KOORDINASI PEMANFAATAN ASET PARIWISATA DAERAH]]>Tue, 14 Jan 2020 06:14:47 GMThttp://karimuntourism.com/news/rapat-koordinasi-pemanfaatan-aset-pariwisata-daerah
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi Pemanfaatan Aset Pariwisata Daerah bersama lembaga terkait di ruang rapat Gedung Sugie, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (13/1/2020).
                           
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta dihadiri oleh OPD terkait yaitu antara lain : BPKAD, BAPENDA, Inspektorat, PMD, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Camat Meral Barat, Kepala Desa Pangke Barat dan BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.

Dalam rapat membahas tentang Pemanfaatan Aset Daerah, khususnya aset pariwisata yang ada di Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, yaitu antara lain: 15 unit gazebo, 1 unit panggung kesenian dan 1 unit mushola. Sedangkan 16 unit homestay diketahui belum dilakukan serah terima aset dari Dinas PU/PR kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sehingga terlebih dahulu akan ditelusuri status bangunan tersebut.
 
BPKAD yang diwakili oleh Agus mengatakan bahwa sesuai dengan PERMENDAGRI Nomor 19 Tahun 2016 disebutkan bahwa penyerahan aset dapat dilakukan dengan cara Pinjam Pakai dan/atau Hibah. Namun, konsep Pinjam Pakai hanya dapat dilakukan oleh antar OPD di pemerintahan. Sehingga pihak BPKAD menyarankan agar dapat dilakukan Hibah sepenuhnya (tanah dan bangunan) kepada Desa Pangke Barat.

PMD yang diwakili oleh Ery Novaljadinata mengatakan bahwa pada prinsipnya PMD mendukung dan menginginkan agar pengelolaan wisata di Pantai Pelawan dapat dilakukan oleh masyarakat seutuhnya (dalam hal ini BUMDES).

Inspektorat Daerah yang dihadiri langsung oleh Kepala Inspektorat, Dedi Hardiman mengatakan jika memang nantinya aset di Pantai Pelawan akan dihibahkan kepada desa, maka sedari dini harus diarahkan pada persiapan-persiapan administrasi seperti inventarisasi nominal aset yang akan diserahkan karena diharapkan nantinya jika aset tersebut telah dihibahkan sepenuhnya maka Dana Desa dapat diarahkan kepada pada pembangunan fasilitas wisata di Pantai Pelawan.

Plt. Kepala Desa Pangke Barat yang didampingi oleh Pengurus BUMDES juga menyatakan bahwa pada hakikatnya siap menerima dan mengelola aset dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hanya saja meminta agar fasilitas wisata terutama homestay dapat terlebih dahulu diperbaiki sebelum diserahkan karena memang dalam kondisi rusak berat.

Pada diskusi tersebut juga dibahas tentang aturan pungutan tarif masuk dan parkir yang selama ini dilakukan oleh BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.Menanggapi aturan pungutan tarif masuk dan parkir tersebut, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Rismawar Dewi) pada diskusi yang berlangsung menyatakan bahwa pungutan tersebut sah-sah saja karena Desa Pangke Barat sudah memiliki Peraturan Desa nomor 1 Tahun 2018 mengenai Petunjuk Teknis Pungutan Desa dan Peraturan Desa nomor 3 Tahun 2018 tentang Pungutan Desa yang menjadi dasar hukum pungutan tersebut.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sensissiana) menyimpulkan: Akan mewacanakan hibah aset daerah di Pantai Pelawan kepada desa pada tahun 2021 karena pada tahun 2020 masih akan ada pekerjaan DAK Fisik berupa pembangunan toilet/kamar bilas, menara pandang dan souvenir shop dan mempersiapkan segala yang berkaitan dengan administasi penghibahan dalam waktu satu tahun ini.
]]>
<![CDATA[SILATURAHMI BERSAMA PELAKU USAHA PARIWISATA]]>Wed, 08 Jan 2020 02:42:55 GMThttp://karimuntourism.com/news/silaturahmi-bersama-pelaku-usaha-pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana., M.Si bersilaturahmi bersama pelaku pariwisata di Kabupaten Karimun, khususnya dari PHRI Karimun (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) dan perwakilan Biro Perjalanan, di ruang rapat Gedung Sugie Kab. Karimun, Selasa 7 Januari 2020. Dalam pertemuan kali ini, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan juga memaparkan laju kunjungan Wisman (Wisatawan Mancanegara) dalam 10 tahun terakhir. "Memang terjadi penurunan Wisman setiap tahunnya, karena itu dalam pertemuan kali ini, kami mengharapkan saran, masukan dan pendapat dari para pelaku usaha pariwisata," ujar Kadis.

​Ketua PHRI Karimun Bapak Khaidir, menyampaikan rasa terima kasihnya telah di undang dalam pertemuan ini. Ia menyoroti pintu masuk Wisman di Karimun. "Kondisi pelabuhan perlu dibenahi. Karena ini menjadi pintu gerbang masuknya Wisman." Begitu juga dengan fasilitas penunjang pariwisata yang ada di Karimun.

Di dalam dunia pariwisata, ada 3 unsur yang menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika menentukan tujuan wisata. Pertama, Atraksi. Berhubungan dengan daya tarik utama dari sebuah destinasi wisata. Meliputi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan atau dilakukan, sehingga mampu memberikan kesan pengalaman kepada wisatawan. Baik berupa daya tarik alam, budaya maupun hasil kreativitas masyarakatnya. Kedua, Amenitas. Fasilitas pendukung dari sebuah destinasi. Mulai dari fasilitas dasar seperti toilet, tempat ibadah, tempat parkir, tempat istirahat dan tempat makan. Selain itu, keberadaan hotel atau penginapan, restoran atau tempat kuliner, tempat beli oleh-oleh dan lainnya. Keberadaan amenitas ini juga akan memengaruhi lama tinggal wisatawan. Ketiga Aksesibilitas. Beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan. Akses ini meliputi akses informasi dan akses transportasi. Akses informasi bisa berupa informasi tentang daya tarik sebuah destinasi wisata, fasilitas dan akomodasi yang dimiliki, informasi perjalanan, serta ragam informasi lainnya. Akses transportasi bisa berupa ketersediaan transportasi umum seperti pesawat, kapal, bus atau transportasi lain yang memudahkan dalam menjangkau destinasi wisata. Ketersediaan jalan yang baik, papan penunjuk arah dan jauh atau dekatnya jarak tempuh akan berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.

​Selanjutnya, pertemuan ini akan menjadi awal dari membenahi pariwisata di Karimun. Kadis Pariwisata & Kebudayaan juga akan melakukan pertemuan dengan instansi lain untuk pengembangan pariwisata Karimun. "Perlu adanya sinergi antara instansi terkait dalam memajukan pariwisata. Untuk itu, saya akan bertemu dengan beberapa instansi yang terkait," cetus Kadis.     
]]>
<![CDATA[WARGA ANTUSIAS IKUTI PESTA RAKYAT 2019 DI COASTAL AREA]]>Mon, 19 Aug 2019 04:09:13 GMThttp://karimuntourism.com/news/warga-antusias-ikuti-pesta-rakyat-2019-di-coastal-area

​Karimun - Warga Tanjung Balai Karimun antusias mengikuti perlombaan permainan tradisional yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun, Minggu 18 Agustus 2019 siang.
Begitu pula dengan yang menyaksikan. Meskipun panas terik menyengat, warga berduyun-duyun mendatangi tempat perlombaan, yakni di lapangan tanah merah depan panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun.

Adapun permainan tradisional yang dilombakan terbuka untuk umum, yaitu lomba panjat pohon pinang sebanyak 17 batang, bakiak, balap karung dan tarik tali tambang. 

Berbagai hadiah-hadiah menarik telah disiapkan oleh panitia disetiap lomba. 
Perlombaan permainan tradisional ini dibuka oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. 

Turut hadir dalam pembukaan diantara Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie, Pimpinan Bank Ria Kepri, dari Kejari Karimun serta kepolisian.

"Ini pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74. Tujuannya memberikan hiburan kepada masyarakat serta menumbuhkembangkan rasa solidaritas untuk mencintai NKRI," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri dalam laporannya.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengharapkan berbagai perlombaan tersebut dapat dinikmati dan dirasai masyarakat.

Selain itu, dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan anatara masyarakat dengan pemerintah daerah, maupun di kalangan masyarakat.

"Melalui pesta rakyat ini tertanamnya rasa cinta tanah, cinta sesama insan," pinta Anwar Hasyim.
Untuk diketahui, pesta rakyat tersebut merupakan rangkaian kegiatan penutup atau terakhir Pemkab Karimun dalam memeriahkan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019. 
Penulis: Kartino
]]>
<![CDATA[disparbud karimun gelar pesta rakyat]]>Mon, 12 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/disparbud-karimun-gelar-pesta-rakyat
KARIMUN (HK)-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar sejumlah hajatan besar untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia ke 74 di lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, 18 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIB mendatang. Hajatan itu dikemas dalam bentuk “Pesta Rakyat”.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Zamri melalui Kepala Bidang Promosi, Getiomen di ruang kerjanya, Selasa, (13/8/2019) mengatakan, ada empat jenis hiburan rakyat yang akan dilaksanakan pada hajatan besar itu, diantaranya panjat pinang, lomba bakiak, lomba balapan karung dan lomba tarik tambang.
“Untuk lomba panjat pinang, pesertanya umum yang terdiri dari 5 orang putra, lomba tarik tambang khusus bagi ibu-ibu (satu tim terdiri dari 5 orang). Sedangkan, lomba bakiak diperuntukkan bagi remaja maupun anak-anak (satu tim 3 orang). Sementara, untuk balapan karung khusus bagi anak-anak,” ungkap pria yang akrab disapa Getty ini.
Kata Getty, “Pesta Rakyat” kemerdekaan RI ke-74 tersebut akan dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang didampingi Wabup AnwarHasyim dan Sekda M Firmansyah. Jumlah peserta dari masing-masing lomba tidak dibatasi. Pendaftaran bagi peserta akan dilakukan satu jam sebelum hajatan dimulai.
“Sampai saat ini, atensi masyarakat sudah cukup tinggi. Selama ini, masyarakat Karimun sudah tahu adanya hiburan rakyat yang dilaksanakan setiap memperingati 17 Agustus. Karena, kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan iven tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Karimun,” ujarnya.
Dikatakan, khusus untuk lomba panjat pinang, jika selama ini pinang yang akan didirikan itu sebanyak 8 batang, maka untuk perayaan agustusan tahun 2019 ini, pinang yang akan didirikan sebagai ajang lomba itu sebanyak 17 batang. Makanya, panitia memilih acara itu dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus, biar waktunya lebih panjang.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya, lomba panjat pinang hanya ada 8 pinang yang kita dirikan. Makanya, kegiatan itu bisa dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Namun, karena pada tahun ini, pinang yang akan kita dirikan itu sebanyak 17 pinang, maka lomba dibuat pada tanggal 18 Agustus, agar waktu permainnya lebih lama,” jelasnya.
Getty menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar mendatangi lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun untuk memeriahkan “Pesta Rakyat” HUT kemerdekaan RI ke 74. Selain empat lomba tersebut, rencananya pihak panitia akan mengadakan lomba hiburan lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar beramai-ramai datang ke lapangan tanah merah Coastal Area. Mari kita meriahkan acara agustusan yang tiap tahun kita laksanakan ini. Bukan hanya sekedar menjadi penonton, kalau dapat warga langsung berpartisipasi menjadi peserta lomba,” pungkasnya. (ham)
]]>
<![CDATA[Dua Piala Persembahan Angsana Dance dari Parade Tari Nusantara 2019]]>Sun, 11 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/dua-piala-persembahan-angsana-dance-dari-parade-tari-nusantara-2019
RiauKepri.com, JAKARTA — Perwakilan Provinsi Kepri dalam Parade Tari Nusantara ke-38 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 9-10 Agustus 2019, tampil cukup membanggakan. Sanggar Angsana Dance dari Karimun mempersembahkan dua piala untuk dua kategori, yakni juara II penata musik terbaik dan penyaji unggulan non rangking.
Dalam ajang kompetisi tari tingkat nasional ini, Angsana mengangkat tarian legenda Moyang Seraga dari Pulau Buru, Karimun. Bertindak sebagai penata tari Sinta Trilia Rossa, penata musik Loni Jaya Putra, dan penata rias, werta busana Tito Aldila dan Dedi Hermansyah.
“Angsana tampil bagus. Luar biasa rasanya Moyang Seraga tampil dalam tarian lomba tari tingkat nasional,” kata Kasi Kesenian Dinas Kebudayaan Kepri, Irwanto.
Kategori penata musik, juara I diraih Riau, disusul Kepri, juara III DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Kategori penata tari juara I diraih Riau, disusul Kalbar, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Sementara, penata rias dimenangkan Kalbar, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Angsana Dance mewakili Provinsi Kepri setelah tampil yang terbaik dalam Parade Tari Tingkat Provinsi Kepri 21019. Dalam parade tari provinsi, Angsana juga membawakan tarian yang diangkat dalam Legenda Moyang Seraga.
Parade Tari Nusantara merupakan puncak kegiatan parade tari setiap kabupaten dan kota yang telah terpilih dari kompetisi tari di setiap provinsinya. Kegiatan ini diikuti 22 provinsi yang ada di Indonesia.
“Parade Tari Nusantara merupakan wahan pelestarian dan pengembangan budaya. Diantaranya telah
menggulirkan 10 program berskala nasional dalam bentuk agenda pergelaran kompetisi/festival/parade/
tingkat nasional antar provinsi,” kata Irwanto.
Kegiatan ini merupakan ajang penganugrahan atas karya seni hasil kreativitas anak bangsa, yang akan terukir dalam sebuah maha karya seni, sebagai wujud cipta rasa dan karsa, serta apreasiasi bagi pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia.
Tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan karya-karya seni kreatif dan inovatif dalam bidang seni budaya dari anakanak bangsa seluruh pelosok Indonesia dengan dukungan potensi langsung dari daerahnya.(RK/R)
]]>
<![CDATA[pelangi budaya nusantara berlangsung meriah]]>Sun, 04 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pelangi-budaya-nusantara-berlangsung-meriah
Karimun, beritakarimun.com – Festival Tari bertaraf Internasional yang diselenggarakan di panggung Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berlangsung meriah.
Ribuan mata menyaksikan penampilan para kontestan ‘Pelangi Budaya Nusantara’ yang diselenggarakan, Sabtu (3/8/2019) malam.
Para peserta yang ikut ambil bagian tidak hanya dari dalam negeri, namun diketahui dari luar negeri yakni Singapura dan Malaysia.
Dalam festival tersebut Provinsi Nangroe Aceh mengirim dua sanggar terbaik yakni sanggar SMA N 1 Matangkuli dan sanggar Bungong Kapula. Keduanya menampilkan tari khas Aceh yakni tari Ratoe Jaroh dan tari Seudati.
Tidak kalah dengan Provinsi Nangroe Aceh, Provinsi Bengkulu yang disajikan oleh sanggar Muaro Rafflesia menampilkan tari Pangkek Basoja diiringi musik Tepikek Mangkoyo Terikek. Penampilan dari Bengkulu ini disambut antusias penonton yang hadir.

Tidak mau ketinggalan, Penampilan dari tuan rumah Kabupaten Karimun yang disajikan tarian Semarak Berzapin oleh sanggar Mawar Tanjung juga mendapatkan sambutan antusias oleh ribuan mata yang hadir.
Selanjutnya penampilan dari kota Batam yang menghadirkan persembahan Tari Merak yang berasal dari sanggar Wan Sendari juga memukau penonton.
Keriuhan festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ kian terasa ketika Sanggar Mutiara Minang dari Kota Padang, Sumatera Barat menampilkan tari Limo Sapuyuang.
Persembahan dari Sanggar Angsana Dance dan Pelangi Budaya Studio juga tidak kalah menarik untuk disaksikan masyarakat. Tampilan mereka mendapat tepukan hangat dari masyarakat.
Sementara dari negara tetangga Malaysia penampilan empat sanggar yang terdiri dari sanggar seri cahaya temenggong dengan menampilkan tari zapin, Sanggar D’seri Daksina Citra Lestari menampilkan tari Siwang, sanggar Mejelis Kebudayaan Jelebu menampilkan tari Samrah dan Sanggar Suluh Tingkah Kesuma menampilkan Tari Menyak.
Negara Singapura dalam ‘Pelangi Budaya Nusantara’ menurunkan satu sanggar yang menampilkan tari ‘Satu Jiwa’ yang diketahui menceritakan tentang berbagai jenis keragaman adat istiadat dari berbagai etnis di negara berlambang Singa itu, namun tetap dapat menunjukan jati dirinya sebagai seorang Melayu.

Festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ 2019 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim.
Dalam sambutannya, Anwar Hasyim mengatakan kegiatan yang sangat bermanfaat kepada Kabupaten Karimun ini diharapkan kedepannya untuk dikemas lebih baik lagi.
Selain itu, Anwar juga berpesan kepada kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun agar tahun depan di buat lebih ramai dan lebih baik dari saat ini.
Sementara itu, Manager Pelangi Budaya Studio, Fenni Rahayu mengatakan untuk konsep mengadakan kegiatan ini tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Semula kegiatan ini hanya untuk daerah saja namun dikarenakan banyaknya permintaan dan akhirnya dilakukan pergelaran kedaerahan bertaraf International.
“Konsepnya tidak begitu lama, kegiatan ini dulunya hanya bergelar daerah tapi kita bikin seperti bertaraf international dan disitulah mereka bisa menuangkan budaya budaya yang ada di daerah mereka masing-masing,”ujar Fenni.
]]>
<![CDATA[angsana dance wakili kepri di parade tari nusantara 2019]]>Fri, 26 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-wakili-kepri-di-parade-tari-nusantara-2019
Sanggar Angsana Dance Kabupaten Karimun menjadi jawara Parade Tari Daerah Kepri 2019 di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Sabtu (27/7) lalu. Angsana Dance akan mewakili Kepri dalam Parade Tari Nusantara TMII di Jakarta akan digelar pada tanggal 9-10 Agustus 2019 mendatang.

Angsana Dance tampil sebagai penyaji terbaik pertama dengan judul tari Legenda Moyang Seraga. Tak hanya sebagai penyaji terbaik, sanggar yang sudah sering mewakili Kepri dan Indonesia dalam berbagai lomba ini juga berjaya pada kategori lain. Penata tari terbaik koreografer diraih Sinta Trilia Rossa dan penata musik terbaik, Loni Jaya Putra.

Tarian yang ditampilkan Angsana Dance ini terinspirasi dari legenda Moyang Seraga yang makamnya ada di Pulau Buru, Karimun. Ceritanya, seorang Raja yang sedang berburu di Hutan Belantara tiada penduduknya . Terkejut Baginda Raja tak menyangka mahluk apa yang di temui nya ? Setelah Balong ( Bulu ) ditubuhnya dicukur , ternyata dialah yang bernama Jum’at seorang suami yang pergi berburu demi sang istri yang tengah hamil menginginkan Rusa Putih .

Tekadnya bulat , tidak akan pulang sebelum mendapatkan keinginan sang istri .Tanpa di sadari hingga bertahun tahun lamanya tubuh Jum”at tumbuh Balong ( bulu ) yang panjang dan mambatu di makan usia . Raja memerintahkan untuk menguburkan jasadnya di Hutan tersebut , dari sini lah tersebar berita dia lah manusia pertama di pulau yang dikenal dengan Pulau Buru . Saat ini makam Moyang Segara menjadi destinasi objek wisata religi di Kabupaten Karimun.

Parade Tari Daerah 2019 Kepri diikuti 11 sanggar dari enam kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Anambas yang tak mengirimkan perwakilan. Dan Kabupaten Natuna hanya kirimkan satu kelompok tari. Sedangkan lima kabupaten/kota lain bertanding dengan dua grup tari.
]]>
<![CDATA[angsana dance juara parade tari daerah 2019]]>Fri, 05 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-juara-parade-tari-daerah-2019
​TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar Parade Tari Daerah tahun 2019.

Sebanyak tujuh sanggar budaya menjadi peserta pada perlombaan yang digelar di Panggung Rakyat Puteri Kemuning Costal Area, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu (6/7/2019) malam.

Sanggar-sanggar tersebut adalah Angsana Dance, Sanggar Dara Tanjungbatu, Sanggar Pucuk Rebung, Sanggar Sri Ungar, Perkumpulan Seni Senandung Budaya, Sanggar Mawar Tanjungbatu dan Sanggar Saujana.

Masing-masing sanggar menampilkan tarian kolosal yang memiliki makna filosofi sejarah kebudayaan melayu di Karimun. Tarian harus sesuai dengan tema yang diusung, yaknk "Legenda Objek wisata di Kabupaten Karimun".

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud pelestarian budaya lokal Karimun. Tujuannya meningkatkan wisatawan ke Karimun.

"Ini umtuk ajang silaturahmi antara pekerja seni khususnya seni budaya melayu. Lebih dari itu juga untuk meningkatkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Zamri.

Zamri menyebutkan pemenang dalam perlombaan akan di utus sebagai perwakilan Kabupaten Karimun untuk mengikuti perlombaan tingkat Provinsi Kepri.

"Pemenang akan menjadi utusan Kabupaten untuk mengikuti even di tingkat provinsi pada Bulan Juli 2019 di Kabupaten Bintan," ujarnya.

Keluar sebagai juara pertama pada perlombaan ini Sanggar Angsana Dance, juara kedua diraih oleh Sanggar Mawar Tanjoeng dan Sanggar Pucuk Rebung keluar sebagai juara ketiga. (ayf)


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Sanggar Anjang Sana Menangkan Parade Tari di Karimun, Tampilkan Tarian Kolosal Filosofi Sejarah, https://batam.tribunnews.com/2019/07/07/sanggar-anjang-sana-menangkan-parade-tari-di-karimun-tampilkan-tarian-kolosal-filosofi-sejarah.
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Eko Setiawan
]]>
<![CDATA[Usai Festival Barongsai 2019, Karimun Bakal Dimeriahkan Lampu Colok]]>Fri, 03 May 2019 03:35:50 GMThttp://karimuntourism.com/news/usai-festival-barongsai-2019-karimun-bakal-dimeriahkan-lampu-colok
​TANJUNG BALAI KARIMUN – Kemeriahan Tanjung Balai Karimun sebagai destinasi wisata berlanjut. Usai penyelenggaraan Festival Barongsai 2019, Karimun siap merilis Lomba Lampu Colok 2019. Event ini kental warna tradisional masyarakat Karimun.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjung Balai Karimun Zamri mengungkapkan, Karimun akan terus memberikan atraksi untuk wisatawan.
 
“Karimun akan terus memanjakan wisatawan. Kita akan berusaha menjadi destinasi terbaik. Kami punya banyak event. Penyelenggaraan Festival Barongsai sudah selesai dan sukses. Namun, kami sudah siapkan event lanjutan. Jadi, wisatawan tetap mendapat banyak experience terbaik. Tetap berkunjung ke Karimun dan nikmati eksotisnya,” ungkap Zamri, Jumat (3/5).
 
Salah satu event yang akan digelar adalah Lomba Lampu Colok 2019. Lomba ini digelar untuk memeriahkan suasana Ramadan di wilayah Karimun. Lampu Colok di Karimun kental dengan nuansa tradisional. Sebab, masih memakai lampu sumbu dengan bahan bakar minyak tanah. Festival tahun ini pun menjadi episode 5 Lomba Lampu Colok Karimun.
 
“Karimun menjadi destinasi luar biasa. Keberagaman budayanya tinggi dan semua saling menguatkan. Lomba Lampu Colok 2019 tentu menjadi experience terbaik. Secara konten, Lampu Colok ini sangat artistik apalagi Karimun mempertahankan tradisi dengan penggunaan lampu minyak,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.
 
Lampu Colok ini biasanya mengadopsi obyek yang berbau Islami. Rangkanya berbentuk Masjid atau Gapura dengan ornau men Islam. Setiap sisi rangka lalu ditempatkan Lampu Colok atau Lampu Minyak. Lampu-lampu ini disusun sedemikian rupa untuk menegaskan karakter obyek yang dimaksud. Untuk 1 obyek bangunan, biasanya menggunakan ribuan Lampu Colok.
 
“Menggunakan Lampu Minyak tentu tidak mudah. Di sini membutuhkan kecermatan tinggi karena tingkat kerumitannya. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Lomba Lampu Colok 2019 di Karimun. Untuk itu, pastikan Karimun tetap menjadi destinasi utama Ramadan,” jelas Rizki lagi.
 
Penyelenggaraan Lomba Lampu Colok 2019 dijamin lebih meriah. Sebab, venuenya berada di Karimun dan Kundur. Total melibatkan 7 kecamatan. Rinciannya, ada 4 kecamatan di Kundur dan 3 kecamatan Karimun. Proses penilainnya akan dimulai dimulai 27 Ramadan 1439 H. 

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, tahun ini event digelar lebih meriah.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 diikuti lebih banyak peserta, apalagi kini Kundur dilibatkan. Kemeriahannya pasti lebih terasa. Suasana Ramadan di Karimun selalu meriah dengan beragam event. Karimun tetap menjadi destinasi menarik. Apalagi, lomba digelar dengan konsep unik,” kata Dessy.
 
Beberapa regulasi perlombaan diterapkan. Lomba Lampu Colok 2019 harus dibangun gapura dengan arsitektur Islami indah. Tinggi pintu gapura minimal 4 meter. Posisinya tidak menutup drainase dan badan jalan. Lebih lanjut, penempatannya jauh dari instalasi listrik umum. Proses penilaiannya dimulai 27 Ramadan selama 3 hari penuh. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085213827262.
 
“Regulasi perlombaan intinya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Agenda ini tentu akan semakin menghidupkan pariwisata Karimun. Kami optimistis, event unik seperti itu juga akan mendatangkan banyak wisatawan,” papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.
 
Apresiasi besar pun disiapkan bagi pemenang lomba. Total hadiahnya sekitar Rp37 Juta. Pemenang akan mendapatkan hadiah Rp10 Juta, lalu posisi runner up diganjar uang Rp8 Juta. Posisi 3 memperoleh uang Rp6 Juta. Sebaran hadiah semakin merata karena posisi 4 dihadiahi Rp4 Juta, lalu Rp3 Juta bagi urutan ke-5. Lalu, posisi 6 mendapatkan Rp2 Juta. Khusus strip 7 hingga 10 masing-masing dihadiahi Rp1 Juta.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 Karimun merupakan atraksi luar biasa. Kontennya sangat unik dan menarik. Event ini menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Karimun. Apalagi, Karimun memiliki aksesibilitas dan amenitas yang luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)
]]>
<![CDATA[Kalahkan Malaysia-Singapura, Tim Karimun Juara 1 Dan 2 Festival Barongsai 2019]]>Sat, 27 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kalahkan-malaysia-singapura-tim-karimun-juara-1-dan-2-festival-barongsai-2019
Karimun - Festival Barongsai yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri tahun 2019, di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Kabupaten Karimun selama dua hari selesai digelar, Sabtu (27/4/2019) malam.

Event masuk sebagai kalendar tahunan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) tersebut diikuti sebanyak 14 tim. Selain se-Provinsi Kepri, juga ada tim dari negara Malaysia dan Singapura yang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut.

Meskipun tampil dibawah angin kencang dan gerimis, 2 dari 3 tim tuan rumah (Kabupaten Karimun) mampu mengukir prestasi terbaik, yakni juara 1 dan juara 2.

Tim tuan rumah yang keluar sebagai juara 1 dengan membawa pulang hadiah berupa uang sebesar Rp 25 juta ditambah piala adalah Hoa Sen dari Kecamatan Meral. Tim menampilkan aksi dengan tema ‘Singa Mencari Chai Chin di Sungai’ ini memperoleh poin 8,80. 

Kemudian juara 2 tim Kuangnan Bima Satya. Tim dari Tanjung Batu Kundur menampilkan aksi dengan tema ‘Menelusuri Halaman Rumah yang Misterius’ tanpa ada pemotongan nilai. Poin yang diperolehnya 8,78 poin. Untuk uang pembinaan didapat Rp 20 juta ditambah piala.

Kemenangan yang diraih tim rumah tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

"Sejak awal bertanding di ruang terbuka tidak mudah. Sebab, ada faktor angin. Namun Mentalitas juara mereka memang kuat dan menyudahi pertunjukan dengan tanpa pemotongan nilai. Ini perlu kita berikan apresiasi," ujar Rizki.

Sementara itu juara 3 didapat tim Hoon Hong dengan menampilkan tema ‘Barongsai Mabok Anggur’ asal Singapura. Poin yang diperoleh tim ini 8,66 dan menerima uang pembinaan Rp 17 juta.
Kemudian juara harapan 1 mengumpulkan 8,65 poin tim Persatuan Kebudayaan dan Sukan Yan Wong dari Malaysia. Juara harapan 2 tim Thai Hing Nam Wah dengan skor 8,63. Juara harapan 3 tim Zhu Yun Gong asal Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar saat diwawancara wartawan merasa senang, Festival Barongsai tahun berlangung  sukses. Itu semua tidak terlepas adanya kerjasama Disparbud Karimun dan Kemenpar RI.
"Event berjalan lancar, lalu respon besar diperlihatkan publik. Secara keseluruhan kami puas. Tahun depan peserta festival yang tujuannya untuk mendongkrak wisman dari luar negeri diusahakan 20 tim. Karena FOBI menyampaikan banyak tim dari Hongkong, Taiwan dan Thailand yang berminat ikut," ucapnya.
]]>
<![CDATA[karimun dipilih sebagai tuan rumah festival barongsai 2019]]>Thu, 18 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/karimun-dipilih-sebagai-tuan-rumah-festival-barongsai
Karimun - Pemerintah Provinsi  Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menggelar event berskala internasional, yakni "Festival Barongsai" tahun 2019. Kembali, Pemprov Kepri memilih daerah berlandaskan 4 Azam  (Kabupaten Karimun) menjadi sebagai tuan rumah pelaksanaan festival tersebut. Tercatat sudah yang ketiga kalinya Kabupaten Karimun dipercaya sebagai tuan rumah.
Event berskala internasional itu akan dilaksanakan dari tanggal 26-27 April nanti di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Tanjung Balai Karimun.

"Karimun pintu masuk wisawatan mancanegara selain Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Disparbud Karimun awalnya yang mengadakan Festival Barongsai, Dispar Kepri bantu back up," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar menyampaikan alasan memilih Kabupaten Karimun sebagai tuan tumah festival tersebut saat dikonfirmasi kepriterkini.id, Jumat (19/4/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuan diadakan Festival Barongsai sebagai ajang mempromosikan daerah, daya tarik meningkat kunjungan wisatawan domestik dan juga mancanegara.
Tujuan lain sambungnya, pelestarian nilia-nilai budaya di Kepri serta mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pariwisata. Buralimar menyebutkan, festival Barongsai yang sudah menjadi agenda rutin (tahunan) Dispar Kepri tahun ini diikuti 
 
"Festival Barongsai tahun ini sebanyak 14 tim. Rinciannya 7 tim dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, 7 tim lagi dari Indonesia asal Kepri. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 12 tim," jelasnya. Buralimar menyakini, atraksi yang ditampilkan dari masing-masing tim atau peserta pada festival tersebut bakal memukau para penonton.

​"Atraksi barongsai sangat digemari wisatawan, sehingga yakin event ini pun bakal menarik banyak pelancong. Tahun ini, Kepri targetkan kunjungan wisatawan sebanyak 200 ribu orang. Target ini khusus pada festival Barongsai," katanya mengakhiri.
]]>
<![CDATA[PENYAMBUTAN WISATAWAN MANCANEGARA 2019]]>Wed, 02 Jan 2019 02:43:21 GMThttp://karimuntourism.com/news/penyambutan-wisatawan-mancanegara-2019
Riuh kompang menandai penyambutan wisatawan perdana dari Malaysia & Singapura ke Tanjung Balai Karimun dilaksanakan selasa pagi (1/1/2019). Sejumlah wisatawan disambut oleh pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun. Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim turut serta mengalungkan bunga kepada wisatawan yang pertama menginjakkan kaki di Kabupaten Karimun Bumi Berazam di Tahun 2019. Wisatawan lalu diberikan setangkai bunga telur dan acara diakhiri dengan pembagian Voucher Hotel bagi wisatawan yang beruntung.
]]>
<![CDATA[disparbud karimun gelar workshop tari & musik]]>Fri, 31 Aug 2018 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/disparbud-karimun-gelar-workshop-tari-musik
gerbangkepri.co.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun Provinsi Kepri menggelar workshop tari dan musik di Hotel Balai View Tanjung Balai Karimun. 

Workhsop berlangsung selama tiga hari diikuti 7 sanggar dari Pulau Kundur, 2 sanggar dari Moro, sanggar-sanggar di Pulau Karimun besar serta utusan-utusan dari SLTP dan SLTA ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri, Jumat (31/8/2018).

Dalam kegiatan ini dihadirkan sebanyak tiga orang narasumber dari Pusat, Riau dan Karimun.
Kadisparbud Kabupaten Karimun mengatakan, tujuan workhsop untuk menggali dan mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai seni budaya, terutama seni tari dan musik khususnya seni budaya Melayu yang merupakan jati diri serta merupakan kekayaan intelektual bangsa.

Selain itu tujuan lainnya, sebagai ajang penyaluran ide dan bakat seni yang bernilai positif bagi pekerja seni musi serta tari di Kabupaten Karimun.

"Workshop setiap tahun dilaksanakan ini untuk silaturahmi antara sesama pekerja seni dan juga menimba ilmu, menyamakan persepsi dalam berksenian dan berbudaya juga meningkatkan SDM 
SDM dibidang seni dan tari," ungkapnya.

Zamri juga menyampaikan, Disparbud Karimun juga membantu sanggar-sanggar dibawah binaannya mendapatkan dana pembinaan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI).

"Tahun 2018 ini ada 5 sanggar yang mendapatkan dana pembinaan dari Kemenpar RI. Masing-masing sanggar senilai Rp 100 juta. Untuk tahun 2017 ada 3 sanggar menerima dana hibah tersebut," pungkasnya.
]]>