<![CDATA[Karimun Tourism - Official Site - BLOG]]>Mon, 14 Oct 2019 20:36:33 +0700Weebly<![CDATA[WARGA ANTUSIAS IKUTI PESTA RAKYAT 2019 DI COASTAL AREA]]>Mon, 19 Aug 2019 04:09:13 GMThttp://karimuntourism.com/news/warga-antusias-ikuti-pesta-rakyat-2019-di-coastal-area

​Karimun - Warga Tanjung Balai Karimun antusias mengikuti perlombaan permainan tradisional yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karimun, Minggu 18 Agustus 2019 siang.
Begitu pula dengan yang menyaksikan. Meskipun panas terik menyengat, warga berduyun-duyun mendatangi tempat perlombaan, yakni di lapangan tanah merah depan panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun.

Adapun permainan tradisional yang dilombakan terbuka untuk umum, yaitu lomba panjat pohon pinang sebanyak 17 batang, bakiak, balap karung dan tarik tali tambang. 

Berbagai hadiah-hadiah menarik telah disiapkan oleh panitia disetiap lomba. 
Perlombaan permainan tradisional ini dibuka oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. 

Turut hadir dalam pembukaan diantara Dandim 0317/TBK Letkol Arm Rizal Analdie, Pimpinan Bank Ria Kepri, dari Kejari Karimun serta kepolisian.

"Ini pesta rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74. Tujuannya memberikan hiburan kepada masyarakat serta menumbuhkembangkan rasa solidaritas untuk mencintai NKRI," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri dalam laporannya.

Sementara itu Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengharapkan berbagai perlombaan tersebut dapat dinikmati dan dirasai masyarakat.

Selain itu, dapat meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan anatara masyarakat dengan pemerintah daerah, maupun di kalangan masyarakat.

"Melalui pesta rakyat ini tertanamnya rasa cinta tanah, cinta sesama insan," pinta Anwar Hasyim.
Untuk diketahui, pesta rakyat tersebut merupakan rangkaian kegiatan penutup atau terakhir Pemkab Karimun dalam memeriahkan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019. 
Penulis: Kartino
]]>
<![CDATA[disparbud karimun gelar pesta rakyat]]>Mon, 12 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/disparbud-karimun-gelar-pesta-rakyat
KARIMUN (HK)-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar sejumlah hajatan besar untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia ke 74 di lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, 18 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIB mendatang. Hajatan itu dikemas dalam bentuk “Pesta Rakyat”.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Zamri melalui Kepala Bidang Promosi, Getiomen di ruang kerjanya, Selasa, (13/8/2019) mengatakan, ada empat jenis hiburan rakyat yang akan dilaksanakan pada hajatan besar itu, diantaranya panjat pinang, lomba bakiak, lomba balapan karung dan lomba tarik tambang.
“Untuk lomba panjat pinang, pesertanya umum yang terdiri dari 5 orang putra, lomba tarik tambang khusus bagi ibu-ibu (satu tim terdiri dari 5 orang). Sedangkan, lomba bakiak diperuntukkan bagi remaja maupun anak-anak (satu tim 3 orang). Sementara, untuk balapan karung khusus bagi anak-anak,” ungkap pria yang akrab disapa Getty ini.
Kata Getty, “Pesta Rakyat” kemerdekaan RI ke-74 tersebut akan dibuka Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang didampingi Wabup AnwarHasyim dan Sekda M Firmansyah. Jumlah peserta dari masing-masing lomba tidak dibatasi. Pendaftaran bagi peserta akan dilakukan satu jam sebelum hajatan dimulai.
“Sampai saat ini, atensi masyarakat sudah cukup tinggi. Selama ini, masyarakat Karimun sudah tahu adanya hiburan rakyat yang dilaksanakan setiap memperingati 17 Agustus. Karena, kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan iven tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Karimun,” ujarnya.
Dikatakan, khusus untuk lomba panjat pinang, jika selama ini pinang yang akan didirikan itu sebanyak 8 batang, maka untuk perayaan agustusan tahun 2019 ini, pinang yang akan didirikan sebagai ajang lomba itu sebanyak 17 batang. Makanya, panitia memilih acara itu dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus, biar waktunya lebih panjang.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya, lomba panjat pinang hanya ada 8 pinang yang kita dirikan. Makanya, kegiatan itu bisa dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Namun, karena pada tahun ini, pinang yang akan kita dirikan itu sebanyak 17 pinang, maka lomba dibuat pada tanggal 18 Agustus, agar waktu permainnya lebih lama,” jelasnya.
Getty menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar mendatangi lapangan tanah merah Coastal Area, Tanjungbalai Karimun untuk memeriahkan “Pesta Rakyat” HUT kemerdekaan RI ke 74. Selain empat lomba tersebut, rencananya pihak panitia akan mengadakan lomba hiburan lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Karimun, agar beramai-ramai datang ke lapangan tanah merah Coastal Area. Mari kita meriahkan acara agustusan yang tiap tahun kita laksanakan ini. Bukan hanya sekedar menjadi penonton, kalau dapat warga langsung berpartisipasi menjadi peserta lomba,” pungkasnya. (ham)
]]>
<![CDATA[Dua Piala Persembahan Angsana Dance dari Parade Tari Nusantara 2019]]>Sun, 11 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/dua-piala-persembahan-angsana-dance-dari-parade-tari-nusantara-2019
RiauKepri.com, JAKARTA — Perwakilan Provinsi Kepri dalam Parade Tari Nusantara ke-38 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 9-10 Agustus 2019, tampil cukup membanggakan. Sanggar Angsana Dance dari Karimun mempersembahkan dua piala untuk dua kategori, yakni juara II penata musik terbaik dan penyaji unggulan non rangking.
Dalam ajang kompetisi tari tingkat nasional ini, Angsana mengangkat tarian legenda Moyang Seraga dari Pulau Buru, Karimun. Bertindak sebagai penata tari Sinta Trilia Rossa, penata musik Loni Jaya Putra, dan penata rias, werta busana Tito Aldila dan Dedi Hermansyah.
“Angsana tampil bagus. Luar biasa rasanya Moyang Seraga tampil dalam tarian lomba tari tingkat nasional,” kata Kasi Kesenian Dinas Kebudayaan Kepri, Irwanto.
Kategori penata musik, juara I diraih Riau, disusul Kepri, juara III DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Kategori penata tari juara I diraih Riau, disusul Kalbar, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalsel. Sementara, penata rias dimenangkan Kalbar, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta dan Jawa Timur.
Angsana Dance mewakili Provinsi Kepri setelah tampil yang terbaik dalam Parade Tari Tingkat Provinsi Kepri 21019. Dalam parade tari provinsi, Angsana juga membawakan tarian yang diangkat dalam Legenda Moyang Seraga.
Parade Tari Nusantara merupakan puncak kegiatan parade tari setiap kabupaten dan kota yang telah terpilih dari kompetisi tari di setiap provinsinya. Kegiatan ini diikuti 22 provinsi yang ada di Indonesia.
“Parade Tari Nusantara merupakan wahan pelestarian dan pengembangan budaya. Diantaranya telah
menggulirkan 10 program berskala nasional dalam bentuk agenda pergelaran kompetisi/festival/parade/
tingkat nasional antar provinsi,” kata Irwanto.
Kegiatan ini merupakan ajang penganugrahan atas karya seni hasil kreativitas anak bangsa, yang akan terukir dalam sebuah maha karya seni, sebagai wujud cipta rasa dan karsa, serta apreasiasi bagi pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia.
Tujuannya tak lain adalah untuk menghasilkan karya-karya seni kreatif dan inovatif dalam bidang seni budaya dari anakanak bangsa seluruh pelosok Indonesia dengan dukungan potensi langsung dari daerahnya.(RK/R)
]]>
<![CDATA[pelangi budaya nusantara berlangsung meriah]]>Sun, 04 Aug 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/pelangi-budaya-nusantara-berlangsung-meriah
Karimun, beritakarimun.com – Festival Tari bertaraf Internasional yang diselenggarakan di panggung Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau berlangsung meriah.
Ribuan mata menyaksikan penampilan para kontestan ‘Pelangi Budaya Nusantara’ yang diselenggarakan, Sabtu (3/8/2019) malam.
Para peserta yang ikut ambil bagian tidak hanya dari dalam negeri, namun diketahui dari luar negeri yakni Singapura dan Malaysia.
Dalam festival tersebut Provinsi Nangroe Aceh mengirim dua sanggar terbaik yakni sanggar SMA N 1 Matangkuli dan sanggar Bungong Kapula. Keduanya menampilkan tari khas Aceh yakni tari Ratoe Jaroh dan tari Seudati.
Tidak kalah dengan Provinsi Nangroe Aceh, Provinsi Bengkulu yang disajikan oleh sanggar Muaro Rafflesia menampilkan tari Pangkek Basoja diiringi musik Tepikek Mangkoyo Terikek. Penampilan dari Bengkulu ini disambut antusias penonton yang hadir.

Tidak mau ketinggalan, Penampilan dari tuan rumah Kabupaten Karimun yang disajikan tarian Semarak Berzapin oleh sanggar Mawar Tanjung juga mendapatkan sambutan antusias oleh ribuan mata yang hadir.
Selanjutnya penampilan dari kota Batam yang menghadirkan persembahan Tari Merak yang berasal dari sanggar Wan Sendari juga memukau penonton.
Keriuhan festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ kian terasa ketika Sanggar Mutiara Minang dari Kota Padang, Sumatera Barat menampilkan tari Limo Sapuyuang.
Persembahan dari Sanggar Angsana Dance dan Pelangi Budaya Studio juga tidak kalah menarik untuk disaksikan masyarakat. Tampilan mereka mendapat tepukan hangat dari masyarakat.
Sementara dari negara tetangga Malaysia penampilan empat sanggar yang terdiri dari sanggar seri cahaya temenggong dengan menampilkan tari zapin, Sanggar D’seri Daksina Citra Lestari menampilkan tari Siwang, sanggar Mejelis Kebudayaan Jelebu menampilkan tari Samrah dan Sanggar Suluh Tingkah Kesuma menampilkan Tari Menyak.
Negara Singapura dalam ‘Pelangi Budaya Nusantara’ menurunkan satu sanggar yang menampilkan tari ‘Satu Jiwa’ yang diketahui menceritakan tentang berbagai jenis keragaman adat istiadat dari berbagai etnis di negara berlambang Singa itu, namun tetap dapat menunjukan jati dirinya sebagai seorang Melayu.

Festival ‘Pelangi Budaya Nusantara’ 2019 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim.
Dalam sambutannya, Anwar Hasyim mengatakan kegiatan yang sangat bermanfaat kepada Kabupaten Karimun ini diharapkan kedepannya untuk dikemas lebih baik lagi.
Selain itu, Anwar juga berpesan kepada kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun agar tahun depan di buat lebih ramai dan lebih baik dari saat ini.
Sementara itu, Manager Pelangi Budaya Studio, Fenni Rahayu mengatakan untuk konsep mengadakan kegiatan ini tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Semula kegiatan ini hanya untuk daerah saja namun dikarenakan banyaknya permintaan dan akhirnya dilakukan pergelaran kedaerahan bertaraf International.
“Konsepnya tidak begitu lama, kegiatan ini dulunya hanya bergelar daerah tapi kita bikin seperti bertaraf international dan disitulah mereka bisa menuangkan budaya budaya yang ada di daerah mereka masing-masing,”ujar Fenni.
]]>
<![CDATA[angsana dance wakili kepri di parade tari nusantara 2019]]>Fri, 26 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-wakili-kepri-di-parade-tari-nusantara-2019
Sanggar Angsana Dance Kabupaten Karimun menjadi jawara Parade Tari Daerah Kepri 2019 di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Sabtu (27/7) lalu. Angsana Dance akan mewakili Kepri dalam Parade Tari Nusantara TMII di Jakarta akan digelar pada tanggal 9-10 Agustus 2019 mendatang.

Angsana Dance tampil sebagai penyaji terbaik pertama dengan judul tari Legenda Moyang Seraga. Tak hanya sebagai penyaji terbaik, sanggar yang sudah sering mewakili Kepri dan Indonesia dalam berbagai lomba ini juga berjaya pada kategori lain. Penata tari terbaik koreografer diraih Sinta Trilia Rossa dan penata musik terbaik, Loni Jaya Putra.

Tarian yang ditampilkan Angsana Dance ini terinspirasi dari legenda Moyang Seraga yang makamnya ada di Pulau Buru, Karimun. Ceritanya, seorang Raja yang sedang berburu di Hutan Belantara tiada penduduknya . Terkejut Baginda Raja tak menyangka mahluk apa yang di temui nya ? Setelah Balong ( Bulu ) ditubuhnya dicukur , ternyata dialah yang bernama Jum’at seorang suami yang pergi berburu demi sang istri yang tengah hamil menginginkan Rusa Putih .

Tekadnya bulat , tidak akan pulang sebelum mendapatkan keinginan sang istri .Tanpa di sadari hingga bertahun tahun lamanya tubuh Jum”at tumbuh Balong ( bulu ) yang panjang dan mambatu di makan usia . Raja memerintahkan untuk menguburkan jasadnya di Hutan tersebut , dari sini lah tersebar berita dia lah manusia pertama di pulau yang dikenal dengan Pulau Buru . Saat ini makam Moyang Segara menjadi destinasi objek wisata religi di Kabupaten Karimun.

Parade Tari Daerah 2019 Kepri diikuti 11 sanggar dari enam kabupaten/kota. Hanya Kabupaten Anambas yang tak mengirimkan perwakilan. Dan Kabupaten Natuna hanya kirimkan satu kelompok tari. Sedangkan lima kabupaten/kota lain bertanding dengan dua grup tari.
]]>
<![CDATA[angsana dance juara parade tari daerah 2019]]>Fri, 05 Jul 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/angsana-dance-juara-parade-tari-daerah-2019
​TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun menggelar Parade Tari Daerah tahun 2019.

Sebanyak tujuh sanggar budaya menjadi peserta pada perlombaan yang digelar di Panggung Rakyat Puteri Kemuning Costal Area, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu (6/7/2019) malam.

Sanggar-sanggar tersebut adalah Angsana Dance, Sanggar Dara Tanjungbatu, Sanggar Pucuk Rebung, Sanggar Sri Ungar, Perkumpulan Seni Senandung Budaya, Sanggar Mawar Tanjungbatu dan Sanggar Saujana.

Masing-masing sanggar menampilkan tarian kolosal yang memiliki makna filosofi sejarah kebudayaan melayu di Karimun. Tarian harus sesuai dengan tema yang diusung, yaknk "Legenda Objek wisata di Kabupaten Karimun".

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud pelestarian budaya lokal Karimun. Tujuannya meningkatkan wisatawan ke Karimun.

"Ini umtuk ajang silaturahmi antara pekerja seni khususnya seni budaya melayu. Lebih dari itu juga untuk meningkatkan minat wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Zamri.

Zamri menyebutkan pemenang dalam perlombaan akan di utus sebagai perwakilan Kabupaten Karimun untuk mengikuti perlombaan tingkat Provinsi Kepri.

"Pemenang akan menjadi utusan Kabupaten untuk mengikuti even di tingkat provinsi pada Bulan Juli 2019 di Kabupaten Bintan," ujarnya.

Keluar sebagai juara pertama pada perlombaan ini Sanggar Angsana Dance, juara kedua diraih oleh Sanggar Mawar Tanjoeng dan Sanggar Pucuk Rebung keluar sebagai juara ketiga. (ayf)


Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Sanggar Anjang Sana Menangkan Parade Tari di Karimun, Tampilkan Tarian Kolosal Filosofi Sejarah, https://batam.tribunnews.com/2019/07/07/sanggar-anjang-sana-menangkan-parade-tari-di-karimun-tampilkan-tarian-kolosal-filosofi-sejarah.
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Eko Setiawan
]]>
<![CDATA[Usai Festival Barongsai 2019, Karimun Bakal Dimeriahkan Lampu Colok]]>Fri, 03 May 2019 03:35:50 GMThttp://karimuntourism.com/news/usai-festival-barongsai-2019-karimun-bakal-dimeriahkan-lampu-colok
​TANJUNG BALAI KARIMUN – Kemeriahan Tanjung Balai Karimun sebagai destinasi wisata berlanjut. Usai penyelenggaraan Festival Barongsai 2019, Karimun siap merilis Lomba Lampu Colok 2019. Event ini kental warna tradisional masyarakat Karimun.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjung Balai Karimun Zamri mengungkapkan, Karimun akan terus memberikan atraksi untuk wisatawan.
 
“Karimun akan terus memanjakan wisatawan. Kita akan berusaha menjadi destinasi terbaik. Kami punya banyak event. Penyelenggaraan Festival Barongsai sudah selesai dan sukses. Namun, kami sudah siapkan event lanjutan. Jadi, wisatawan tetap mendapat banyak experience terbaik. Tetap berkunjung ke Karimun dan nikmati eksotisnya,” ungkap Zamri, Jumat (3/5).
 
Salah satu event yang akan digelar adalah Lomba Lampu Colok 2019. Lomba ini digelar untuk memeriahkan suasana Ramadan di wilayah Karimun. Lampu Colok di Karimun kental dengan nuansa tradisional. Sebab, masih memakai lampu sumbu dengan bahan bakar minyak tanah. Festival tahun ini pun menjadi episode 5 Lomba Lampu Colok Karimun.
 
“Karimun menjadi destinasi luar biasa. Keberagaman budayanya tinggi dan semua saling menguatkan. Lomba Lampu Colok 2019 tentu menjadi experience terbaik. Secara konten, Lampu Colok ini sangat artistik apalagi Karimun mempertahankan tradisi dengan penggunaan lampu minyak,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.
 
Lampu Colok ini biasanya mengadopsi obyek yang berbau Islami. Rangkanya berbentuk Masjid atau Gapura dengan ornau men Islam. Setiap sisi rangka lalu ditempatkan Lampu Colok atau Lampu Minyak. Lampu-lampu ini disusun sedemikian rupa untuk menegaskan karakter obyek yang dimaksud. Untuk 1 obyek bangunan, biasanya menggunakan ribuan Lampu Colok.
 
“Menggunakan Lampu Minyak tentu tidak mudah. Di sini membutuhkan kecermatan tinggi karena tingkat kerumitannya. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Lomba Lampu Colok 2019 di Karimun. Untuk itu, pastikan Karimun tetap menjadi destinasi utama Ramadan,” jelas Rizki lagi.
 
Penyelenggaraan Lomba Lampu Colok 2019 dijamin lebih meriah. Sebab, venuenya berada di Karimun dan Kundur. Total melibatkan 7 kecamatan. Rinciannya, ada 4 kecamatan di Kundur dan 3 kecamatan Karimun. Proses penilainnya akan dimulai dimulai 27 Ramadan 1439 H. 

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, tahun ini event digelar lebih meriah.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 diikuti lebih banyak peserta, apalagi kini Kundur dilibatkan. Kemeriahannya pasti lebih terasa. Suasana Ramadan di Karimun selalu meriah dengan beragam event. Karimun tetap menjadi destinasi menarik. Apalagi, lomba digelar dengan konsep unik,” kata Dessy.
 
Beberapa regulasi perlombaan diterapkan. Lomba Lampu Colok 2019 harus dibangun gapura dengan arsitektur Islami indah. Tinggi pintu gapura minimal 4 meter. Posisinya tidak menutup drainase dan badan jalan. Lebih lanjut, penempatannya jauh dari instalasi listrik umum. Proses penilaiannya dimulai 27 Ramadan selama 3 hari penuh. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085213827262.
 
“Regulasi perlombaan intinya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Agenda ini tentu akan semakin menghidupkan pariwisata Karimun. Kami optimistis, event unik seperti itu juga akan mendatangkan banyak wisatawan,” papar Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.
 
Apresiasi besar pun disiapkan bagi pemenang lomba. Total hadiahnya sekitar Rp37 Juta. Pemenang akan mendapatkan hadiah Rp10 Juta, lalu posisi runner up diganjar uang Rp8 Juta. Posisi 3 memperoleh uang Rp6 Juta. Sebaran hadiah semakin merata karena posisi 4 dihadiahi Rp4 Juta, lalu Rp3 Juta bagi urutan ke-5. Lalu, posisi 6 mendapatkan Rp2 Juta. Khusus strip 7 hingga 10 masing-masing dihadiahi Rp1 Juta.
 
“Lomba Lampu Colok 2019 Karimun merupakan atraksi luar biasa. Kontennya sangat unik dan menarik. Event ini menjadi salah satu daya tarik wisata halal di Karimun. Apalagi, Karimun memiliki aksesibilitas dan amenitas yang luar biasa,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)
]]>
<![CDATA[Kalahkan Malaysia-Singapura, Tim Karimun Juara 1 Dan 2 Festival Barongsai 2019]]>Sat, 27 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/kalahkan-malaysia-singapura-tim-karimun-juara-1-dan-2-festival-barongsai-2019
Karimun - Festival Barongsai yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri tahun 2019, di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Kabupaten Karimun selama dua hari selesai digelar, Sabtu (27/4/2019) malam.

Event masuk sebagai kalendar tahunan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) tersebut diikuti sebanyak 14 tim. Selain se-Provinsi Kepri, juga ada tim dari negara Malaysia dan Singapura yang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut.

Meskipun tampil dibawah angin kencang dan gerimis, 2 dari 3 tim tuan rumah (Kabupaten Karimun) mampu mengukir prestasi terbaik, yakni juara 1 dan juara 2.

Tim tuan rumah yang keluar sebagai juara 1 dengan membawa pulang hadiah berupa uang sebesar Rp 25 juta ditambah piala adalah Hoa Sen dari Kecamatan Meral. Tim menampilkan aksi dengan tema ‘Singa Mencari Chai Chin di Sungai’ ini memperoleh poin 8,80. 

Kemudian juara 2 tim Kuangnan Bima Satya. Tim dari Tanjung Batu Kundur menampilkan aksi dengan tema ‘Menelusuri Halaman Rumah yang Misterius’ tanpa ada pemotongan nilai. Poin yang diperolehnya 8,78 poin. Untuk uang pembinaan didapat Rp 20 juta ditambah piala.

Kemenangan yang diraih tim rumah tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

"Sejak awal bertanding di ruang terbuka tidak mudah. Sebab, ada faktor angin. Namun Mentalitas juara mereka memang kuat dan menyudahi pertunjukan dengan tanpa pemotongan nilai. Ini perlu kita berikan apresiasi," ujar Rizki.

Sementara itu juara 3 didapat tim Hoon Hong dengan menampilkan tema ‘Barongsai Mabok Anggur’ asal Singapura. Poin yang diperoleh tim ini 8,66 dan menerima uang pembinaan Rp 17 juta.
Kemudian juara harapan 1 mengumpulkan 8,65 poin tim Persatuan Kebudayaan dan Sukan Yan Wong dari Malaysia. Juara harapan 2 tim Thai Hing Nam Wah dengan skor 8,63. Juara harapan 3 tim Zhu Yun Gong asal Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar saat diwawancara wartawan merasa senang, Festival Barongsai tahun berlangung  sukses. Itu semua tidak terlepas adanya kerjasama Disparbud Karimun dan Kemenpar RI.
"Event berjalan lancar, lalu respon besar diperlihatkan publik. Secara keseluruhan kami puas. Tahun depan peserta festival yang tujuannya untuk mendongkrak wisman dari luar negeri diusahakan 20 tim. Karena FOBI menyampaikan banyak tim dari Hongkong, Taiwan dan Thailand yang berminat ikut," ucapnya.
]]>
<![CDATA[karimun dipilih sebagai tuan rumah festival barongsai 2019]]>Thu, 18 Apr 2019 17:00:00 GMThttp://karimuntourism.com/news/karimun-dipilih-sebagai-tuan-rumah-festival-barongsai
Karimun - Pemerintah Provinsi  Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menggelar event berskala internasional, yakni "Festival Barongsai" tahun 2019. Kembali, Pemprov Kepri memilih daerah berlandaskan 4 Azam  (Kabupaten Karimun) menjadi sebagai tuan rumah pelaksanaan festival tersebut. Tercatat sudah yang ketiga kalinya Kabupaten Karimun dipercaya sebagai tuan rumah.
Event berskala internasional itu akan dilaksanakan dari tanggal 26-27 April nanti di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area Tanjung Balai Karimun.

"Karimun pintu masuk wisawatan mancanegara selain Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Disparbud Karimun awalnya yang mengadakan Festival Barongsai, Dispar Kepri bantu back up," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar menyampaikan alasan memilih Kabupaten Karimun sebagai tuan tumah festival tersebut saat dikonfirmasi kepriterkini.id, Jumat (19/4/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuan diadakan Festival Barongsai sebagai ajang mempromosikan daerah, daya tarik meningkat kunjungan wisatawan domestik dan juga mancanegara.
Tujuan lain sambungnya, pelestarian nilia-nilai budaya di Kepri serta mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pariwisata. Buralimar menyebutkan, festival Barongsai yang sudah menjadi agenda rutin (tahunan) Dispar Kepri tahun ini diikuti 
 
"Festival Barongsai tahun ini sebanyak 14 tim. Rinciannya 7 tim dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, 7 tim lagi dari Indonesia asal Kepri. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 12 tim," jelasnya. Buralimar menyakini, atraksi yang ditampilkan dari masing-masing tim atau peserta pada festival tersebut bakal memukau para penonton.

​"Atraksi barongsai sangat digemari wisatawan, sehingga yakin event ini pun bakal menarik banyak pelancong. Tahun ini, Kepri targetkan kunjungan wisatawan sebanyak 200 ribu orang. Target ini khusus pada festival Barongsai," katanya mengakhiri.
]]>
<![CDATA[PENYAMBUTAN WISATAWAN MANCANEGARA 2019]]>Wed, 02 Jan 2019 02:43:21 GMThttp://karimuntourism.com/news/penyambutan-wisatawan-mancanegara-2019
Riuh kompang menandai penyambutan wisatawan perdana dari Malaysia & Singapura ke Tanjung Balai Karimun dilaksanakan selasa pagi (1/1/2019). Sejumlah wisatawan disambut oleh pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun. Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim turut serta mengalungkan bunga kepada wisatawan yang pertama menginjakkan kaki di Kabupaten Karimun Bumi Berazam di Tahun 2019. Wisatawan lalu diberikan setangkai bunga telur dan acara diakhiri dengan pembagian Voucher Hotel bagi wisatawan yang beruntung.
]]>