<![CDATA[Karimun Tourism - Official Site - BLOG]]>Tue, 17 Aug 2021 12:38:47 +0700Weebly<![CDATA[forum komunikasi bidang pemasaran pariwisata di era new normal]]>Fri, 13 Aug 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/forum-komunikasi-bidang-pemasaran-pariwisata-di-era-new-normal
Kegiatan Forum Komunikasi di Kabupaten Karimun, merupakan pertemuan dan diskusi antar lembaga- lembaga, stakeholder dan pemangku kebijakan dibidang kepariwiasataan terutama perihal pemasaran pariwisata dalam menghadapi isu-isu terkini dan yang akan datang, khusus yang terjadi di Kabupaten Karimun.

Point- point pembahasan dalam Forum Komunikasi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Karimun meliputi hal-hal:
1. Bagaimana pelaksanaan koordinasi antar pelaku-pelaku pariwisata selama ini?
2. Isu-isu yang terjadi dan kendala serta permasalahan yang dihadapi saat pendemi
3. Penerapan CHSE di Kabupaten Karimun
4. Strategi dalam persiapan “NEXT NORMAL” pemasaran pariwisata di Kabupaten Karimun
5. Potensi-potensi Kepariwisataan yang perlu diangkat untuk dipasarkan disaat NEXT NORMAL
6. Bentuk kerjasama yang bisa dijajak antar stakeholder di Kabupaten Karimun, Pemerintah Provinsi Kepri dan Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Kepri sehingga membentuk Tourism Linkage yang merupakan concern Gubernur Provinsi Kepri sesuai dengan Visi Misi yang tertuang didalam RPJMD Provinsi Kepri dibidang Pemsaran Pariwisata.
7. Terwujudnya Travel Pattern di Kabupaten Karimun dan adanya MoU antar Government to Government, Government to Business, Business to Business

​Dengan adanya FORKOM ini hendaknya menjadi jembatan sepemahaman antar pemangku kepentingan pemasaran pariwisata yang ada di Kabuptan Karimun, sehingga harapan kita bersama akan terwujudnya Tourisn Linkage dan Travel Pattern yang siap dipasarkan baik secara Nasional maupun mancanegara. Mari wujudkan KEPRI BANGKIT!!
]]>
<![CDATA[PERPANJANGAN PPKM LEVEL 3 DI SEKTOR PARIWISATA]]>Mon, 09 Aug 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/perpanjangan-ppkm-level-3-di-sektor-pariwisata
Berdasarkan Surat Edaran Bupati Karimun, Nomor 700/SET-COVID-19/VIII/SE15/2021 tanggal 05 Agustus 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Karimun, maka dengan ini disampaikan hal-hal untuk dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut :

1. Bagi Usaha Tempat Hiburan (Arena Permainan, Kelab Malam, Diskotik, Pub, Bar, Cafe dengan Live Music, Karaoke, Panti Pijat, SPA, Bilyard dan Mandi Uap/Sauna) diatur berdasarkan cakupan wilayah/zonasi dengan ketentuan sebagai berikut : a. Zona Hijau, Zona Kuning dan Zona Orangye, diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas 25% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat, dengan jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB; b. Zona Merah, ditutup sementara waktu sampai dengan wilayah tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah.

2. Bagi Usaha Cafe dan Restoran, berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Makan atau minum di tempat diberlakukan pembatasan sebesar 50% dari kapasitas ruangan dan dan menerima layanan makan dan minum melalui pesan antar / dibawa pulang (take away) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat; b. Membatasi penyedian kursi setiap meja diperbolehkan 1 (satu) meja hanya untuk 2 (dua) kursi; c. Pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat.

3. Sebagaimana pada poin 1 (satu) dan 2 (dua) tersebut di atas, dihimbau agar Pimpinan Usaha Tempat Hiburan dan Usaha Cafe dan Restoran, untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu antara lain :
a. Pengunjung wajib menggunakan masker;
b. Menyediakan tempat dan sabun cuci tangan;
c. Menyediakan hand sanitizer;
d. Menjaga jarak antar pengunjung/wisatawan;
e. Menghindari kerumunan;
f. Pengelola dan Pimpinan Usaha wajib melaksanakan pengawasan rutin;
g. Pimpinan Usaha Tempat Hiburan dan Usaha Cafe dan Restoran agar dapat melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala terhadap sarana dan prasarana usahanya serta fasilitas wisata lainnya.

4. Bagi Pengelola Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, ditutup untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah.

​5. Berdasarkan poin 1 (satu) hingga 4 (empat) tersebut di atas, kami mohon kepada Pimpinan Tempat Hiburan, Pimpinan Usaha Cafe dan Restoran serta Pengelola Objek Wisata dan Kolam Renang dapat mengindahkan ketentuan tersebut di atas demi terciptanya kondisi yang kondusif dan mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya di sektor pariwisata.

6. Mengantisipasi potensi kerumunan yang terjadi selama PPKM Level 3 yang berkaitan dengan aktivitas di Tempat Hiburan, Cafe dan Restoran serta Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, maka akan dilakukan upaya pencegahan dan penindakan di lapangan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Operasi Pemeriksaan Rapid Antigen Secara Berkala.

7. Setiap orang dan/atau tempat usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana disebutkan di atas, akan dikenakan sanksi penutupan tempat usaha sampai dengan pencabutan izin usaha sesuai dengan aturan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

8. Surat Pemberitahuan ini berlaku efektif mulai tanggal 10 s.d 23 Agustus 2021. Demikian disampaikan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan dengan penuh tanggung jawab.

​Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
]]>
<![CDATA[ppkm mikro di sektor pariwisata]]>Sun, 11 Jul 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/ppkm-mikro-di-sektor-pariwisata
:: 𝗣𝗘𝗠𝗕𝗘𝗥𝗟𝗔𝗞𝗨𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗠𝗕𝗔𝗧𝗔𝗦𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗚𝗜𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗞𝗔𝗧 (𝗣𝗣𝗞𝗠) 𝗠𝗜𝗞𝗥𝗢 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗞𝗧𝗢𝗥 𝗣𝗔𝗥𝗜𝗪𝗜𝗦𝗔𝗧𝗔 ::

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Karimun, Nomor 700/SET-COVID-19/VII/SE08/2021 tanggal 12 Juli 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Karimun, maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi Usaha Tempat Hiburan (Arena Permainan, Kelab Malam, Diskotik, Pub, Bar, Cafe dengan Live Music, Karaoke, Panti Pijat, SPA, Bilyard dan Mandi Uap/Sauna) diatur berdasarkan cakupan wilayah/zonasi dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Zona Hijau, Zona Kuning dan Zona Orange, diizinkan dibuka dengan pembatasan 𝗸𝗮𝗽𝗮𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝟮𝟱% dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat hingga 𝗽𝘂𝗸𝘂𝗹 𝟮𝟭.𝟬𝟬 𝗪𝗜𝗕;
b. Zona Merah, 𝗱𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽 𝘀𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 waktu sampai dengan wilayah tidak lagi dinyatakan sebagai Zona Merah.

2. Bagi Usaha Cafe dan Restoran, agar :
a. Melakukan pengaturan dan pembatasan kegiatan makan dan minum di tempat sebesar 25% dari kapasitas ruangan/tempat;
b. Ketentuan makan dan minum di tempat dilakukan dengan pengaturan setiap meja hanya menyediakan 2 (dua) kursi dan pengaturan jarak antar meja minimal 2 (dua) meter;
c. Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB;
d. Untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang (take away) tetap diizinkan sampai dengan pukul 21.00 WIB.

3. Sebagaimana pada poin 1 (satu) dan 2 (dua) tersebut di atas, dihimbau agar Pimpinan Usaha Tempat Hiburan dan Usaha Cafe dan Restoran, untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu antara lain :
a. Pengunjung wajib menggunakan masker;
b. Menyediakan tempat dan sabun cuci tangan;
c. Menyediakan hand sanitizer;
d. Menjaga jarak antar pengunjung/wisatawan;
e. Menghindari kerumunan; dan
f. Pengelola dan Pimpinan Usaha wajib melaksanakan pengawasan rutin.
g. Pimpinan Usaha Tempat Hiburan dan Usaha Cafe dan Restoran agar dapat melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala terhadap sarana dan prasarana usahanya serta fasilitas wisata lainnya;

4. Bagi Pengelola Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, ditutup untuk sementara waktu sejak tanggal 12 Juli s.d. 22 Juli 2021.

5. Berdasarkan poin 1 (satu) hingga 4 (empat) tersebut di atas, kami mohon kepada Pimpinan Tempat Hiburan, Pimpinan Usaha Cafe dan Restoran serta Pengelola Objek Wisata dan Kolam Renang dapat mengindahkan ketentuan tersebut di atas demi terciptanya kondisi yang kondusif dan mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya di sektor pariwisata.

6. Setiap orang dan/atau tempat usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana disebutkan di atas, akan dikenakan sanksi penutupan tempat usaha sampai dengan pencabutan izin usaha sesuai dengan aturan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

7. Surat Pemberitahuan ini mulai berlaku sejak tanggal 12 Juli 2021 s.d. 22 Juli 2021 dan akan dievaluasi kembali berdasarkan edaran dari Bupati Karimun, Gubernur Kepulauan Riau dan Inmendagri tentang PPKM Berbasis Mikro dengan mempertimbangkan kearifan lokal di daerah.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan penuh tanggung jawab. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

#karimuntourism #wonderfulriauisland #wonderfulindonesia #PPKMmikroPariwisata
]]>
<![CDATA[Perpanjangan Batas Waktu Penutupan Usaha dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Sektor Pariwisata]]>Mon, 31 May 2021 04:45:16 GMThttp://karimuntourism.com/news/perpanjangan-batas-waktu-penutupan-usaha-dan-percepatan-penanganan-covid-19-di-sektor-pariwisata

​Meneruskan Surat Pemberitahuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Nomor 556/DISPARBUD/140/V/2021 tanggal 24 Mei 2021 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Sektor Pariwisata dan menimbang serta menyikapi adanya peningkatan perkembangan kasus positif Covid-19 yang terjadi di wilayah Kabupaten Karimun, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi Usaha Tempat Hiburan (Arena Permainan, Kelab Malam, Diskotik, Pub, Bar, Cafe dengan Live Music, Karaoke, Panti Pijat, SPA, Bilyard dan Mandi Uap/Sauna), untuk meneruskan penutupan usahanya sementara waktu yang sebelumnya dimulai pada tanggal 24 Mei s.d. 02 Juni 2021 maka diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Juni 2021;

2. Bagi Usaha Restoran dan Cafe, sementara waktu tidak dibenarkan menyediakan layanan makan/minum di tempat dan menyediakan kursi melainkan dengan layanan makan/minum dibungkus atau dibawa pulang (take away) sampai dengan kasus menurun;

3. Bagi Pengelola Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, untuk melakukan penutupan usahanya sementara waktu sampai dengan batas waktu yang akan dievaluasi lebih lanjut;

4. Berdasarkan poin 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) tersebut di atas, kami mohon kepada Pimpinan Usaha Tempat Hiburan, Pimpinan Usaha Restoran dan Cafe serta Pengelola Objek Wisata dan Kolam Renang untuk dapat mengindahkan ketentuan tersebut di atas demi terciptanya kondisi yang kondusif dan mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya di sektor pariwisata;

5. Setiap orang dan/atau tempat usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana disebutkan di atas, akan dikenakan sanksi sampai dengan pencabutan izin usaha sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan penuh tanggung jawab.
]]>
<![CDATA[penutupan tempat hiburan malam sementara]]>Sun, 23 May 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/penutupan-tempat-hiburan-malam-sementara
Menindaklanjuti Surat Bupati Karimun Nomor 300/SET-COVID-19N/SB-03/2021 tanggal 21 Mei 2021 tentang Pelaksanaan PPKM Mikro dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 dan berdasarkan hasil Rapat Evaluasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karimun pada tanggal 23 Mei 2021 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi Usaha Tempat Hiburan (Arena Permainan, Kelab Malam, Diskotik, Pub, Bar, Cafe dengan Live Music, Karaoke, Panti Pijat, SPA, Bilyard dan Mandi Uap/Sauna), untuk melakukan penutupan usahanya sementara waktu mulai tanggal 24 Mei s.d. 02 Juni 2021;

2. Bagi Usaha Restoran dan Cafe, untuk sementara waktu tidak dibenarkan menyediakan layanan makan/minum di tempat dan menyediakan kursi melainkan dengan layanan makan/minum dibungkus atau dibawa puiang (take away) sampai dengan kasus menurun;

3. Bagi Pengelola Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, untuk melakukan penutupan usahanya sementara waktu sampai dengan batas waktu yang akan dievaluasi lebih lanjut;

4. Berdasarkan poin 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) tersebut di atas, kami mohon kepada Pimpinan Usaha Tempat Hiburan, Pimpinan Usaha Restoran dan Cafe serta Pengelola Objek Wisata dan Kolam Renang untuk dapat mengindahkan ketentuan tersebut di atas demi terciptanya kondisi yang kondusif dan mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya sektor pariwisata;

​5. Setiap orang dan/atau tempat usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana disebutkan di atas, akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan penuh tanggung jawab. 
]]>
<![CDATA[pengaktifan kembali pemberlakuan jam malam]]>Tue, 04 May 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pengaktifan-kembali-pemberlakuan-jam-malam
Berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dan menyikapi adanya peningkatan perkembangan Covid-19 yang terjadi di wilayah Kabupaten Karimun berdasarkan hasil Rapat Koordinasi satuan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bersama para pemangku kepentingan dan eleman masyarakat pada tanggal 29 April 2021 dan berdasarkan Surat Edaran Bupati Karimun, Nomor: 300/SET-COVID19/IV/02/2021 tanggal 30 April 2021 tentang Pengaktifan Kembali Pemberlakukan Jam Malam dan Peningkatan Kewaspadaan untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi Usaha Tempat Hiburan (Arena Permainan, Kelab Malam, Diskotik, Pub, Bar, Cafe dengan Live Music, Karaoke, Panti Pijat, SPA, Bilyard dan Mandi Uap/Sauna), untuk memperketat pengawasan dan disiplin terhadap penerapan Protokol Kesehatan, yaitu Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan/Menggunakan Hand Sanitizer dan Menghindari Kerumunan. Serta mematuhi aturan pengaktifan kembali jam malam yaitu pada pukul 23.00 WIB s.d pukul 04.00 WIB;

2. Bagi Usaha Restoran dan Cafe, agar membatasi jumlah pengunjung untuk menghindari kerumunan masyarakat serta menerapkan protokol kesehatan dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 50% dari kapasitas ruangan/tempat dan menyediakan layanan makan/minum yang dapat dibawa pulang (take away) sehingga dapat menghindari berkumpulnya masyarakat dengan pembatasan aktivitas perdagangan sampai dengan pukul 23.00 WIB;

3. Bagi Pengelola Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang, untuk melakukan penutupan sementara waktu Objek/Daya Tarik Wisata dan Kolam Renang mulai tanggal 13 Mei 2021 s.d. batas waktu yang akan dievaluasi lebih lanjut;

4. Berdasarkan poin 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) tersebut di atas, kami mohon kepada Pimpinan Usaha Tempat Hiburan, Pimpinan Usaha Restoran dan Cafe serta Pengelola Objek Wisata dan Kolam Renang untuk dapat mengindahkan ketentuan tersebut demi terciptanya kondisi yang kondusif dan mendukung pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Karimun, khususnya sektor pariwisata;

​5. Setiap orang dan/atau tempat usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana disebutkan di atas, akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan penuh tanggung jawab.
]]>
<![CDATA[masyarakat boleh mengadakan lampu colok]]>Mon, 26 Apr 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/masyarakat-boleh-mengadakan-lampu-colok
Karimun, GK.com – Festival lampu colok yang digelar setiap tahun pada bulan Ramadhan di Kabupaten Karimun, saat ini dipastikan kembali ditiadakan.

“Pada tahun ini, festival lampu colok ditiadakan karena faktor Covid-19 dan juga kita tidak ada anggaran untuk mengadakan event tersebut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Sensisiana.
“Namun, bagi warga atau masyarakat yang ingin tetap mengadakan festival lampu colok dengan cara mengeluarkan dana sendiri, masih tetap dipersilakan,” katanya, Kamis (22/4).

Mengenang kemeriahan festival tersebut, salah satu warga Karimun mewakili masyarakat lainnya mengaku rindu dengan suasana festival tersebut.

“Sudah 2 tahun terakhir tidak mengadakan festival lampu colok di Karimun, jadi kadang-kadang kita terasa rindu juga dengan suasana yang memeriahkan Ramadhan ini”. ucap seorang warga, Gilang.

Seperti diketahui, festival lampu colok biasa dilakukan saat 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Lampu berbahan minyak tanah ini dibuat membentuk pola tertentu yang indah, contohnya pola Masjid. (Jey).

Editor : Febri
]]>
<![CDATA[pelantikan bupati & wakil bupati karimun 2021 - 2024]]>Sun, 25 Apr 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pelantikan-bupati-wakil-bupati-karimun-2021-2024
Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad melantik Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Karimun Periode 2021-2024 Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin.

Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad meminta Rafiq dan Anwar segera merealisasikan janji politik semasa kampanye Pilkada 2020, dapat diwujudkan dalam bentuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan warga.

"Laksanakan tugas dengan baik. Berkolaborasi dan bersinergi dengan pemangku kepentingan terkait dalam rangka kemajuan daerah," kata Ansar Ahmad.

Ansar juga berpesan bahwa tugas kepala daerah dewasa ini sangat berat, karena dalam kondisi pandemi COVID-19.

Dia meminta Bupati/Wakil Bupati Karimun fokus membangun ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan pembangunan terutama di kawasan hinterland, mendorong industri berbasis lokal, serta pelestarian lingkungan hidup dan budaya maritim.

"Hal ini sesuai visi Pemprov Kepri yaitu Terwujudnya Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim,” ujar Ansar.

Selain itu, politisi Golkar itu turut menekankan tiga tugas utama kepala daerah terpilih di tengah situasi pandemi COVID-19.

Dia merinci, pertama pemda harus semangat dan kerja keras dalam menurunkan angka COVID-19, melalui 3 T (tracing, testing, treatment) serta penegakan protokol kesehatan di tempat dan fasilitas umum.

Kedua, mendukung program vaksin COVID-19 dengan memastikan pelaksanaan vaksinasi tepat waktu dan tepat sasaran.

Ketiga, pemulihan ekonomi sebagian dampak pandemi dengan menggerakkan semua sumber daya pemerintah dan stimulus melalui sektor swasta guna memulihkan ekonomi Kepri yang minus 3,80 persen di tahun 2020, agar tumbuh positif di tahun 2021.

"Terakhir, saya ingatkan Bupati/Wakil Bupati terpilih laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan amanah," demikian Ansar.

Pewarta: Ogen
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021
]]>
<![CDATA[SERTIFIKASI PROFESI BIDANG PARIWISATA]]>Thu, 15 Apr 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/sertifikasi-profesi-bidang-pariwisata
Karimun, SerumpunKepriNews – Kementrian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP ) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Barelang Internasional  menyelenggarakan Uji Kompetensi kepada Para Agen Biro Perjalanan Wisata di Hotel Aston , kamis (15/4/21).

Peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut sebanyak 50 Orang yang masing-masing diwakilkan dan direkomendasi dari Agen Tour/Travel , dan Perusahaan Perjalanan Wisata.

Ryan Lianto selaku Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Barelang Internasional dan Ketua Penyelenggara mengatakan, “di Kabupaten Karimun kami sudah melaksanakan 2 kali sertifikasi profesi bidang pariwisata, yang pertama di tanggal 15 s/d 16 maret 2021, dibidang perhotelan dan restoran sebanyak 50 peserta, hari ini sertifikasi  yang kedua dimulai tanggal 15 s/d16 april bidang kepemanduan wisata sebanyak 50 orang”, terang Ryan saat di konfirmasi oleh tim SerumpunKepriNews.

“Terima kasih kepada Kementrian Pariwisatadan ekonomi kreatif RI, yang telah menfasilitasi kegiatan ini dan  terima kasij juga kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun yang telah mendukung dalam bekerja sama dengan kami sehingga acara ini berjalan lancar, berharap kedepannya bisa terus bekerja sama, supaya SDM di karimun semakin maju, ujar Ryan.

Untuk di ketahui Kabupaten Karimun sebagai penyumbang terbesar ke-4 se-Kepri di Bidang Pariwisata, “jadi pentingnya peningkatan kualitas SDM di karimun untuk di tinggkatkan, setelah  terbit sertifikatnya dan di nyatakan lulus uji sertifikasi ini, akan memberi pengakuan terhadap peserta, bahwa mereka layak untuk dinyatakan kompeten di bidang pariwisata, se Nasional dan di akui se-Asia Tenggara”, tambahnya.
“Saya berharap supaya peserta, lebih di tinggkatkan lagi kualitas kerjanya, terutama di bidang pariwisata yang mengedepankan pelayanan yg prima, optimal, dan profesional”, tutup Ryan.
Senada dengan hal tersebut, salah satu peserta mengucapkan, ” terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Para penyelenggara  telah mengadakan sertifikasi ini secara gratis, ini sangat berguna dan membantu untuk kami kedepannya”, terang salah satu peserta yang tidak mau disebut namanya.
(AR)

]]>
<![CDATA[BUKA & TUTUP TEMPAT HIBURAN SELAMA BULAN SUCI RAMADHAN 1442 H / 2021 M]]>Thu, 08 Apr 2021 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/buka-tutup-tempat-hiburan-selama-bulan-suci-ramadhan-1442-h-2021-m
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, mengeluarkan surat edaran mengenai jadwal buka & tutup tempat hiburan malam selama bulan suci Ramadhan 1442 H / 2021 M. Surat edaran ini berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karimun Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2005 Tentang Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan, pada pasal 6 ayat 2 dan pasal 22 ayat 1 dan 2 yang berbunyi:

                                                                                    PASAL 6

(2) Pimpinan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata DILARANG  :
  • e. Menjalankan (mengoperasikan) kegiatan usahanya pada hari-hari besar keagamaan khususnya          untuk usaha pariwisata: Kelab Malam, Diskotik, Karaoke, Pub, Panti Pijat, Mandi Uap (Sauna) kecuali Hotel Berbintang yang merupakan fasilitas Hotel sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan diperuntukan bagi tamu hotel;
  • f. Menjalankan (mengoperasikan) kegiatan usaha Panti Pijat pada bulan Suci Ramadhan sebulan penuh;
  • g. Menjalankan (mengoperasikan) kegiatan usaha Gelanggang Permainan Mekanik/ Elektronik pada malam hari di Bulan Suci Ramadhan dari jam 17.00 WIB s/d jam 09.00 WIB;
  • h. Menjalankan (mengoperasikan) kegiatan usaha tempat Karaoke, Pub dan Diskotik pada : 3 (tiga) hari pada awal Bulan Suci Ramadhan. 3 (tiga) hari pada pertengahan Bulan Suci Ramadhan tepatnya dalam memperingati Nuzurul Qur'an. 1 (satu) hari sebelum dan 1 (satu) hari sesudah hari Raya Idul Fitri.
  • i. Menjalankan (mengoperasikan) kegiatan usahanya di Bulan Suci Ramadhan untuk Usaha Pariwisata : Kelab Malam, Diskotik, Karaoke, Pub dari jam 03.00 WIB s/d jam 21.00 WIB, termasuk Hotel Berbintang.

                                                                                    PASAL 22

  1. Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini diancam Pidana Kurungan selama 6 (enam) bulan dan / atau denda setinggi-tingginya Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah)
  2. Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini adalah pelanggaran. 

3 (tiga) hari awal Bulan Suci Ramadhan - 12, 13, 14 April 2021
(tiga) hari pertengahan Bulan Suci Ramadhan - 28, 29, 30 April 2021
1 (satu) hari sebelum dan 1 (satu) hari sesudah hari Raya Idul Fitri - 12, 13, 14 Mei 2021

]]>
<![CDATA[KOORDINASI & SINKRONISASI KEPADA PELAKU EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN KARIMUN]]>Thu, 25 Feb 2021 04:45:17 GMThttp://karimuntourism.com/news/koordinasi-sinkronisasi-kepada-pelaku-ekonomi-kreatif-di-kabupaten-karimun
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif melaksanakan kegiatan Koordinasi & Sinkronisasi kepada pelaku usaha Ekonomi Kreatif di ruang Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun, Rabu (24/2/2021). Maksud dan tujuan dari diselenggarakannya pertemuan ini guna mensinergikan para pelaku EKRAF di Kab. Karimun agar dapat berkembang dan mampu bersaing.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kab. Karimun, Getiomen, S.E, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Prov. Kepulauan Riau, Sri Astuti, S.E., M.A, Kepala Seksi Atraksi Promosi & Kerjasama Pariwisata, Ersyam Yanti, A.Md, Kepala Seksi Pembinaan & Pengembangan Dispar Kepri, Harsih, S.E Par serta para pelaku usaha EKRAF di Kab. Karimun.

Dalam pertemuan ini, Dinas Pariwisata Kepulauan Riau memberikan bantuan berupa alat  kemasan produk (Vacuum Sealer) kepada para pelaku EKRAF yang telah memenuhi kriteria, yaitu:
1. Memiliki Usaha
2. Bidang usaha kuliner ataupun kriya yang menggunakan alat kemasan.
3. Merupakan usaha perorangan atau kelompok.

Lima usaha EKRAF di Kab. Karimun yang telah memenuhi kriteria tersebut, yaitu:

1. Kerupuk Kemplang 999
2. Kenara ( Kerupuk Ikan Tenggiri)
3. Sari Jahe Merah
4. Mekar Sari
5. Sakinah Family (Kue Bangkit)
]]>
<![CDATA[DUKUNGAN GERAKAN 5 JUTA MASKER DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PILKADA SEHAT 2020]]>Tue, 10 Nov 2020 12:35:28 GMThttp://karimuntourism.com/news/dukungan-gerakan-5-juta-masker-dalam-rangka-mewujudkan-pilkada-sehat-2020
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menunjukkan komitmennnya dalam rangka mendukung kegiatan 5 Juta masker yang diprakarsai oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam pendistribusian masker kepada masyarakat umum ini, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun memusatkan titik pendistribusian di objek wisata yang ada di pulau Karimun, yakni di Pantai Pelawan & Pantai Indah Pangke. 

Pada saat launching 5 juta masker, Selasa (10/11) di Batam, yang juga dihadir oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa launching 5 juta masker untuk masyarakat ini, terbesar hingga saat ini di Indonesia. Diharapkan, kegiatan itu dapat mendorong kesadaran dalam melindungi diri.

Pada kesempatan itu, Tito mengingatkan jika saat ini dunia tidak hanya krisis kesehatan. Namun sudah multidimensi. Dampak Covid-19 sudah mengganggu ekonomi dunia, termaksud Indonesia.
Sehingga setiap kepala daerah diminta menyelesaikan krisis multidimensi. Dan tidak cukup hanya fokus pada penanganan Covid-19. Karena itu, dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran, harus berorientasi pada stimulus ekonomi juga, serta untuk bantuan sosial.

“Itu harus dikoordinasikan ke DPRD. Alokasi juga, tidak hanya fokus pada covid,” ujar Tito mengingatkan.
Diakui, Kemendagri dan Kementeri Keuangan, merumuskan, relokasi dan refocussing anggaran. Sehingga, anggaran digunakan kepala daerah, untuk menyelesaikan krisis multi dimensi.

Disampaikan juga soal komitmen Bupati dan Wali Kota se Kepri, untuk penanganan Covid-19. Diantaranya, dengan penyediaan laboratorium PCR. Dimana, saat ini sudah diresmikan laboratorium di RS Ahmad Tabib Tanjungpinang. Kemudian satu alat untuk laboratorium dikirim ke Karimun.


#launching5jutamasker
#pilkadasehat2020
#pahlawankemanusiaan
]]>
<![CDATA[gerakan karimun bermasker di destinasi wisata]]>Tue, 10 Nov 2020 02:59:10 GMThttp://karimuntourism.com/news/gerakan-karimun-bermasker-di-destinasi-wisata
Gerakan Satu Juta Masker dilakukan dalam rangka mewujudkan Pilkada Sehat 2020 Se-Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Gebrak Masker Se-indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI dalam rangka menyukseskan Pilkada yang sehat di masa Pandemi Covid-19.

Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun dalam hal ini ikut mendukung dan berpartisipasi menyediakan masker serta mendistribusikan secara berkala dan langsung kepada masyarakat di Kabupaten Karimun khususnya di objek wisata yang  dilaksanakan di Pantai Pelawan, Pantai Indah, Pantai Ketam dan Kolam Tamara, Minggu (01/11/2020).
]]>
<![CDATA[pengukuhan kelompok sadar wisata kab. karimun]]>Wed, 21 Oct 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pengukuhan-kelompok-sadar-wisata-kab-karimun
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata di ruang rapat Mawar Merah, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Rabu (22/7/2020). Maksud dan tujuan dari pertemuan ini guna mengembangkan kelompok masyarakat yang dapat berperan sebagai motivator, penggerak serta komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi berkembangnya kepariwisataan, serta memiliki kesadaran akan peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pertemuan
 dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Camat Karimun, Camat Meral Barat, Camat Belat, Kepala Desa Pangke Barat, Kepala Desa Penarah, Kepala Desa Tebias, Ketua dan perwakilan pengurus POKDARWIS Limbung Naga, Tanjung Batu Putih, Tebias Eksplorasi dan Pelawan Bestari yang  menghasilkan beberapa poin pertemuan sebagai berikut :


Dikukuhkan 4 (empat) Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang berkedudukan di Kecamatan Belat dan Kecamatan Meral Barat, dengan masing-masing rincian sebagai berikut:
a. Kelompok Sadar Wisata Limbung Naga, berkedudukan di Desa Penarah, Kec. Belat;
b. Kelompok Sadar Wisata Tanjung Batu Putih, berkedudukan di Desa Penarah, Kec. Belat;
c. 
Kelompok Sadar Wisata Tebias Eksplorasi, berkedudukan di Desa Tebias, Kec. Belat;
d. Kelompok Sadar Wisata Pelawan Bestari, berkedudukan di Desa Pangke Barat, Kec. Meral Barat.

Adapaun seharusnya Kelompok Sadar Wisata Pantai Lestari Island yang berkedudukan di Desa Tulang, Kec. Karimun juga ikut untuk dikukuhkan namun tidak dapat hadir sehingga pengukuhannya ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan sesuai arahan dari Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun.

]]>
<![CDATA[pengukuhan dewan kesenian karimun 2020 - 2024]]>Tue, 06 Oct 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pengukuhan-dewan-kesenian-karimun-2020-2024
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karimun Heri Andrianto melantik Pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Karimun Periode 2020-2024 bertempat di Gedung Nasional, Rabu (7/10/2020).

Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memilki suku/etnis dan budaya yang begitu beragam sehingga memberikan warna yang begitu banyak pada aneka seni dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Karimun

“Besar harapan kami terhadap dewan kesenian ini, nantinya kedepannya bisa membantu mengangkat budaya Melayu kita.

Tapi, tentunya kami harapkan juga kepada pengurus dewan kesenian untuk tidak melupakan kesenian-kesenian dari suku daerah lainnya, kata Pjs Bupati Karimun Heri Andrianto.
Heri Andrianto berharap dengan dilaksanakan pengukuhan ini mampu membawa dewan kesenian karimun ini kearah yang lebih baik.

Oleh karena itu, keberadaan dewan kesenian Kabupaten Karimun memiliki arti penting dan bermakna strategis sebagai wadah dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya kepada generasi penerus, ujarnya Pjs Karimun Heri Andrianto menambahkan.

Lebih lanjut, Ia menerangkan  bicara soal dewan kesenian berarti sudah merangkul semua jenis seni yang ada di Karimun.

Untuk itu, Ia berharap kepada ketua dewan kesenian terpilih harus bisa membina anak seni yang ada di Kabupaten Karimun agar mampu membawa seni Karimun dalam ajang perlombaan tingkat daerah, Nasional dan internasional,” ujarnya.


“Saya mengajak kepada kepengurusan dewan kesenian periode 2020-2024  untuk menjadikan Pelantikan Dewan Kesenian Kabupaten Karimun sebagai salah satu momentum terbaik dalam pembinaan seni budaya, yang dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Karimun sebagai rumah kita,” kata Pjs Bupati Karimun.

Sementara itu, ketua kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Karimun periode 2020-2024, WR .Adji mengatakan,langkah awal yang harus kita lakukan untuk memajukan dewan Kesenian ini adalah dengan melakukan pendataan kumpulan ank-anak seni di Kabupaten Karimun dengan memulai dari tari, foto, lukis dan lainnya untuk kita lakukan pembinaan kedepannya, tutupnya.(*)

Penulis  : James Nababan
Editor    : Lukman Hakim
]]>
<![CDATA[SILATURAHMI & PEMBINAAN BERSAMA SANGGAR SENI TARI SE-PULAU KARIMUN]]>Thu, 23 Jul 2020 02:27:23 GMThttp://karimuntourism.com/news/silaturahmi-pembinaan-bersama-sanggar-seni-tari-se-pulau-karimun
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun bersilaturahmi bersama 19 sanggar seni tari se-pulau Karimun di ruang rapat Gedung Sugie, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Rabu (22/7/2020). Maksud dan tujuan dari diselenggarakannya pertemuan ini guna menjalin silaturahim dengan pelaku-pelaku seni khususnya sanggar seni tari se - pulau Karimun, dalam rangka menjalin komunikasi dan kerjasama di bidang seni dan budaya khususnya seni tari. 

Pertemuan
 dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Seni & Budaya, Rizal Syah, S.S, Kepala Seksi Seni & Nilai Budaya, Mimi Kartika, S.Pd menghasilkan beberapa poin pertemuan sebagai berikut :

  1. Membentuk link atau group whatshapp Sanggar Tari se - Kabupaten Karimun dengan tujuan agar tidak terputus komunikasi terkait geliat seni budaya..
  2. Mengharapkan kedepan forum seperti ini tetap berjalan secara berkala.
  3. Himbauan tentang tertibnya administrasi dan izin (legalitas) sanggar.
  4. Agar terlaksananya komunikasi dan koordinasi antara sanggar tari dan Disparbud.
  5. Agar informasi merata kepada seluruh sanggar terkait event-event seni budaya.
  6. Agar sanggar-sanggar lebih produktif dalam mengekpresikan karya seni, khususnya di era pandemik covid - 19.
  7. Dimasa New Normal, aktivitas-aktivitas seni tetap mengacu pada protokol kesehatan.
  8. Menghimbau para sanggar untuk dapat tampil di festival seperti di panggung Pantai Pelawan, Coastal Area secara mandiri dalam upaya melestarikan budaya daerah.
]]>
<![CDATA[kemenparekraf mencanangkan gerakan b.i.s.a di kabupaten karimun]]>Sun, 19 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-mencanangkan-gerakan-bisa-di-kabupaten-karimun
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menggelar kegiatan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA). Kali ini kegiatan tersebut dilakukan di Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, Kabupaten Karimun,Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BISA yang telah digelar sebelumnya di sejumlah destinasi wisata Kepri.

Kegiatan melakukan aksi bersih-bersih di sekitar destinasi wisata ini diikuti 100 orang. Kemenparekraf/Baparekraf, juga mendedikasikan alat-alat kebersihan berupa wastafel, sapu ijuk, sapu lidi, bak sampah, cangkul, parang, kantong plastik, keranjang sampah, pembersih lantai, hand sanitizer, sikat toilet dan lainnya.

Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Guntur Sakti dalam acara yang berlangsung di Pantai Pelawan, Minggu (19/7), mengatakan, BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat di destinasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Hj. Sensissiana; Kepala Desa Pangke Barat, M.Thamrin; Camat Meral Barat, Markus Tarigan; Kapolsek Meral Barat, AKP Dodi Santosa Putra; Kasubbag Keuangan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Dewi Suryani; dan Koptu Efin W.S. yang merupakan Babinsa Pangke Barat.

"Industri pariwisata Indonesia menghadapi berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19, mulai dari penurunan kedatangan wisman, perlambatan perjalanan domestik dan bahkan mempengaruhi usaha UMKM dan gejolak di sektor lapangan pekerjaan. Kini sektor pariwisata pun harus siap memasuki fase adaptasi kebiasaan baru," kata Guntur Sakti melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/7).

Covid-19 mengubah perilaku wisatawan, di mana mereka akan lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan dan keamanan dalam melakukan perjalanan wisata. Karenanya seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa mengantisipasi sejak awal kebutuhan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Hal itu juga sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan ranking Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pada 2020. Hasil TTCI 2019, pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 dalam kategori Health and Hygiene, dan peringkat ke-80 dalam kategori Safety and Security dari 140 negara.

]]>
<![CDATA[pencanangan wisata tangguh Covid-19 kabupaten karimun]]>Fri, 17 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pencanangan-wisata-tangguh-covid-19-kabupaten-karimun
Humas - Bupati Karimun bpk Dr. H. Aunur Rafiq, M.Si Berserta FKPD dan komunitas sepeda KCC bersepeda ke pantai pelawan dan sekaligus melaksanakan pencanangan wisata tangguh Covid-19. Sabtu (18/7)

Dalam sambutannya Bupati Karimun mengajak seluruh masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari terutama pada saat berada diluar rumah seperti mengunjungi destinasi wisata yang ada di karimun. Bupati Karimun mengapresiasi seluruh pihak yang terkait dalam mewujudkan desa pangke dan objek wisata pantai pelawan sebagai daerah tangguh Covid-19.

​Harapan nya kita semua sama-sama mendukung program ini dan para petugas yang ada di objek wisata pantai pelawan selalu bisa memantau setiap pengunjung yang datang agar selalu mentaati aturan protokol kesehatan sehingga kita bersama bisa memutus penyebaran pandemi Covid-19 ini.
]]>
<![CDATA[Dispar kepri Gelar Peningkatan kapasitas SDM pariwisata pasca pandemik]]>Tue, 14 Jul 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/dispar-kepri-gelar-peningkatan-kapasitas-sdm-pariwisata-pasca-pandemik



​Dinas Pariwisata Provinsi Kepri kembali melaksanakan kegiatan PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA PARIWISATA PROVINSI KEPRI pada hari selasa tanggal 14 Juli 2020 hingga 16 Juli 2020 bertempat di Hotel Aston Karimun, dengan peserta yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata, Anggota Himpunan Pramuwisata, Anggota Genpi dan Pengelola Homestay di Kabupaten Karimun.

"Kata sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Drs.Buralimar M.siPada periode Januari-Desember 2019, Kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 16,106,954 kunjungan, dimana Kepri tetap menduduki peringkat kedua terbesar di Indonesia. Persentase 3 besar kunjungan wisman Periode Januari-Desember 2019, diantaranya Bali (38,96%), Kepri (17,79%), Jakarta (15,24%) dan lainnya (28,01%).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar Mengatakan, Di Fase New Normal seperti saat ini, sumber daya pariwisata di Kepri harus perlu disiapkan secara matang dalam memahami standar protokol kesehatan. Para pelaku usaha jasa wisata perlu menyiapkan tiga hal dasar yang menjadi prioritas guna menunjang sektor pariwisata yakni perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Selain itu juga kesiapan pariwisata kepri dalam mempromosikan tempat wisatawan media sosial juga harus terus disinergikan guna menginformasikan ke wisatawan bahwa Kepri siap kembali membuka pintu pariwisata dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pada pelaksanaan kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan kembali eksistensi positif Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kabupaten Karimun dengan penerapan secara maksimal standar protokol kesehatan. Ujarnya".

Secara kumulatif Januari - Desember 2019, jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau mencapai 2,864,795 kunjungan atau naik 8,72 persen disbanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 2,635,004 kunjungan. Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada Periode Januari - Desember 2019 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase sebesar 48,52 persen, disusul Malaysia 10,57 persen, Tiongkok 10,00 persen, India 5,25 persen dan lainnya 25.65 persen.

Sebagai penyumbang wisman terbesar kedua di Indonesia, mengharuskan Kepri untuk dapat terus bersinergi dalam mempersiapkan berbagai sektor pendukung pariwisata, terutama Sumber Daya Manusia yang handal dan profesional agar terus mampu meningkatkan kontribusi dalam pengembangan kepariwisataan di Kepri.

Namun dengan munculnya Virus Covid-19 ini begitu mengancam kepariwisataan dunia, termasuk Indonesia, virus ini mulai memberikan dampak pada awal tahun 2020 dimana banyak wisatawan membatalkan rencana perjalanannya. Bagi industri pariwisata hal ini adalah pukulan yang sangat telak yang mengakibatkan banyak SDM Kepariwisataan dirumahkan hampir 90% karyawan yang sangat menggantungkan hidupnya kepada industri kepariwisataan. *aprizal

]]>
<![CDATA[KOORDINASI PERSIAPAN PEMBUATAN VIDEO PROFIL DESA TANGGUH COVID-19]]>Wed, 17 Jun 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/koordinasi-persiapan-pembuatan-video-profil-desa-tangguh-covid-19
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi tentang Rapat Koordinasi Persiapan Pembuatan Video Profil Desa Tangguh Covid-19 pada hari Rabu, 17 Juni 2020 di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun pukul 09:00-12:00 WIB. Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang didampingi oleh para Kepala Bidang serta dihadiri oleh Kapolsek Meral, Koramil Tebing, Dinas Kesehatan, Camat Meral Barat, Kepala Desa Pangke Barat, Pengawasan dan Pengurus BUMDesa Beruntung Desa Pangke Barat. Rapat membahas tentang Persiapan Desa Pangke Barat yang akan direncanakan menjadi percontohan Desa Tangguh Covid-19 di Kabupaten Karimun. Hal ini tidak terlepas dari potensi desa yaitu Pantai Pelawan yang merupakan destinasi pariwisata unggulan daerah Kabupaten Karimun.

Berdasarkan kesepakatan pada pertemuan tersebut, persiapan akan dimulai tanggal 19 Juni 2020 sampai dengan 03 Juli 2020 oleh Pemerintah Desa Pangke Barat dan BUMDesa Beruntung selaku pengelola destinasi wisata Pantai Pelawan. Dalam menyiapkan Destinasi Wisata Tangguh Covid-19 ini, ada beberapa persiapan yang mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 yang wajib dilakukan baik oleh Pengelola, Pelaku Usaha dan juga Pengunjung, antara lain :

  1. Pengelola wajib memasang spanduk atau papan himbauan terkait upaya pencegahan penularan Covid-19 di beberapa titik lokasi strategis sebagai langkah preventif dan media sosialisasi. Selain itu juga harus melaksanakan disinfeksi berkala terhadap sarana prasarana wisata, antara lain panggung rakyat, musholla, gazebo, toilet, warung, homestay, tempat duduk dan sarana lainnya yang berpotensi menjadi media penularan Covid-19 serta menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai dan mudah diakses oleh pengunjung;
  2. Pelaku Usaha wajib memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum bekerja di area Pantai Pelawan dan dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan higienitas serta menggunakan masker dan sarung tangan plastik saat berinteraksi, melayani dan menghidangkan makanan dan minuman kepada pengunjung;
  3. Pengunjung wajib memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan dan melaksanakan protokol kesehatan di destinasi wisata, antara lain Cek Suhu Tubuh di gerbang masuk utama Pantai Pelawan, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menghindari Kerumunan.
 
Selain aturan persiapan, juga disepakati aturan sanksi bagi pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata, antara lain :
  1. Bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker saat membeli tiket masuk maka akan diminta untuk pulang dan/atau membeli masker yang telah disediakan oleh pengelola objek wisata Pantai Pelawan;
  2. Bagi pengunjung yang memiliki suhu tubuh > 37,3ºc dan memiliki gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan/atau sesak nafas, maka akan diarahkan dan dibantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat;
  3. Bagi pengunjung yang tidak mengikuti aturan jaga jarak, maka akan diberlakukan sanksi sosial seperti membersihkan sampah dan membersihkan fasilitas wisata di Pantai Pelawan.
 
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana, M.Si juga meminta kepada Puskesmas Meral Barat untuk dapat membuka pelayanan kesehatan pada hari Minggu di kawasan objek wisata Pantai Pelawan, di mana pada hari tersebut merupakan puncak kunjungan. Menurut keterangan pengelola Pantai Pelawan jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per minggunya.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta peserta rapat yang hadir juga berkomitmen untuk mewujudkan Destinasi Wisata Pantai Pelawan sebagai percontohan destinasi wisata tangguh Covid-19. Sehingga Pemerintah Desa Pangke Barat dan BUMDesa Beruntung diminta untuk mempersiapkan segala halnya dengan baik dan mengawasi jalannya persiapan SDM dan Sarana Prasarana di Pantai Pelawan menjelang dibukanya Objek Wisata Pantai Pelawan secara resmi oleh pemerintah pada tanggal 03 Juli 2020. Sehingga diminta kepada masyarakat Karimun yang akan mengunjungi Pantai Pelawan untuk dapat mematuhi aturan protokol kesehatan ini. Serta kepada pengelola untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti petugas kesehatan dan aparat keamanan demi menjaga kondusifitas dan upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Karimun.

]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Siapkan Strategi Atasi Dampak Penurunan Wisatawan]]>Mon, 01 Jun 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-siapkan-strategi-atasi-dampak-penurunan-wisatawan
Jakarta, 2 Juni 2020 - Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah memprediksi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi juga di negara lain.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/6/2020) menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah dan strategi untuk mengantisipasi penurunan wisman dengan menyiapkan protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata yang telah disusun. Protokol itu untuk nantinya akan diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap untuk kembali menerima wisatawan.

“Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kita akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan nusantara. Untuk itu semua harus dipersiapkan dulu sebelum kembali menyambut wisatawan. Tentunya dengan melihat kesiapan masing-masing daerah. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya paling siap untuk menerima wisatawan dan memulai penerapan protokol ini,” kata Ari Juliano Gema.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 sebesar 160.000 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Maret 2020 berarti jumlah wisman menurun sebesar 66,02 persen (mom). Adapun jika dibandingkan juga dengan posisi saat ini dengan periode yang sama di tahun 2019, maka angka tersebut menurun hingga 87,44 persen (yoy) atau 1,27 juta orang.

Pada periode tersebut jumlah kunjungan wisman didominasi oleh wisman asal Timor Leste yang tercatat berkunjung sebanyak 83 ribu pada April. Angka tersebut mencapai 52,2 persen dari total wisman. Sedangkan,sisanya berasal dari Malaysia sebanyak 62 ribu atau 39 persen, Singapura 2 ribu atau 1,3 persen, dan lainnya 12 ribu kunjungan atau 7,5 persen.

Angka tersebut, kata Ari Juliano, sudah diperkirakan mengingat langkah-langkah pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran COVID-19.

“Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar di sarana publik yang bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan di sektor pariwisata. Sehingga saat dibuka kembali, wisatawan akan merasa nyaman datang ke tanah air,” ujarnya.

Protokol tersebut, lanjut Ari Juliano, akan seiring dan beradaptasi dengan tatanan hidup baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, serta tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu diharapkan kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Kemenparekraf/Baparekraf, sedang menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air. Yang tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat.

Ke depan, Kemenkarekraf fokus untuk menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan pada tingkat pendapatan devisa ketimbang mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism seiring dengan berubahnya tren pariwisata global.
]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf]]>Sat, 30 May 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-pastikan-protokol-normal-baru-jadi-acuan-pelaku-parekraf
Jakarta, 31 Mei 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dalam menjalankan usahanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak COVID-19 di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Ari Juliano Gema dalam pernyataannya, Minggu, (31/5/2020) menjelaskan, Kemenparekraf akan memastikan para pelaku parekraf siap untuk menyambut era new normal dengan menerapkan protokol yang berfokus pada  aspek program Bersih, Sehat, Aman.

Protokol ini diharapkan akan meningkatkan standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di sektor pariwisata, sekaligus peningkatan inovasi digital untuk memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dapat bangkit dan bersaing di pasar global.  

“Khusus sektor pariwisata, penerapan protokol normal baru tersebut bertujuan agar wisatawan dapat tetap berkunjung dengan tenang dan nyaman karena fasilitas pariwisata kini sudah semakin disempurnakan dengan standar Bersih, Sehat, Aman yang terverifikasi,” katanya.

Protokol tersebut nantinya akan menjadi standar dan kultur baru di sektor parekraf. Mulai dari kedatangan di bandara, pengawasan di pintu masuk utama kawasan, penerimaan tamu, pengawasan aktivitas wisatawan, hingga menyediakan fasilitas kesehatan bagi wisatawan.

Ari menjelaskan, protokol kesehatan ini akan melalui beberapa tahapan, mulai dari melakukan simulasi, lalu sosialisasi, publikasi kepada publik, dan yang terakhir melakukan uji coba. Pelaksanaan tahapan-tahapan ini harus diawasi dengan ketat dan disiplin serta mempertimbangkan kesiapan daerah.

"Ke depan, sesuai arahan Presiden, setiap pemerintah daerah tetap harus memperhatikan betul kondisi R0 dan Rt, atau laju penyebaran COVID-19 di daerahnya dalam mempersiapkan pembukaan destinasi pariwisata, sehingga penerapan protokol kesehatan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya.

Agustini Rahayu
Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


]]>
<![CDATA[Kemenparekraf Ajak Pemda Aktif Selamatkan Industri Parekraf dari Dampak COVID-19]]>Fri, 03 Apr 2020 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kemenparekraf-ajak-pemda-aktif-selamatkan-industri-parekraf-dari-dampak-covid-19
Jakarta, 3 April 2020 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pemerintah daerah (Pemda) secara aktif turut serta melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dari dampak COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga sedang terus memastikan pemerintah daerah melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak wabah COVID-19.  

Wishnutama dalam Surat Edaran Nomor 2/2020 tentang lanjutan pencegahan dan penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (COVlD-19) mengimbau dinas yang membidangi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berkonsultasi dan melaporkan perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVlD-19 di wilayah kewenangan masing-masing secara berkala.

“Laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVlD-19 di daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) serta membuka mediasi dan layanan pengaduan masyarakat atau call center di level daerah," kata Wishnutama.

Selain itu, ujar Wishnutama, dinas juga dapat melaporkan kepada Kemenparekraf/Baparekraf melalui Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan (contact center COVlD-19 +628118956767 whatsapp atau email info@kemenparekraf.go.id).

Surat edaran tersebut juga terkait dengan mulai diaktifkannya Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut Wishnutama mengatakan, hal lain yang perlu dilakukan dinas adalah mengadakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) berjalannya bisnis yang baik dan sesuai Protokol Kesehatan Kementerian Kesehatan. Protokol kesehatan tersebut disampaikan melalui media sosial, media cetak, radio, dan pengiriman pesan massal melalui whatsapp group di masing-masing daerah.

Selain itu juga melakukan upaya-upaya untuk mendukung keberlangsungan industri seperti pembelian katering dari hotel-hotel dan restoran yang terdampak akibat sepinya wisatawan untuk disalurkan kepada keluarga yang Work From Home (WFH), keluarga kurang mampu, dokter dan perawat di rumah sakit. Juga melakukan upaya-upaya pencegahan supaya perusahaan/industri tidak melakukan PHK kepada pekerja, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan.

Dinas-dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga diimbau melakukan upaya-upaya untuk dapat memberikan dukungan dan kompensasi berupa bahan makanan pokok kepada para pekerja informal yang terkait langsung dengan destinasi wisata yang ditutup di wilayah kewenangannya.

Wishnutama mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk saling membantu, dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah ini. Khusus untuk para pelaku sektor ekonomi kreatif, seperti televisi, film, rumah produksi, konten kreator, radio, animasi, desain grafis, artis, seniman, juga berbagai komunitas dan jeraring kreatif di berbagai daerah, untuk aktif terlibat dalam membantu pemerintah dalam menyosialisasikan langkah kepada masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

Kemenparekraf saat ini sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait mengusulkan berbagai stimulus ekonomi agar dapat meringankan beban dan biaya untuk para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat mengurangi potensi PHK karyawan di sektor tersebut.  

“Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID-19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak,” kata Wishnutama.

Sebelumnya dalam upaya menangani dampak COVID-19 bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif Menparekraf mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi yang merupakan pengintregasian dari Manajemen Krisisis Kepariwisataan (MKK) yang selama ini pernah dilaksanakan oleh Kemenparekraf.  

Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah serta membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

Bersama pemda, Pusat Krisis Terintegrasi tersebut akan menerapkan rencana mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi COVID-19.
]]>
<![CDATA[RAPAT KOORDINASI PEMANFAATAN ASET PARIWISATA DAERAH]]>Tue, 14 Jan 2020 06:14:47 GMThttp://karimuntourism.com/news/rapat-koordinasi-pemanfaatan-aset-pariwisata-daerah
KARIMUN, karimuntourism.com - Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar rapat koordinasi Pemanfaatan Aset Pariwisata Daerah bersama lembaga terkait di ruang rapat Gedung Sugie, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (13/1/2020).
                           
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta dihadiri oleh OPD terkait yaitu antara lain : BPKAD, BAPENDA, Inspektorat, PMD, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Camat Meral Barat, Kepala Desa Pangke Barat dan BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.

Dalam rapat membahas tentang Pemanfaatan Aset Daerah, khususnya aset pariwisata yang ada di Pantai Pelawan, Desa Pangke Barat, yaitu antara lain: 15 unit gazebo, 1 unit panggung kesenian dan 1 unit mushola. Sedangkan 16 unit homestay diketahui belum dilakukan serah terima aset dari Dinas PU/PR kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sehingga terlebih dahulu akan ditelusuri status bangunan tersebut.
 
BPKAD yang diwakili oleh Agus mengatakan bahwa sesuai dengan PERMENDAGRI Nomor 19 Tahun 2016 disebutkan bahwa penyerahan aset dapat dilakukan dengan cara Pinjam Pakai dan/atau Hibah. Namun, konsep Pinjam Pakai hanya dapat dilakukan oleh antar OPD di pemerintahan. Sehingga pihak BPKAD menyarankan agar dapat dilakukan Hibah sepenuhnya (tanah dan bangunan) kepada Desa Pangke Barat.

PMD yang diwakili oleh Ery Novaljadinata mengatakan bahwa pada prinsipnya PMD mendukung dan menginginkan agar pengelolaan wisata di Pantai Pelawan dapat dilakukan oleh masyarakat seutuhnya (dalam hal ini BUMDES).

Inspektorat Daerah yang dihadiri langsung oleh Kepala Inspektorat, Dedi Hardiman mengatakan jika memang nantinya aset di Pantai Pelawan akan dihibahkan kepada desa, maka sedari dini harus diarahkan pada persiapan-persiapan administrasi seperti inventarisasi nominal aset yang akan diserahkan karena diharapkan nantinya jika aset tersebut telah dihibahkan sepenuhnya maka Dana Desa dapat diarahkan kepada pada pembangunan fasilitas wisata di Pantai Pelawan.

Plt. Kepala Desa Pangke Barat yang didampingi oleh Pengurus BUMDES juga menyatakan bahwa pada hakikatnya siap menerima dan mengelola aset dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hanya saja meminta agar fasilitas wisata terutama homestay dapat terlebih dahulu diperbaiki sebelum diserahkan karena memang dalam kondisi rusak berat.

Pada diskusi tersebut juga dibahas tentang aturan pungutan tarif masuk dan parkir yang selama ini dilakukan oleh BUMDES Beruntung Desa Pangke Barat.Menanggapi aturan pungutan tarif masuk dan parkir tersebut, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Rismawar Dewi) pada diskusi yang berlangsung menyatakan bahwa pungutan tersebut sah-sah saja karena Desa Pangke Barat sudah memiliki Peraturan Desa nomor 1 Tahun 2018 mengenai Petunjuk Teknis Pungutan Desa dan Peraturan Desa nomor 3 Tahun 2018 tentang Pungutan Desa yang menjadi dasar hukum pungutan tersebut.

Pada akhir diskusi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sensissiana) menyimpulkan: Akan mewacanakan hibah aset daerah di Pantai Pelawan kepada desa pada tahun 2021 karena pada tahun 2020 masih akan ada pekerjaan DAK Fisik berupa pembangunan toilet/kamar bilas, menara pandang dan souvenir shop dan mempersiapkan segala yang berkaitan dengan administasi penghibahan dalam waktu satu tahun ini.
]]>
<![CDATA[SILATURAHMI BERSAMA PELAKU USAHA PARIWISATA]]>Wed, 08 Jan 2020 02:42:55 GMThttp://karimuntourism.com/news/silaturahmi-bersama-pelaku-usaha-pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Karimun, Dra. Hj. Sensissiana., M.Si bersilaturahmi bersama pelaku pariwisata di Kabupaten Karimun, khususnya dari PHRI Karimun (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) dan perwakilan Biro Perjalanan, di ruang rapat Gedung Sugie Kab. Karimun, Selasa 7 Januari 2020. Dalam pertemuan kali ini, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan juga memaparkan laju kunjungan Wisman (Wisatawan Mancanegara) dalam 10 tahun terakhir. "Memang terjadi penurunan Wisman setiap tahunnya, karena itu dalam pertemuan kali ini, kami mengharapkan saran, masukan dan pendapat dari para pelaku usaha pariwisata," ujar Kadis.

​Ketua PHRI Karimun Bapak Khaidir, menyampaikan rasa terima kasihnya telah di undang dalam pertemuan ini. Ia menyoroti pintu masuk Wisman di Karimun. "Kondisi pelabuhan perlu dibenahi. Karena ini menjadi pintu gerbang masuknya Wisman." Begitu juga dengan fasilitas penunjang pariwisata yang ada di Karimun.

Di dalam dunia pariwisata, ada 3 unsur yang menjadi pertimbangan bagi wisatawan ketika menentukan tujuan wisata. Pertama, Atraksi. Berhubungan dengan daya tarik utama dari sebuah destinasi wisata. Meliputi yang dapat dilihat, didengar, dirasakan atau dilakukan, sehingga mampu memberikan kesan pengalaman kepada wisatawan. Baik berupa daya tarik alam, budaya maupun hasil kreativitas masyarakatnya. Kedua, Amenitas. Fasilitas pendukung dari sebuah destinasi. Mulai dari fasilitas dasar seperti toilet, tempat ibadah, tempat parkir, tempat istirahat dan tempat makan. Selain itu, keberadaan hotel atau penginapan, restoran atau tempat kuliner, tempat beli oleh-oleh dan lainnya. Keberadaan amenitas ini juga akan memengaruhi lama tinggal wisatawan. Ketiga Aksesibilitas. Beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan. Akses ini meliputi akses informasi dan akses transportasi. Akses informasi bisa berupa informasi tentang daya tarik sebuah destinasi wisata, fasilitas dan akomodasi yang dimiliki, informasi perjalanan, serta ragam informasi lainnya. Akses transportasi bisa berupa ketersediaan transportasi umum seperti pesawat, kapal, bus atau transportasi lain yang memudahkan dalam menjangkau destinasi wisata. Ketersediaan jalan yang baik, papan penunjuk arah dan jauh atau dekatnya jarak tempuh akan berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.

​Selanjutnya, pertemuan ini akan menjadi awal dari membenahi pariwisata di Karimun. Kadis Pariwisata & Kebudayaan juga akan melakukan pertemuan dengan instansi lain untuk pengembangan pariwisata Karimun. "Perlu adanya sinergi antara instansi terkait dalam memajukan pariwisata. Untuk itu, saya akan bertemu dengan beberapa instansi yang terkait," cetus Kadis.     
]]>